
...I will fly into your arms...
...And be with you...
...'Till the end of time...
...Why are you so far away...
...You know it's very hard for me...
...To get myself close to you... [I Will Fly - Ten 2 Five]...
Tiga bulan berjalan tanpa Dion di sisinya, tapi tak dapat dielakkan bayang-bayangnya masig terasa dekat dan erat.
Tak dapat dipungkiri kebersamaan lebih dari 2 tahun tak dapat dihapus dengan perpisahan tanpa kata yang masih sangat singkat.
Valencia tak dapat berkisah dengan siapapun demi kebaikan hati bersama. Rasa pedih dan emosional yang dirasakan bukan karena kerinduannya pada Andaro.
Kedatangannya ke negeri Sakura bukan karena rasa rindu pada suami yang baru menikahinya satu bulan lalu. Tapi karena Valencia tak ingin tiap malam memimpikian Dion yang sudah bukan berstatus suaminya.
Rasanya seperti berselingkuh tanpa bersentuh, bukankan perselingkuhan dimulai dari hati. Penghianatan hati adalah hal paling dalam meskipun tak nampak jelas, seperti gunung es.. di kedalaman hati Valencia masih sarat menyimpan kenangan dan kerinduan pada Dion.
Andaro belum dapat sepenuhnya menggantikan Dion yang sudah lebih lama dan mengenal Valencia. Biarlah semua mengira Valencia sudah mulai menerima keberadaan Dion bahkan membuatnya rindu hingga nampak depresi.
Tak ada yang tahu bahwa sesal selalu dirasakan saat Valencia mengingat bayi yang akan lahir tanpa mengenal ayah kandungnya, setidaknya Valencia merasa bahwa keberadaan sang bayi bukan karena kejadian tidak diinginkan karena seharusnya dia adalah buah cinta antara dirinya dan Dion. Timbul keraguan dalam dirinya, benarkah Dion masih mencintainya hingga saat sebelum pergi meninggalkannya?
Merasa sudah berada dapat kondisi kritis dan memerlukan 'pengobatan' hati, Valencia merasa harus segera menetapkan hati dan berusaha untuk menerima, mencinta, dan mengusir Dion dari hatinya dan menggantinya dengan Andaro.
__ADS_1
Deep kiss yang sengaja Valencia berikan pada Dion bukan tanpa alasan, besar harapan hasrat dapat menyembuhkan hati yang sedang sekarat. Berharap setiap keintiman dapat menguasai dan mendepak Dion segera dari hatinya.
Hari sudah menjelang siang saat Andaro dan Valencia selesai berendam di hangatnya pemandian Arima Onsen.
Arima Onsen merupakan onsen tertua di Jepang dan dipercaya sudah ada 1000 tahun lalu. Valencia tak dapat berlama di Onsen karena bagi ibu hamil khususnya pada trimester pertama harus menghindari peningkatan suhu tubuh secara drastis karena dapat menyebabkan hipertermia. Suhu maksimal yang aman untuk ibu hamil mandi air hangat adalah 38'C sedang umumnya Onsen di Jepang bersuhu 40'C
"Kau tak perlu berendam Val, kita dapat ke sini bersama anak kita, cukup merendam kaki saja dalam kinsen (air yang berwarna emas), sambil bersantai."
Valencia mengamati tempat yang dimaksud Andaro, matanya menyipit melihat air yang seperti sungai berlumpur di Indonesia karena dari jarak jauh seolah air itu sangat pekat. Valencia menatap Andaro tanpa minat.
Andaro terkekeh mengerti, "Sumber airnya jernih Val, tapi banyak kandungan zat besi di dalamnya dan karena terkena udara yang menyebabkan terjadinya proses oksidasi makanya warna air berubah kecoklatan. Air ini hangat dan bisa menyembuhkan demam dan pegal-pegal. Kurasa kau mungkin merasa pegal bukan?"
Valencia tersenyum dan mengangguk saat Andaro melakukan pijatan ringan di area pinggangnya.
"Menyenangkan And.." Valencia menikmati sensasi air yang mengalir di kakinya, rasa relaksasi meskipun sebenarnya ada rasa ingin merendam tubuh untuk berelaksasi. Andaro sudah menunjukkan sebelumnya area penginapan dengan onsen yang dapat penjadi pilihan saat Valencia sudah melahirkan dan dapat melakukan ritual onsen.
"Jepang memang tak pernah membosankan And, sudah beberapa kali ke Jepang selalu ada daya tarik dan menyenangkan." Valencia dan Andaro sudah berjalan beriringan menelusuri lorong penuh toko yang menjual pernak pernik souvenir dan juga kudapan.
"Dan kini kau sudah menikah dengan orang Jepang, semoga kau sudah bisa menerimaku jadi suamimu Val"
Valencia tak ingin merubah suasana menjadi serius karena sayang untuk merusak hari yang menyenangkan dan berkutat kembali dengan hati yang sedang sensi.
"And... bukankah sekarang mau tak mau? Kau memang suamiku dan aku adalah istrimu. Ayo kita cari makan.. debay sepertinya mulai lapar," lengan keduanya bertaut dan menelusuri tempat makan siang yang dapat segera dinikmati. Senyum selalu terukir dan canda sesekali terucap. Andaro merasa saat ini kencannya dengan Valencia sudah agak berhasil dengan memasuki restoran Kobe Beef berharap istri dan anaknya mendapatkan nutrisi dan menikmati setiap kelembutan juicy daging Kobe beef yang jadi andalan.
Valencia menghirup aroma daging terbakar yang sangat harum, sudah ada dibenaknya daging medium rare yang masih berasa juicy dan masih menyisakan warna merah karena myoglobin dari protein pembawa oksigen ke otot hewan.
"Sssttt selapar itukah kamu honey? tapi ingat...jangan bayangkan kau dapat mendapatkan daging rare atau medium rare.. karena hamil kau hanya bisa makan medium well done atau well done." seolah tahu apa yang dibayangkan oleh Valencia, Andaro tertawa melihat istrinya murung dan mengeluarkan raut wajah protes.
__ADS_1
Mereka menikmati makanan dengan sangat perlahan. Andaro sangat jeli mempersiapkan setiap panggangan dan meletakkan daging siap santap di mangkuk nasi Valencia. Melihat istrinya makan dengan lahap dan dapat menyiapkan lauk terbaik, makan di meja yang penuh dengan makanan bergizi, itu semua seolah kebahagiaan yang sudah Andaro rindukan, kehadiran anak akan sangat menyempurnakan penampilan keluarga kecil mereka.
"Kenapa kau tersenyum Andaro?? apa makanku terlalu banyak?"
Andaro menggeleng dan mengusap ujung bibir Valencia yang berbekas saus teriyaki.
"Aku hanya tak sabar menjadi ayah, meja ini akan terasa lengkap dengan anak Val, keluarga yang sempurna... jadi kubayangkan hidupku sudah hampir sempurna. Terimakasih Val.."
Kecup Andaro pada punggung tangan Valencia.
Valencia mengambil daging dengan sumpit dan menyuapkan ke Andaro, "Kau tau suamiku, akulah yang beruntung memilikimu. Kau bilang bukan tipe romantis... tapi membawaku ke kinsen, menyuapiku dengan ice cream, dan sekarang mengisi perutku dengan Kobe beef.. menurutku adalah hal romantis sesungguhnya. Lalu..kemana kencan kita selanjutnya?"
"Kau belum lelah? kita harus berjalan ke stasiun dan banyak berjalan... aku kawatir pada kandunganmu. Seharusnya kau ijinkan aku bawa mobil saja tadi Val."
Valencia tersenyum yakin, "Aku belum lelah And, dan berjalan kaki sangat menyenangkan dengan udara bersih minim polusi. Kalau aku lelah kita bisa beristirahat sejenak atau mungkin kau mau menggendongku?"
"My pleasure, Honey... aku selalu siap menggendongmu kemanapun." pamer Andaro menunjukkan lengan berisinya.
Tujuan selanjutnya Andaro mengajak Valencia ke Kuil Ikuta di kawasan Sannomiya - Motomachi). Berjalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Sannomiya, Andaro berharap Valencia bisa berdoa bersamanya di kuil Ikuta yang dipercaya Dewi Kain (Dewi yang di sembah di Kul Ikuta bernama Wakahirumeno Mikoto dipercaya dapat menghubungkan manusia dengan manusia atau mengikatkan jodoh).
Valencia merasa ragu saat Andaro mengajaknya ke Kuil tapi saat disana ada banyak turis dan pemuda pemudi yang tampak santai berswafoto membuat dirinya tidak terlalu overthinking dan percaya saja dengan Andaro.
"Val, Kuil Ikuta dipercaya jadi power spot untuk urusan percintaan, lihat saja banyak couple yang kemari. Mungkin buatmu hanya simbolis, tapi harapan terdalamku kita dapat benar-benar berjodoh untuk sehidup semati."
Melihat ketulusan Andaro, Valencia hanya mengangguk dan berjalan beriringan ke tempat yang sudah di tersedia untuk mengikatkan doa.
Usai dari sana, Andaro membimbing Valencia dan menunjuk kursi panjang di depan kuil.
__ADS_1
"Di sana Val, tempat aku di tinggalkan oleh wanita yang harusnya adalah ibu kandungku, usia ku mungkin kisaran 5tahun, beruntung ada seorang pria yang sangat baik dan merawatku.. dia sudah seperti ayah untukku. Itulah alasan kenapa aku merindukan memiliki keluarga dan tak ingin anak dalam kandunganmu tumbuh tanpa merasakan kasih sayang orang tua lengkap seperti yang kurasakan."