Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Lampu Hijau


__ADS_3

"...selamat sekarang statusmu sudah single.. surat putusan pengadilan agama sudah keluar dan menyetujui pengajuanmu.", perkataan Daddy Hero masih terngiang jelas.


Respon Valencia dan Andaro jelas sangat berbeda.


Valencia merasa gamang dengan status barunya karena mengingat janin di perut yang akan lahir tanpa adanya seorang ayah. Siapkah dia dengan status barunya, apa yang akan dilakukan selanjutnya... semua itu berputar di otak dan batinnya.


Berbeda dengan Andaro yang merasa status bebas Valencia merupakan kesempatan untuk dia memiliki Valencia sepenuhnya ditambah pula kepercayaan dari Daddy Hero untuk tetap berjuang merebut cinta Valencia. Lampu hijau jelas sudah menyala dan pilihan ada di tangannya.. akan terus melaju atau berdiam diri menunggu sambutan Valencia.


Tapi menunggu bukanlah tipe Andaro. Kehidupan mengajarkan untuk terus maju dan bergerak. Menunggu akan menjadikan orang pasif dan kurang responsif.


Melihat Valencia yang nampak tidak bereaksi dengan status barunya dan tangan yang sedari tadi membelai perutnya, Andaro menyadari bahwa ada kegelisahan di hati Valencia.


"Val, kita keluar yuk??"


"Hmmm.. males And... aku ingin relax saja di rumah... aku rasa tidur siang akan mempercepat hilangnya lingkaran hitam di bawah mataku."


"Perlu kutemani supaya lebih nyenyak lagi??"


Goda Andaro yang mendapat penolakan dari Valencia, "Gila kamu And.. ini rumah Daddy.. bisa kapan saja dia masuk ke cottage ku dan meskipun kita hanya tidur bersama, bisa jadi Daddy bereaksi lebih dan menikahkan kita... "


Cerocos Valencia membuat Andaro tertawa dan mengambil kesempatan untuk mengambil bola yang tak sengaja terlempar dari Valencia,


"Kalau memang disuruh menikah, aku siap saja Val..."


"Ngaco ah kamu And... jawabanku masih sama... kau terlalu baik untukku dan... "


Andaro memotong perkataan Valencia karena tahu kemana arah pembicaraannya, "oke I know... ya sudah sekarang kita keluar saja... aku yang setir, kau bisa tidur siang di mobil... okee??"


Tanpa pikir panjang Andaro menarik tangan Valencia, sudah dia putuskan bahwa hari ini adalah saat tertepat dan tidak dapat di tunggu lagi.


Panggilan untuk sidang kasus perdata urusan Dion dapat kapan saja dia terima, jadi selagi masih ada waktu luang untuk mengajak Valencia jalan harus segera dimanfaatkan.


"Tunggu Andaro... kau sudah mulai seperti Daddy yang suka memaksa. Kita mau kemana?"


"Rahasia"

__ADS_1


"Hmmmm.. baik kalau mau surprise. Apa menurutmu baju yang kita pakai cocok untuk pergi ke tempat tujuanmu??"


Andaro mengamati Valencia yang menggunakan. hotpant rumahan dengan kaos longgar yang sepintas akan nampak kedodoran dan menutupi hotpant yang digunakan. Sedangkan Andaro sendiri hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan.


"Hm.. kau benar Val... baiklah kita berganti baju yang nyaman dulu, 10menit kita ketemu di rumah utama. Aku akan pamit ke Daddy."


Valencia tak menjawab dan masuk ke cottage.


"Dasaar anak angkat Daddy sudah kena virus otoriter. ckckck mau kemana dia siang-siang begini??? 10 menit untuk ganti baju... tak cukup bahkan untuk make up flawless... ah keterlaluan."


Valencia menggerutu sebal.


20 Menit kemudian Valencia menemui Andaro yang sedang bersama Daddy di ruang tamu rumah utama.


"Daddy tahu kemana anak barumu ini akan mengajakku??"


"Hahaha.. anak baruku... kau samakan aku seperti wali kelas kalian ha?? Entahlah Cia.. dia cuma minta ijin keluar tanpa mau bilang kemana."


"Daddy rela aku diculik di depan matamu sendiri?"


Andaro semula terheran ternyata dia lengah dan Daddy Hero cukup jeli untuk mengambil kesempatan 'menyimpan' dokumen paling berharga milik Andaro yang saat ini ada bersamanya


"Baiklah Daddy kami berangkat," ucap Valencia dan Andaro hampir bersamaan, keduanya menoleh saling menatap dan kemudian tersenyum.


Daddy Hero melambaikan tangan dan masuk melangkah menuju ruang kerjanya.


Semoga kau berhasil merebut hati putriku nak. Harap Daddy dalam hati.


Andaro menyerahkan apple juice segar yang dia pesan dari dapur rumah Daddy Hero, "Minum ini Val, sebelum kau tidur.. kalau sudah tiba aku akan bangunkan."


Tanpa berkata-kata, Valencia meneguk juice dalam botol dan memposisikan kursi dengan sandaran lebih rendah untuk menyamankan posisi tidurnya.


Mobil melaju dalam kesunyian, Andaro menyalakan instrument Kenny G untuk membuat Valencia (dan baby nya) nyaman.


Tempat tujuan mereka saat ini adalah bentuk menuver dari Andaro untuk mendapatkan hati Valencia. Andaro akan mengajak Valencia kontrol kehamilan.

__ADS_1


Kehamilan di usia kandungan yang muda memerlukan gizi, vitamin, kontrol dokter agar tumbuh kembang janin dapat optimal, setidaknya itu yang Andaro baca dari artikel Ibu dan anak.


Setelah melihat test pack dj kamar Valencia beberapa hari lalu, Andaro mulai menyempatkan diri membaca soal pertumbuhan janin dalam kandungan juga apa yang dibutuhkan oleh ibu hamil.


Jalanan tampak lenggang, sudah lewat jam makan siang dan belum saatnya pekerja pulang kembali ke rumah untuk besok kembali bekerja lagi. Saat berada di perhentian lampu traffic, Andaro mengamati Valencia yang sudah tertidur dengan nyamannya satu tangan menutup mata dan tangan yang lain berada di atas perutnya.


Perlahan Andaro membelai jemari Valencia yang berada di atas perutnya, ada janin kecil di sana yang memerlukan perhatian...


Kau tak berdosa nak.. dan jangan sampai kau tumbuh tanpa kasih sayang karena itu sangat tidak menyenangkan... tak akan kubiarkan kau merasakan derita yang kualami. Janji Andaro dalam hati.


Entah bagaimana reaksi Valencia saat tahu tempat tujuan mereka. Andaro sudah bertekad ini yang terbaik, semakin cepat kontrol dilakukan akan semakin baik bagi janin dan ibunya.


Semoga setelah ini Valencia dapat melihat ketulusanku menyayanginya dan tak ragu untuk berkomitmen membentuk rumah tangga kembali.


Smart watch Andaro bergetar menunjukkan notifikasi ada pesan masuk. Di bacanya sepintas lalu pesan yang dikirim oleh asistennya yang berada di Jepang.


📥 Target ditemukan. Dion bersama dengan Yukime.


Membaca pesan yang masuk membuat Andaro meradang dan merasa Dion tidak hanya mengkhianati Valencia tapi juga dirinya.


📤 Perkembangan yang bagus. Awasi pergerakannya, jangan lakukan apapun, cukup awasi dan laporkan padaku. Arigatou Yukisan.


Andaro melanjutkan perjalanannya, Valencia masih tertidur hingga mobil yang mereka tumpangi berhenti di pelataran rumah sakit. Andaro sudah memarkir mobil tak jauh dari pintu utama.


"Kenapa kita kemari And?", masih tersisa kantuknya dan belum mengerti kenapa pemberhentiannya ada di rumah sakit.


"Ada perlu kontrol Val"


"Hmmm... luka di lenganmu terasa sakit atau infeksi kah?? seharusnya sudah tak apa karena kita sudah beri obat antiseptik.. " Valencia masih kebingungan.


Andaro keluar dari mobil dan mengitari bagian depan mobil untuk membukakan pintu penumpang tempat Valencia duduk.


"Ayo keluarlah sayangku... kamu perlu kontrol kehamilan... "


Suara tenang dan santai Andaro, tak mengurangi kekagetan Valencia...

__ADS_1


__ADS_2