
Siang hari Valencia dan Andaro meluncur ke rumah Daddy Hero, semua keperluan pribadi sudah mereka kemasi, surat berharga dan bahkan dokumen penting sudah aman tersimpan di brankas besi yang bahkan tidak akan rusak karena kebakaran atau banjir.
Daddy Hero sudah berpesan untuk mereka makan siang bersama dan kembali mengingatkan bahwa tidak hanya Valencia yang harus tinggal bersamanya tetapi Andaro juga.
Andaro yang berada di belakang kursi kemudi melirik keberadaan Valencia di sebelahnya yang nampak lebih diam dibanding biasanya.
"Apa kau sedih harus meninggalkan rumah itu?"
Valencia menggeleng.
"Lalu bolehkah aku tahu apa yang sekarang ini mengganggu pikiranmu?"
"Entahlah And... rasanya seperti aku gagal dan harus menerima kekalahan."
Andaro mencoba mencermati, "Kita bahkan belum mulai persidangan untuk hadapin tuntutan klien Dion, Val.. "
"Nope And... aku merasa gagal dalam berumah tangga dan kini harus mengakui kepada Daddy bahwa aku kalah tak dapat hidup tanpanya.. kembali ke rumah dan harus kembali berlindung di dalam bayangan Daddy."
Valencia masih ingin membuktikan eksistensinya sebagai wanita mandiri yang dapat berdiri tanpa campur tangan Daddy Hero yang sangat dominan. Bukan karena tidak suka atau benci pada ayah yang membesarkannya tapi Daddy Hero over protective setelah Mommy Sandra (ibu Viktor & Valencia) meninggal karena kecelakaan.
Sikap over protective itulah yang mengganggu Valencia merasa terpasung dalam sangkar emas dan tidak dapat menunjukkan aktualisasi diri secara bebas. Merasa bahwa kekangan Daddy sudah sangat membatasi lingkup hidupnya.
Bahkan teman dekatpun dapat di bilang Valencia tidak punya, pembatasan begitu ketat homeschooling, privat kursus, private akomodasi semua didapatkan Valencia yang dimaksud kebaikan tapi justru menjadi pasung dalam kehidupannya.
Pertemuan dan pernikahan dengan Dion membuat Valencia merasakan indahnya kebebasan. Perpisahan dengan Dion tidak hanya menyisakan luka sakit hati karena pengkhianatan cinta tapi juga membuatnya merasa harus melupakan keinginan untuk hidup bebas.
"Tawaranku masih berlaku Val..."
Valencia menatap Andaro heran, "Maksudmu?"
"Menikahlah denganku... aku akan berusaha menyayangimu lebih dari Dion tapi aku bukanlah tipe pria romantis kalau misal itu hal yang penting untuk dipertimbangkan."
Valencia tergelak... "And.. i'm not perfect woman (aku bukan wanita sempurna), aku merasa tak layak bersanding denganmu dan belum ada cinta..."
__ADS_1
Andaro menggapai jemari Valencia, "Nobody perfect Val... dan untuk cinta, aku rasa seiring berjalannya waktu cinta akan bersemi dengan setiap proses kebersamaan dan pengenalan kita."
"Aku takut gagal lagi And... dan ada hal lain yang perlu dipertimbangkan"
Valencia masih menutupi prihal kehamilannya, Andaro mengikuti kemauan Valencia dan tak akan mengungkit janin di perutnya untuk saat ini.
"Aku pun tak ingin gagal dalam berumahtangga Val, itulah alasan aku belum menikah sampai saat ini."
"Lalu kenapa kau seperti terburu-buru dan beberapa kali mengajakku menikah?"
"Family... aku merasa sudah saatnya aku memiliki keluarga... selama ini aku tak dapat bercerita aku anak siapa tapi mungkin sudah saatnya untuk aku memiliki status sebagai suami siapa..."
Memasuki gerbang putih tinggi dengan pagar hidup di samping kanan kiri gerbang, rumah Daddy Hero nampak tak begitu lebar dan dari penampakan luar setelah gerbang di buka hanya terlihat rumah utama satu lantai dengan warna putih dan teras yang lebih tinggi dibandingkan pelataran halaman.
Setelah masuk lebih dalam ternyata bentuk lahan milik Daddy Hero seperti kantong, bagian dalam halaman nampak sangat luas dan berisikan teman-teman indah yang pastinya cukup menguras biaya dalam perawatannya, nampak dua tukang kebun di sisi barat dan timur.
"Rumahmu sangat asri Val"
Valencia mengangguk, sudah 2tahun dia tak datang perasaan rindu dan tenang merayapi hatinya menutup rasa tertekan karena akan kembali terkekang.
Tentunya Andaro tidak menyangka akan mendengar itu dari Valencia, apakah seover protective itu Daddy Hero hingga rumah luas dan indah ini justru dijadikan seperti penjara untuk anak-anak nya.
"Apa mungkin Daddy ingin aku jadi anak mantunya??", Andaro mencoba berkelakar agar Valencia tersenyum namun tak hanya senyum yang didapatkan, Valencia menyingkirkan tangan Andaro yang masih menggenggamnya.
"Kau cukup percaya diri And... "
Perasaan datang tanpa bisa diduga, seperti penyusup yang perlahan masuk tanpa disadari. Valencia sudah merasa nyaman dengan Andaro, hingga jarang memanggil Andaro secara lengkap dan hanya dengan sapaan "And"
Mereka berdua berjalan memasuki rumah dan masih saja Andaro dibuat kagum akan penataan lahan tempat tinggal milik Daddy Hero. Kisaran luas lahan dapat mencapai 3 hektar dengan dominasi taman, rumah kaca untuk sayuran hidroponik, buah, dan kolam renang outdoor dengan jakusi indoor di sebelahnya.
"Welcome back to our home Nak.. (selamat datang kembali k rumah)", Daddy Hero datang menyambut dari arah cottage di sebelah utara kolam renang. Ternyata rumah utama yang dilewati hanyalah terdiri kamar tamu, dapur dan ruang tamu. Untuk kamar Viktor, Valencia, dan Daddy berbentuk cottage yang di dalamnya terdapat kamar, mini bar, ruang baca yang masih lebih luas dibanding rumah milik Dion dan Valencia.
"Selamat datang Andaro... kau bisa menempati kamar tamu atau kau bisa juga pilih tinggal bersamaku atau Viktor, tiap cottage punya kamar tamu juga. Milik Valencia ada si bagian timur dan Viktor di barat."
__ADS_1
"Rumah anda sangat mengesankan Tuan... mungkin saya akan tinggal di cottage Viktor kalau dia tidak keberatan."
Daddy Hero mengangguk, "Panggil saja aku Daddy.. hmm.. " ucap Daddy sambil mengerlingkan mata membuat Valencia melolot dan terheran. Andaro hanya mengangguk patuh dan tersenyum.
"Dua anak kurang untukmu Dad??"
"Kurasa Andaro masuk dalam spesifikasi pria yang cocok untuk jadi anakku Cia... jadi tak usah protes... "
"Tapi dad.. "
Valencia masih saja ingin mengajak berdebat, melihat hal itu Andaro memisah mereka dengan pertanyaan, "Dad, cottage terpisah dengan ruang makan di rumah utama, kalau musim penghujan atau cuaca sedang tak bersahabat, bukankah seperti terkungkung di dalam cottage masing-masing??".
"Nice question Nak.. (pertanyaan bagus), lihat ada beberapa rangka besi yang menjulang tinggi di beberapa tempat mengitari lahan ini?? itu bukan penangkal petir... kau lihat di atas cottage ku juga ada tiang yang sangat tinggi... itu bukan tiang bendera.. meskipun bisa juga dimanfaatkan jadi tiang bendera haha.."
Daddy Hero melangkah ke dalam cottage mengambil ponselnya.
"Aku, Viktor, dan Valencia memiliki pengendali dalam ponsel kami masing-masing... oh.. kau masih memilikinya bukan Cia?? " Valencia hanya mengangguk.
"jadi... saat dirasakan cuaca tidak bersahabat atau panas terlalu terik, kami dapan mengaktifkan mode aviary... terdengar seperti kita akan dikurung seperti burung tapi aku menyebutnya seperti itu karena saat mode aviary diaktifkan maka dari tiang-tianh itu akan keluar kerangka besi dan serat fiber yang akan menutupi sekeliling rumah menaungi seperti kanopi jadi tidak perlu kawatir ketidak nyamanan berjalan di tempat ini akan terganggu karena cuaca."
Daddy Hero membimbing Andaro dan Valencia untuk makan siang bersama, Viktor masih bekerja sehingga tidak dapat bergabung.
"Ceritakan Andaro, bagaimana kau hidup tanpa memiliki orang tua yang melindungimu??"
Pertanyaan Daddy Hero mengagetkan Valencia dan Andaro.
"Ternyata kau sudah menyelidikiku Dad.. ya aku beruntung dapat tetap hidup dan seorang Yakusa menganggapku sebagai anaknya meskipun tak serta merta aku masuk dalam organisasinya itu. Belajar tentang bisnis, kemandirian, ketidak adilan, kekerasan yang mungkin orang tua normal tidak akan bagikan pada anaknya."
Daddy Hero mengangguk paham dan tahu bahwa Andaro tidak menutupi asal usulnya, sesuai dengan info yang dia terima.
Sembari makan, Daddy Hero melihat Valencia yang nampak tidak berselera. "Kenapa makanmu seperti itu? perlu kita ganti menu?"
Valencia menggeleng, dan memakan sajian kuah kari dihadapannya dengan enggan. Andaro yang melihatnya menuangkan orange juice dan mengarahkan buah-buahan di hadapan Valencia.
__ADS_1
Siang itu Valencia melahap buah-buahan dan menyingkirkan kari yang aroma rempahnya cukup membuat perut tak berselera.
Daddy Hero melihat perhatian Andaro merasa senang dan ingin segera meresmikan Andaro menjadi anak mantunya.