Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Firasat


__ADS_3

Keluar dari kantor enam lantai, Andaro melangkah dengan tegap menghampiri mobil sport hitam yang sudah terparkir di baseman.


Kondisi suasana masih belum begitu gelap namun surya sudah mulai kembali keperaduan.


Siang tadi Andaro masih dapat menghubungi Valencia yang nyatanya sedang menyediakan santapan untuk makan malam mereka. Tak ada yang berbeda dari hari-hari biasanya.


Namun perhatian Andaro terkesiap pada kotak yang ada di atas kap mobil sportnya. Kotak berbentuk hexagon berwarna hitam dengan pita warna putih.


Setelah memasukkan tas laptop dan menyalakan mesin mobil, Andaro meraih kotak dan membukanya. Sontak dilemparnya kotak yang berisi bangkai katak berdarah. Napas Andaro masih menderu, ini adalah sebuah paket teror yang pasti disengaja.


Masih belum dapat mengerti maksud pengirimnya, Andaro mencium ada aroma terbakar, diamati bagian bawah mobil yang sudah basah berbau bahan bakar dan mulai menyebar api yang entah keluar dari mana.


Segera Andaro keluar dari mobil tak sempat membawa tas laptop dan dokumen yang semula dibawanya. Api mulai membesar menyelimuti mobilnya. Sekali lagi tak tau dari mana asalnya ada kertas putih tertempel di pilar area sudut parkir, bertuliskan pesan singkat seolah ditujukan pada Andaro yang hendak berlari keluar.


PEMBALASAN AKAN LEBIH KEJAM


YANG KAU CINTA TAK AKAN BERTAHAN


Membaca pesan singkat itu, hanya satu nama yang terlintas di pikiran Andaro yaitu Valencia.


Masih dengan berlari sekencang yang dia mampu, Andaro berlari keluar mencari security yang entah ada di mana, dipejetnya tombol kebakaran gedung dan terdengar alarm berbunyi nyaring meneriakkan permintaan tolong.


Ponsel di kantong dia keluarkan dan mengetikkan nama Valencia, dering panggilan menunggu terdengar, tak juga ada balasan. Berkali-kali panggilan dilakukan namun seolah Valencia jauh dari ponsel yang biasanya selalu dalam gapaiannya.


Satu pesan dari nomor tak dikenal masuk. Andaro melambai ke arah taxi yang mendekat, dibiarkannya gedung kantor yang basement parkir sudah terbakar, dengan perhitungan singkat Andaro melihat hanya ada mobilnya di sana dan satu mobil operasional jadi seharusnya hanya ada dua mobil jadi korban kecuali jika terjadi ledakan dan percikan api mencapai ke ground floor.


Tak ambil pusing dengan kondisi gedung kantornya, Andaro berpusat pada Valencia, berharap Valencia baik-baik saja dan tulisan yang dia baca hanyalah ulah orang iseng.

__ADS_1


Jalanan nampak lenggang, sopir taxi mengarahkan laju mobil ke arah alamat yang Andaro beritahu. Duduk di bagian belakang dengan pemikiran tak tentu ditambah Valencia tak juga menerima panggilannya.


Andaro hendak mengirimkan pesan saat pesan nomor asing kembali masuk mengirimkan foto dan video.


πŸ“€Honey, telepon aku segera


Andaro mengabaikan pesan nomor asing yang masuk dan mengirimkan pesan pada Valencia. Tak juga mendapatkan jawaban dan perjalanan terasa tak dapat lebih cepat lagi, Andaro membuka pesan dari nomor asing.


Jantung Andaro terasa berhenti berdetak, melihat foto Valencia yang matanya terpejam di sudut dapur dengan tangan, kaki yang sudah terlilit kain dan mulut yang sudah di tutup oleh plester.


Tangannya tanpa sadar terayun dan meninju pahanya. Taxi driver hanya menatapnya melalui kaca. Entah hanya firasat atau karena pikirannya kalut, tapi nampak seolah ada senyuman sinis yang ditujukan padanya.


Tak ingin percaya pada foto yang di lihatnya, Andaro membuka kiriman video yang diterima setelahnya. Nampak Valencia masih dengan posisi yang sama seperti pada foto, namun di depan kamera nampak pisau buah tajam yang di arahkan ke Valencia, menggoreskan ujung pisau pada lengan atas Valencia membuat mata Valencia terbuka dan nampak menahan kesakitan dibalik plester yang masih menempel pada mulutnya. Darah mengalir pada lengan Valencia, air mata ketakutan dan kesakitan membasahi pipi Valencia.


Tak ada suara yang terdengar, tak terlihat wajah orang yang merekam dan melukai Valencia, hingga pisau diarahkan pada dada kiri Valencia dan video itu terhenti.


Andaro memprotes driver yang tak mempedulikannya.


"Haiii ini bukan tujuanku, apa kau tak dengar alamat yang ku katakan??? cepaaat putar balik!!!! "


Taxi driver hanya menatapnya tajam dan sekali lagi tersenyum miring bahkan mengungkapkan kata yang tak diharapkan untuk terdengar. "Kalau pun aku berputar balik, wanitamu pasti sudah tak utuh lagi.., " suaranya seperti mendesis merobek telinga Andaro yang sudah merasa seluruh tubuhnya memanas terbakar emosi.


Andaro mencengkeram leher si pengemudi yang masih terus memegang kemudi di tangan satu dan tangan yang lain melakukan pembelaan berusaha melepas tangan Andaro dari lehernya.


Ponsel Andaro berbunyi, segera dilepaskannya leher pengemudi dan melihat nomor asing menelepon.


πŸ“ž Kau sudah merenggut nyawa dia yang berarti bagiku. Tapi aku tak akan sekejam kamu ANDARO!!! ku beri kesempatan untuk kau dengar kata-kata terakhir istri tercintamu.... hahahaha

__ADS_1


Suara berat wanita di seberang membuat Andaro tak berfokus lagi kemana taxi membawanya. "Brengseeekk urusanmu denganku bukan dengan dia... lepaskan dia dan bunuh saja aku sekarang!!!!!"


πŸ“ž Tak semudah itu Mr, kau harus merasakan pahitnya rasa kehilangan. (Di belakang suara terdengar jeritan dan rintih kesakitan Valencia)


Andaro meringis merasakan kesakitan yang sama saat mendengar rintihan Valencia, airmatanya mengalir membasahi pipinya, "Hentikaaaannn... kumohoooonnnn"


πŸ“ž Apakah mungkin itu yang diucapkan Dion saat kau akan mengakhiri hidupnya??


Nama Dion menyadarkan Andaro membuatnya mengerti siapa wanita dibalik teror yang dia alami..


"Amandaaa....!!!! jangan samakan Dion dengan Valencia... Dion layak untuk menerima hukuman, tapi tidak untuk Valencia... lepaskan dia Amanda.... dia sedang mengandung anak Dion!!!! "


πŸ“ž (Diam dan hanya terdengar tangis Valencia) Kau bilang, ada anak Dion di dalamnya???? APA PEDULIKUUU????? BAGAIMANA DENGAN ANAK YANG ADA DIKANDUNGANKU????


Mobil terhenti di tengah hamparan gelap penuh dengan alang-alang. Andaro masih terkaget mendengar kabar kehamilan Amanda...


^^^Apakah tindakanku ini masih dapat mendapatkan alasan pembelaan?? Aku sudah meleyapkan ayah dua bayi tak berdosa.. ^^^


Andaro merenungkan perbuatannya, namun terlambat... semua seolah sudah terjadi dan tak dapat dirubah lagi. Kematian tak dapat dibangkitkan, bahkan jenazahnya sudah menyatu dengan tanah...


"Apa yang kau mau?? tapi jangan sakiti Valencia, kumohon," tanpa daya Andaro mencoba melakukan perundingan, berharap Valencia tetap selamat.


Pengemudi taxi sudah raib entah kemana, menyisakan Andaro yang gundah tak berakal dan hatinya remuk mendengar teriak kesakitan Valencia.


πŸ“ž Apakah aku bisa meminta apapun?? demi nyawa wanita ini? (teriakan kesakitan yang nyaring terdengar lagi, suara Valencia yang menyayat hati)


"Apapuuun.. apapun permintaanmu katakan... dan pegang janjiku... jangan sakitiii dia lagiiiii!!!! "

__ADS_1


πŸ“ž Ku tunggu kau di rumah mu, tak perlu kau tunggu pengemudi yang mengantarkanmu, dia sudah pergi. Cepat kemari!!! 15menit atau penawaranmu sudah tak menarik bagiku!!!!


__ADS_2