Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Kritis


__ADS_3

Andaro memeluk Valencia, keduanya berusaha saling menguatkan dan tak ada kata yang dapat terucap hanya dekapan untuk saling bertaut bertahan dengan harapan yang terbaik untuk Sakura, bayi mungilnya.


Pagi sudah menjelang, semburat cahaya matahari nampak mengganti gelapnya suasana dibalik kaca jendela. Perubahan di luar berbanding terbalik dengan yang terjadi dengan Valencia dan Andaro, dengan tubuh rapuh paska operasi, Valencia berusaha tetap kuat menanti perjuangan dokter mengupayakan yang terbaik untuk Sakura.


Lorong rumah sakit masih terasa sunyi, masih belum ada pergantin shift, hanya sesekali perawat berjalan melakukan pengecekan ke kamar pasien.


Lelahnya tak terasa dan terkesan terlupakan, dadanya terasa sesak, pikirnya gelap, namun dia merasa harus tetap bertahan,


"Aku harus terus kuat dan bertahan, apapun yang terjadi pada Sakura, aku harus tetap kuat untuk Valencia.... Oh Tuhan... tolong jangan jatuhkan karma dosaku pada Sakura," harap doa Andaro dalam hatinya sambil mendekap Valencia.


Seorang perawat menghampiri Andaro dan Valencia, "Nyonya, anda harus segera kembali keruangan dan beristirahat... belum 12 jam sejak anda mengalami operasi seharusnya anda belum boleh terlalu lama duduk seperti ini."


Hanya gelengan kepala lemah yang menjawab pertanyaan dan saran perawat.


Wajah Valencia memucat, antara kelelahan dan ketakutan akan kehilangan bayi mungilnya.


Perawat melihat pasien AB rhesus negatif di depannya dengan sorot iba dan kekawatiran, "Tuan, tolong yakinkan istri anda... sebaiknya anda kembali ke kamar perawatan. Tidak akan baik jika jahitan nyonya bermasalah."


Mengerti akan makna tersirat dari perawat, Andaro melepas dekapannya pada Valencia mencoba untuk memberi pengertian lebih ke istrinya.


"Honey, sebaiknya kita kembali... yakinlah Sakura anak kita pasti kuat dan sudah ada dokter yang menangani... kita akan kembali lagi setelah kau dan aku beristirahat..hm??"


Tatapan sayu Valencia lemah dan tak ada jawaban terucap, perhatiannya kembali ke pintu ruang NICU yang masih tertutup.


"Sakura tak akan senang melihat kita bersedih dan melihatmu lemah... ayo kita sama-sama berjuang honey dengan kau berusaha memulihkan kesehatanmu dan aku janji akan terus memantau Sakura sambil menemanimu..."


Anggukan lesu akhirnya tampak dari Valencia, sebelum keputusan berubah, perawat mengantarkan Valencia dan Andaro kembali ke kamar perawatan, membantu Valencia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang pasien, mengatur aliran cairan infus yang ketinggiannya berubah dan berimbas pada aliran yang perlu diatur ulang.


Ruangan VVIP di rumah sakit terasa tidak nyaman, berapapun mahal harga untuk kenyamanan tak sebanding dengan berartinya keberadaan seseorang yang mereka cintai, Sakura.


Keduanya mencoba memejamkan mata, mereka harus mencoba percaya pada dokter yang berpengalaman dan tak ada pilihan lain lagi. Mereka harus kuat dan bertemu dengan Sakura dengan kondisi yang lebih segar dan menyenangkan.


Valencia perlahan terpejam usai perawat kembali dan menyuntikkan obat anti peradangan dan penghilang rasa sakit.

__ADS_1


Andaro tertidur di kasur penunggu samping Valencia sambil menggenggam jemari Valencia, ponselnya sudah di mode siaga karena meskipun tak berharap paling tidak dia harus bersiap dengan hal terburuk yang mungkin menghubunginya.


...>.<...


Daddy Hero sampai di Narita dan segera meluncur ke Osaka tempat Valencia dirawat, tak dipedulikannya lagi setiap bagasi yang dia bawa. Ditinggalkannya Viktor yang masih menunggu bagasi.


"Daddy jalan duluan, kau urus barang bawaan kita dan kita ketemu di rumah sakit"


Tak ada bantahan yang dikeluarkan hanya anggukan dan sebenarnya ada rasa enggan kalau harus melakukan semua ini sendirian.


Dengan kesadaran penuh, di lihatnya jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 07.30, dan dikirimkan pesan pada Maiko.


📤Haiii Maikochan... aku tiba di Jepang, bisa kita ketemu?


Tak ada balasan dan hanya terlihat notifikasi pesan sudah dibaca.


📤Kau masih belum sadar dari tidurmu?? Aku Viktor, anak kos yang pernah tinggal di apartemenmu..


Pesan dibaca dan tak ada balasan. Viktor memasukkan ponselnya dan membawa troli berisi dua koper tanggung keluar dari bandara dan menuju ke tempat pemesanan taxi.


...>.<...


"Tuan, aku bawakan sup ayam obat untuk Nyonya, dari drama korea yang aku lihat sup ini baik untuk menambah energi nyonya."


Andaro mengangguk dan melihat Harumi menata sup yang dibawanya ke meja pantry di sudut kamar.


"Harumi, tolong temani istriku, aku mau ke kamar mandi dan menemui dokter"


Harumi memberikan salam patuh.


Aroma harum gurih memenuhi ruangan, membuat Valencia yang masih terlelap merasakan liurnya bergetar ingin mencicipi. Netranya terbuka dan melihat Andaro sudah tak ada di sana, dari kejauhan dilihat sosok Harumi.


"Ehm...Harumi?" suara serak Valencia memanggil Harumi yang segera berlari menghampiri.

__ADS_1


"Nyonya... syukurlah kau baik-baik saja... kau harus segera pulih... aku membawa sup enak, kau ingat drama korea yang kita lihat... kata mu kau selalu memesan Samgyetang (sup ayam Korea) saat di Indonesia..aku sudah berusaha membuatnya, kau mau mencicipi?"


Tak biasanya Harumi sangat banyak bicara namun itu lebih baik daripada melihatnya hanya berlari dan memenuhi permintaan.


"Ya Harumi, aromanya wangi...aku merasa lapar," Valencia tersenyum sudah menjadi tekatnya untuk cepat pulih dan dapat merawat Sakura.


Valencia menyecap sup yang diberikan Harumi, seketika rasa hangat dan segar memenuhi aliran darah dalam tubuhnya, menyiram rongga yang kekeringan dan seolah menutup luka yang harusnya terasa menyakitkan.


"Terimakasih Harumi, kalau tak ada kau..mungkin aku dan Sakura sudah tak dapat diselamatkan"


Bulir airmata mengalir dari mata Harumi, "Sudah tugas saya Nyonya dan anda harus tetap sehat..aku sudah menganggapmu seperti saudariku sendiri.. aku tak ingin kehilangan orang sebaik anda."


Atmosfir kamar menjadi kembali haru, dengan cekatan Harumi membereskan peralatan makan Valencia dan membersihkan tubuh Valencia dengan handuk basah.


...>.<...


Dokter anak yang bertanggungjawab atas Sakura sudah meninggalkan rumah sakit dengan berbagai pesan ke perawat, Andaro mendengarkan dengat sangat detail dan berharap bahwa yang dia dengar adalah hal - hal yang diharapkan.


"Sakura masih belum lepas masa kritis Tuan, Dokter akan kembali lagi ke rumah sakit setelah jam makan siang usai jadwal prakteknya ditempat yang lain. Jadi yang dapat kita lakukan untuk Sakura saat ini adalah pemantauan dan berdoa semoga ada mujizat yang membuatnya selamat lepas dari masa kritis"


Andaro menatap tubuh Sakura yang masih dilengkapi dengan barbagai selang dan warna merah muda yang semakin memudar berganti kuning.


"Suster, kalau Sakura dapat selamat lepas dari masa kritis, apakah dia dapat hidup layaknya anak normal pada umumnya?"


Tak ada kata yang terucap dari mulut perawat, seolah tak ingin mendahului kehendak yang kuasa, dan tak ingin menyampaikan asumsi yang dia ketahui kepada keluarga pasien.


"Maaf Tuan, untuk hal tersebut sebaiknya bisa tanyakan pada Dokter saat jam visit nanti siang."


"Apakah Sakura masih dapat bertahan hingga selepas siang nanti Suster?"


Pertanyaan Andaro menggantung, dari dalam inkubator seolah dia melihat Sakura yang berusaha bertahan dengan kesakitan.


Suara lain terdengar dari baliknya, "apa maksudmu And? apakah kondisi Sakura tidak baik-baik saja??"

__ADS_1


Valencia ada dibelakang Andaro dengan kursi roda bersama dengan Harumi.


__ADS_2