Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Propose


__ADS_3

Tersedak saat memakan kuah kaldu bumbu mala adalah hal yang paling tidak mengenakkan dibanding setiap sakit hati yang dirasakan Valencia.


Kalau ada lagu lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati, kali ini berbeda dengan Valencia yang memilih tersakiti oleh pria yang akan dia tinggalkan segera dibanding harus tersedak mala (rempah berbentuk kecil seperti merica yang biasa dicampurkan dalam makanan sebagai penyedap tapi dapat menimbulkan efek kebas pada lidah kalau tergigit langsung. Rempah mala berasa dari provinsi Sichuan China).


Andaro yang merasa bersalah menyodorkan air putih dan menepuk-nepuk punggung Valencia dengan ringan, tissue diraih untuk membersihkan cairan yang mengalir dari hidung, pengar dan pedas di tenggorokan menyisakan pedih.


Valencia masih tidak bisa berkata-kata meskipun sudah terhenti dari reaksi tersedaknya. Matanya melirik benci pada Andaro.


"Sorry Val.. aku gak nyangka reaksimu bakal seperti itu." Andaro mencoba tersenyum dan mencairkan suasana


"Gak lucu kali man... ah.. aku tak bisa lagi makan.. perih tenggorokan ku. Caramu melamar sangat tidak boleh diterapkan!! "


Andaro tertawa mendengar ocehan Valencia. Melihat hidung Valencia yang memerah, mata berair, suara sedikit serak menjadikan wanita dihadapannya semakin menarik dan sexy.


"Aku belum melamarmu Val... tadi hanya sekedar pertanyaan, tidak lebih... karena kadang aku merasa orang hanya menilik masalaluku sebagai mantan napi, tidak menelisik lebih dalam alasan dan bagaimana itu terjadi. Kadang merasa diri tak pantas juga untuk berpasangan."


Meskipun Andaro mengiba dan mencoba mengorek jawaban Valencia tapi karena sakit akibat tersedaknya masih belum reda, Valencia hanya menjawab dingin, "Kalau memang tak ingin berpasangan, kau bisa jadi Biksu atau Romo saja.. baktikan dirimu pada agama dan berwelas asih terhadap sesama."


Andaro mendengus, "Kau keterlaluan Val... jiwaku tak seputih dan bersih itu untuk jadi Biksu atau Romo. Ya sudah ayo kita pulang... hari ini sangat melelahkan untuk kita."


"Sudah tak butuh komentarku?? (kalau pertanyaan tadi bukan bentuk lamaran)"


"Terserah kau sajalah, sudah tak minat tahu."


Andaro melangkah ke meja kasir untuk membayar paket all you can eat pesanan mereka. Valencia mengamatinya sambil menggeleng heran karena merasa sekarang posisi berbalik, bukannya Valencia yang harusnya masih bisa bertahan dengan kemarahannya tapi sekarang seolah Andaro sedang menunjukkan aksi ngambek tiba-tiba.


"Kau mau langsung pulang?", basa basi Valencia yang di jawab gelengan Andaro yang berjalan keluar dari restoran. Valencia mengikutinya dan merasa heran karena arah jalan Andaro bukan mendekati mobil mereka.


"Andaro.. mobil kita di sini... "


Yang di panggil tak berkutik dan tetap ngeloyor berjalan..


Ckckckck kenapa ngambek si.. orang jadi Biksu atau Romo itu pilihan dia kenapa jadi marah seolah aku memaksanya?? hahaha lucuu banget sih ni orang. Batin Valencia


Andaro masuk ke gerai es krim yang banyak tersebar di setiap ruko kosong dan menyulapnya jadi tempat ramai pembeli. Andari pilih oat milk less sugar, di liriknya Valencia yang sesuai dugaan tetap mengekor di belakang.

__ADS_1


"Kamu mau rasa apa?? biar mendinginkan tenggorokan efek mala."


Valencia terperangah ternyata Andaro masih peduli pada tenggorokannya, Valencia menunjuk vanila cone dan beranjak mencari tempat duduk.


Baru kali ini dia tidak menolak es krim di malam hari. Perubahan mulai datang, sudah tak peduli pada bentuk badan yang penting saat ini adalah hati yang nyaman dan kesehatannya bersama janin di perutnya. Tanpa sadar Valencia mengelus perut perlahan. Dari tempat Andaro berdiri dapat di lihat Valencia yang tengah melamun sambil membelai perutnya. Senyum Andaro terkembang yakin bahwa seburuk apapun naluri keibuan akan datang dan memberikan perlindungan pada anak mereka. Meskipun ada juga Ibu yang lebih parah dari hewan dan rela mengorbankan anaknya demi egosentris diri yang pasti Valencia tidak termasuk di dalamnya.


Pesanan sudah diterima dan Andaro melangkah mengantarkan es krim dan menyerahkan ke Valencia.


"Kau pengen buat aku obesitas ya??? " protes Valencia sambil menerima es krim cone vanila dan segera menyesalnya.


Andaro tergelak, "Kalau kau merasa sudah terlalu obesitas, aku akan temani kamu berolahraga supaya tetap sehat."


"Aku mau." jawab Valencia singkat sambil terus menikmati lelehan lembut vanila yang mendinginkan tenggorokannya. Andaro hanya menjawab sengan senyum dan anggukan.


"Bukan untuk berolah raga, tapi kalau posisi ku normal pasti tak akan keberatan menikah dengan mantan napi... " penjelasan Valencia merebut perhatian Andaro.


"Buatku yang penting bukan status masa lalu Andaro, tapi karakter yang dapat berpengaruh pada masa depan. Asalkan pria itu mencintaiku dan anakku... kurasa itu sudah cukup"


Pendengaran Andaro sangat detail menangkap, entah sadar atau keluar begitu saja tapi Valencia sudah menyinggung soal anak. Tapi rasanya masih belum waktunya untuk dibahas saat ini. Biar Valencia membuka cangkang nya perlahan dan bertahap supaya dia terbiasa dan seperti anak ayam yang lebih kuat dibanding albumin dan yolk dalam cangkang.


"Tak usah menyindirku Andaro, kita tau yang ku maksudkan"


"Hm... jadi bagaimana dengan surat pengajuan ceraimu... sekarang status Dion masih calon mantan suami atau sudah jadi mantan suami?"


"Menuju ke mantan suami, rekanku di pengadilan agama infokan kalau panggilan ke Dion di abaikan selama waktu tertentu maka otomatis pengajuan ku disetujui dan dia resmi jadi mantan suamiku.


" Bagaimana denganmu Val?? "


"Kau sudah siap melepaskan Dion? "


Tak tunggu lama Valencia menjawab mantap. "Sangat siap."


"Kau sudah siap menyandang status janda kembang??"


"Hahaha setidaknya ada embel-embel kembang di belakang status jandaku, Andaro... itu cukup menghibur... aku harus siap dengan setiap hal yang harus aku hadapi setelah ini."

__ADS_1


Andaro menyeka sudut bibir Valencia yang belepotan es krim.


"Kalau ada kumbang yang ingin memiliki kembang itu, apa masih memungkinkan?"


"Entah Andaro... aku tidak mungkin munafik bahwa pernikahan ini cukup meninggalkan rasa trauma, apa mungkin aku bisa merajut biduk pernikahan lagi dan bertahan sampai masa tua atau akan kembali berakhir luka?? ah entahlah Andaro.. yang jelas aku harus kuat menjalani hidup ini.. aku memiliki motivasi untuk tidak menyerah dan meratapi masalah."


I know Val, anakmu jadi kekuatan baru untukmu. Kalau saja kamu bisa menerimaku... aku siap jadi ayah untuk anakmu... Ungkap Andaro dalam diam.


"Yang jelas Van... kalau kau membuka kesempatan untuk kumbang tinggal pada kembang mu... kau harus tahu aku sudah mengambil antrian yang pertama untuk kau seleksi haha.. " serius Andaro dalam candanya.


"Masih tetap saja ya, untunglah aku tidak tersedak lagi... "


Mereka keluar dari gerai es krim dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Valencia untuk mempersiapkan diri esok berpindah ke rumah Daddy Hero.


Valencia menatap Andaro yang berjalan di sampingnya dan membukakan pintu mobil tanpa di minta, semua yang dilakukan Andaro terasa natural dan tidak berlebihan. Kenyamanan berada di sampingnya sudah sangat terasa.


Kalau memang harus menikah lagi, Kau bukanlah pria yang dapat aku tolak Andaro... tapi mungkin kau yang akan menolakku saat tahu dalam perut ini sudah tumbuh janin benih cintaku dan Dion. Ratap Valencia dalam hati.


Kedua anak manusia melangkah memasuki rumah, Valencia masuk ke dalam kamarnya yang sudah dipastikan aman dari serangga sedangkan Andaro berbenah dan tetap memilih tertidur di sofa.


Datangnya Cinta terasa tiba-tiba


Tak dapat dipaksa atau rekayasa


Rasa memiliki, ingin melindungi dan dilindungi


Peduli dan selalu ingin berbagi


Saat itulah bunga cinta sedang bersemi


Tak perlu sentuhan panas


Cukup perhatian dan kehangatan pandang


Membelai relung jiwa untuk tetap bernapas

__ADS_1


Merasa utuh saat bersama meski hanya melihat bintang


__ADS_2