
Entomophobia merupakan kondisi seseorang yang memiliki ketakutan akan disengat atau digigit serangga seperti lebah, kutu, laba-laba. Kondisi orang dengan entomophobia dapat terjadi saat melihat serangga baik saat di dalam maupun luar ruangan namun reaksi yang lebih berat didapatkan saat merasa berada di ruangan yang sama dengan serangga tertentu. Kekawatiran berlebih juga dapat terjadi terhadap serangga lalat dan nyamuk karena takut akan terjangkit penyakit bawaan serangga tersebut.
"Apakah kau serius dengan masalah terakhirmu itu??"
Valencia mengangguk menjawab pertanyaan dari Andaro. Meskipun sebenarnya masalah spider tidak masuk menjadi prioritas masalah saat ini tapi Valencia masih ragu untuk mengungkapkan masalah terakhir yang sangat menyita perhatiannya.
"Kalau begitu malam ini kau tidur di kamar tamu saja, jangan tidur di sofa seperti semalam tidak baik untuk kita berdua."
"Maksudmu?" Valencia masih belum mengerti, karena dia merasa baik-baik saja dan sofa yang dia pilih cukup nyaman dan empuk hanya tidak selebar kasur saja.
"Hmmmm apa kau lupa Val?? aku adalah mantan napi dakwaan pemerkosaan", Sengaja Andaro menjelaskan dengan nada dingin sambil bersedekap tangan dan menyilangkan kaki menunggu respon Valencia.
Berdiam cukup lama, Valencia berpikir memang cukup mengagetkan ternyata tamunya adalah mantan napi. Meskipu mantan napi di negara lain tapi tetaplah predikat itu bukan hal yang pantas disombongkan seperti yang saat ini dilakukan Andaro.
"Kenapa kau berharap aku takut padamu Andaro? apakah status itu membuatmu bangga dan butuh pengakuan?"
Andaro menggeleng. Dia pria normal dan sudah dia katakan secara implisit bahwa ada perasaan lebih untuk Valencia.
Kalau hanya tertidur bersama dalam ruangan dan tempat yang sama itu tak jadi masalah. Tapi bukankah akan jadi beda cerita kalau salah satu atau keduanya terdiam dan saling pandang? aaah membayangkan saja Andaro merasa berdesir dan terasa lapar ingin segera merengkuh wanita cantik berisi di hadapannya.
"Aku tak takut padamu Andaro. Waktu akan membuktikan bagaimana kamu sebenarnya. Seperti pembicaraan sebelumnya, kita adalah partner dan meskipun hubungan kita belum dapat melangkah lebih jauh tapi keberadaanmu sudah sangat berarti dan menguatkan aku. Tak mungkin aku takut pada malaikat penolongku. I have you as my guardian angel."
Andaro mengacak kepalanya sendiri, tak tahan melihat puppy eyes Valencia yang menggemaskan.
"Jadi...pest control tak ada yang datang hari ini?? aku mau jadi venom untuk kejar spiderman dulu." tanpa menunggu tanggapan Valencia yang tersenyum geli melihat sikap Andaro yang semakin mengenalnya semakin terlihat menarik.
Dengan balutan gaya cool tak banyak bicara tapi ternyata saat diperlukan dia dapat menarik lawan bicara untuk merasa nyaman. Sikap Andaro yang tak berlebihan dan selalu sigap sangat berbeda dengan Dion yang terlalu over protective dan selalu menunjukkan perhatian secara berlebihan.
Urat dan otot yang menyembul pada lengan Andaro terasa kokoh dan dapat memberikan kenyamanan, luka yang jadi hadiah baku hantam tak membuat Valencia menilai bahwa Andaro adalah orang yang kasar tapi justru detail karena tidak melewatkan pria misterius yang hendak mencelakainya.
Pintu kamar Valencia masih tertutup dengan suara benda-benda digeser. Andaro keluar dari kamar dan mengambil pembasmi serangga,
"Maaf nyonya saya tidak temukan laba-laba raksasa atau mungkin mata saya yang kurang super untuk bisa menemukannya... Sebentar.... Val..bisa kau beri tahu, seberapa besar ukuran spider itu???"
Malu-malu Valencia menjawab, "Bagi ku seperti bola pingpong Andaro"
"Sebesar itu???? tapi tak ada..."
__ADS_1
"Tapi sepertinya, indraku seperti terlapisi suryakanta kalau lihat laba-laba jadi...kemungkinan besarnya sebesar kancing bajumu.."
Andaro melotot gemas... sekecil itu mau seperti apa dia membereskannya. "Baiklah, tolong ambilkan sapu"
Kembali masuk dengan sapu dan vacuum cleaner, Andaro berharap segera menemukan di hewan berbuku mungil itu.
Suara vacum terhenti. Di dalam kamar, Andaro mendapatkan benda seperti termometer manual di bawah nakas dekat dengan tempat Valencia menangis sehari sebelumnya.
Andaro adalah pria dewasa yang tidak tabu melihat alat seperti itu meskipun belum pernah ada wanita yang membawakan kepadanya. Andaro melupakan spider di dalam kamar, diamati benda itu ditangannya dan mendapatkan benang merah tangis Valencia yang sangat tersedu dan ternyata kamar ini menunjukkan masalah sesungguhnya yang membuat Valencia terbeban berat.
Kau mau menutupinya Val... tapi justru alasanmu mengantarkan ku ke problem sesungguhnya. Bisik Andaro
Andaro memutuskan untuk pura-pura tidak tahu sudah melihat testpack dengan dua garis merah tebal. Meskipun ada yang disayangkan karena sekarang pasti beban psikis yang dirasakan Valencia lebih rapuh dibanding yang diperlihatkannya.
Mengandung anak dari calon mantan suami yang sekarang entah dimana. Ingin melupakan orang yang pernah dicintai tapi diperadapkan pada benih cinta yang sudah tertanam.
Andaro ingin melihat apa tindakan Valencia selanjutnya, akankan janin tak berdosa itu di gugurkan atau akan tumbuh dengan cinta kasih sayang seorang ibu yang terluka.
Sampai kapan akan dia simpan rahasia ini... karena kalau saat ini Valencia hamil dan Dion sudah meninggalkannya 2 bulan maka usia kandungannya tak kurang dari 8 minggu. Usia rawan dan segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Entah kebijakan darimana tapi Andaro berharap Valencia tidak melakukan dosa dengan menggugurkan janin tak berdosa dan berharap benih cinta Valencia dan Dion tumbuh sehat dengan karakter setangguh Ibu dan sebaik kakek plus uncle nya.
Mendengar suara Valencia, Andaro segera memasukkan test pack ke dalam sakunya.
"Gatchaaa.... tertangkap nyonyaa..." canda Andaro sambil tersenyum licik melihat spider kecil meringkuk di sudut tembok dekat nakas...
Trimakasih spider sudah masuk ke kamar ini...you make a best spider web to help me catch her secret...goodbye..
bisik Andaro sambil menyalakan vacuum.
Andaro keluar dari kamar dengan senyum kemenangan, bukan soal spider tapi karena sudah tidak ada lagi rahasia yang tersimpan oleh Valencia.
"Sesenang itu bisa menangkap spider"
Andaro mengangguk , "Aku lapar Val, ayo kita makan"
Manipulasi Andaro supaya Valencia makan janin dalam perutnya sehat penuh asupan nutrisi. Mereka memilih tempat makan tak jauh dari rumah Valencia. Andaro semakin intens mengamati Valencia.
__ADS_1
Dengan usia kehamilan lebih dari 2 bulan, Valencia masih belum menunjukkan tanda kehamilannya, perutnya masih ramping dan tidak ada mual yang terlihat.
"Kau mau soju Val?"
"Hmm... no thank you...apple juice saja"
Andaro tersenyum, sepertinya sudah menebak arah keputusan Valencia atas janin di perutnya.
Mereka menikmati santapan dengan santai sesekali Andaro mengeluarkan joke yang dapat membuat Valencia terpingkal-pingkal.
"Jadi... kau dapat keringanan hukuman dan sipir penjara merasa sedih saat kamu bebas??"
"Yup... sepertinya mereka butuh ember untuk menampung airmata kesedihan itu"
Valencia terbahak-bahak dan seketika berhenti, "Lalu, dia yang menjebakmu..siapa Yukime? bagaimana dia sekarang?"
Andaro menyeruput soju dihadapannya, "Entahlah Val, sempat aku berniat untuk mengejarnya membuat perhitungan tapi ternyata dia sudah mendapatkan hukuman dari yang kuasa"
"Maksudmu?"
"Ternyata Yukime mulai terjerat narkoba, caranya menjeratku dan mendapatkan uang kompensasi dipakai untuk beli narkotik,terakhir dia masuk bui dan pusat rehabilitasi."
"Kamu masih mencintainya?"
Andaro menggeleng mantap, "Bagiku, tidak ada kesempatan kedua untuk pasangan yang sudah melukai perasaan Val. There is no second chance. Menyakiti dengan sengaja bukan khilaf tapi karakter. Coba saja ampuni dan beri kesempatan untuk kembali bersama...bukan tidak mungkin akan jatuh kembali ke lubang yang sama."
"Tapi itu asumsimu Andaro, bisa saja asumsimu itu salah. Tuhan saja berikan kesempatan bagi umatNya dengan pengampunan"
"Aku memaafkannya Val, tapi untuk kembali bersama..hmm no thank you..."
Andaro menambahkan lauk ke piring Valencia yang dihadiahi dengan tatapan melotot Valencia.
"Hi Mister... kau mau membuatku gemuk???"
"Sudahlah...orang cantik mau gemuk juga tetap cantik" Andaro mengerling dan Valencia hanya tertawa terus menyantap.
"Val.. ijinkan aku bertanya, apakah mungkin kau mau menikah dengan mantan napi sepertiku??"
__ADS_1
Pertanyaan terlalu acak dari Andaro membuat Valencia terbatuk-batuk...