
"Kalau begitu nanti berkabar lagi, saya harus persiapkan untuk perjalanan sambil coba cari keberadaan Dion. Valencia... jangan menyerah dan tetap jaga kesehatan. bye. "
Suara tegas penuh janji Andaro seperti setetes embun segar yang menetes di padang tandus milik Valencia. Dukungan , itulah yang diperlukan oleh Valencia saat ini. Meski dua tahun pernikahan dengan Dion mengajarkan hal baru tentang kemandirian tapi masalah pekerjaan terlebih soal hukum sangatlah hijau bagi Valencia.
Diambilnya kunci mobil yang tergeletak di nakas tempat tidurnya, paling tidak badannya harus kuat dan segar. Sudah cukup hati dan pikirannya di buat kacau oleh Dion. Kalori hasil mengkonsumsi pizza siang tadi sudah ludes dengan setiap panas hati dan pikirannya. Ketenangan jiwa dan perut yang dia perlukan saat ini.
Mobil SUV nya meluncur mulus di jalanan yang lenggang, sudah lewat jam pulang kantor dan mungkin banyak masyarakat yang sedang bersama dengan keluarga menyaksikan piala Thomas yang sedang berlangsung. Valencia teringat Daddy Hero dan Viktor, seberapa tidak cocoknya mereka bertiga tapi pertandingan bulutangkis selalu menjadi pemersatu.
Wine, Apple Juice, Espreso ditemani dengan keripik kentang, burger, dan kacang oven itulah yang kerap kali tersedia saat mereka bertiga berkumpul tanpa janjian untuk menyaksikan jagoannya berlaga. Bibi di rumah sudah hafal dengan benar kebiasaan majikannya dan tanpa disuruh sudah tersiapkan, maklumlah Bibi Ratih sudah ikut dengan keluarga Valencia sejak Viktor lahir dan merawat Valencia seperti anaknya sendiri sepeninggal istri Daddy Hero yang tidak dapat diselamatkan karena preeklamsia saat mengandung Valencia.
Rasa rindu merebak dihati Valencia dan tak terasa mobil sudah terparkir di depan Subway. Italian BMT Parmesan dengan extra avocado dan onion sudah mengundang perut Valencia bergemuruh mengingatkan bahwa lambung sudah kosong perlu cepat terisi.
Valencia sudah menuju ke tempat duduk bersama nampan berisi pesanan ketika tatapannya bertemu dengan sorot mata tajam seorang pria di depannya.
"Duduk, jangan pergi, kita makan bersama," ucap pria itu penuh kharisma dan tak dapat dibantah.
Valencia memikirkan apa yang harus dikatakan dan apa yang akan menjadi topik obrolan, penyesalan menolak opsi take a way sudah terlalu terlambat. Valencia hanya bisa duduk dan menyesap orange juice nya dan mulai menyantap sandwich dihadapannya.
Pria yang dia temui menarik kursi di depan Valencia dan duduk menatap adik yang sudah cukup lama tidak dia temui
"Kamu terlihat lebih kurus, suami kesayanganmu itu ternyata tidak dapat merawatmu lebih baik daripada aku dan Daddy. "
__ADS_1
"Ehm... sudah lah Viktor ayo kita makan, atau kamu buru - buru pulang karena mau nonton Minion bareng Daddy?? " Alih Valencia mengingatkan bahwa ganda putra yang dijuluki Minion sedang bertanding.
"Melihatmu lebih penting dibanding Minion, aku akan lihat siaran tunda mereka besok. Sekarang katakan dimana suamimu?"
"Uhuuk.. uhuuk.. " pertanyaan Viktor tepat sasaran dan tak diduga oleh Valencia.
Viktor menepuk-nepuk punggung adiknya dan menyodorkan minuman untuk mengurangi efek tersedak.
"Sorry... minum.. "
"Thanks... thanks sudah buat sandwich ini kehilangan rasa," sindir Valencia hanya ditanggapi dengan senyum sinis dan alis terangkat dari Viktor
"Dia di rumah, aku makan duluan karena sudah keburu lapar. Dia sudah pesan juga nanti dia makan di rumah"
"Lalu mana pesanannya?", Viktor masih bersikeras menyelidik
"Itu.. itu masih ada di masnya belum dibuat, lagian enak an fresh aja waktu mau pulang aja kan."
"Sekarang kamu ada bisnis baru ya?"
Viktor mengerutkan muka bingung, "Maksudmu? "
__ADS_1
"Jadi wartawan infotainment!!! makan gih... aku mo pesan buat Dion." tanpa menunggu jawaban Valencia melangkah memesan dua sandwich untuk take away
Mau kau sembunyikan berapa lama Valencia. Sampai kapan kau bisa bertahan untuk mencoba membereskan setiap masalah seorang diri??
Batin Viktor menatap punggung adik tersayangnya.
Sebaiknya aku cepat pulang, semakin lama bersama Viktor akan semakin banyak pula pertanyaan yang memancing jawaban. Valencia berpikir sembari mengetuk tangan tanpa sadar membuat waiters merasa pelanggannya sedang diburu waktu.
"Maaf terlalu lama menunggu, pesanan Roast Chicken Parmesan dan BBQ Beef Bacon.."
Segera Valencia melenggang ke arah Viktor,
"Aku balik dulu ya, salam buat Daddy dari anak cantik tersayangnya... lain kali kita nonton Minion bareng lg ya..."
Viktor tak segera menjawab tapi justru segera mendekap adiknya. Greb...
"Hati-hati di jalan ya. Sampaikan salamku untuk Dion, katakan padanya kalau berani buat masalah yang menyulitkanmu... dia tak hanya berhadapan Daddy Hero tapi juga denganku. Dan kau Cia... jangan ragu pulang ke rumah kami merindukan kegaduhan yang kau buat di rumah."
Badan Valencia terasa panas dingin mendengarnya, seolah Viktor sudah punya firasat atau masalah yang dia alami sudah terendus keluarganya?? tapi kalau Viktor sudah tahu, pasti dia sudah bertindak lebih lanjut.
"Okeee kakak ku tersayang.. aku juga merindukan kalian.. sampaikan salam ku untuk daddy.. aku pulang... bye."
__ADS_1