
"Apakah kau juga merasa ada yang salah Dad?" bisik Viktor sambil menerawang suasana yang merasa aneh.
Daddy hanya ber"hemm" sambil menyesap kopi dan melirik pria oriental yang menyantap sandwich dengan tenang. Berbeda dengan Valencia yang memejamkan mata sambil sesekali menggelengkan kepala.
Apa anakku mulai terkena parkinson atau mulai terserang syarafnya?? Apa ada yang kulewatkan soal Andaro? Seolah kami tamu dan dialah pemilik rumah ini... pria yang menarik. Daddy Hero mulai menelaah.
Daddy Hero yang tak tahan karena menuruti instruksi seseorang mulai membuka suara, "Baiklah karena kita sekarang sudah berkumpul disini... "
Tangan Valencia membentuk huruf T pertanda menghentikan Daddy yang sedang berbicara, "Sorry Dad.. aku merasa saatnya tuan rumah berperan dan bukankah ini rumahku??"
Viktor menyentakkan jemarinya setuju, "Nah.. itulah yang kumaksud."
Andaro hanya tersenyum sambil menyelesaikan suapan terakhir sarapannya dan menutup dengan kopi hangat. Melihat ketiga ayah anak di depannya Andaro tergelak dalam hati...
Keluarga yang unik dan menyenangkan.
Gerakan Andaro yang akan membereskan meja dan mengisi kembali gelas yang kosong terhenti oleh intruksi Valencia,
"Andarosan, kembalilah duduk.. kau tamu ku please jangan terlalu nyaman dan ijinkan aku menjernihkan atmosfer rumah ini yang membuatku pusing."
Andaro mengangguk patuh, sementara Viktor terkikik dalam hati melihat keseruan dihadapannya, jelas saja Valencia sudah berubah hingga dapat menghentikan Daddy bicara dan seorang pria kembali duduk tenang.
__ADS_1
"Daddy, Viktor jelaskan padaku apa yang membawa kalian tiba-tiba ke rumah ini sekarang?? sudah dua tahun aku tinggal di sini tapi sekalipun kalian tak pernah mau singgah."
Viktor memberi kode kepada Daddy untuk menjawab, "Aku dan kakakmu sudah dengar sedikit kabar soal calon mantan suami mu yang pergi dan bisnis start up rintisannya yang sepertinya akan diperkarakan hukum. Daddy tak bisa diam saja Cia, kau tak punya pengalaman soal bisnis terlebih hukum. Jadi Daddy ke sini untuk tahu lebih lanjut supaya masalahmu segera selesai. Daddy pastikan tak ada jeratan hukum perdata atau pidana yang mengarah padamu dan setelah semua terang daddy harap segera kau putuskan tali pernikahanmu dengan si brengsek itu."
Andaro menatap jam tangannya, waktu terus berjalan dan masih belum ada kemajuan laporan dari anak buahnya di Jepang tentang keberadaan Dion dan saat ini pun belum ada kesempatan menilik ruang kerja Dion untuk melihat kepastian masalah yang terjadi.
"Daddy tak pernah memberikan aku kesempatan untuk punya pengalaman jadi bukan salahku tak berpengalaman."
"Baiklah Cia, kalau begitu kau sudah setuju untuk aku dan Daddy membantumu.. ayo kita ke ruang kerja Dion, " Viktor yang berdiri kembali duduk melihat Valencia melirik tajam dan telunjuknya memberi instruksi untuk kembali duduk.
"Nope Viktor, kalau lagi-lagi kalian membantuku, kapan aku akan punya pengalaman?? ijinkan aku mencoba menyelesaikan masalah ini dan kalau aku sudah menyerah pasti aku akan meminta bantuanmu dan Daddy."
Daddy Hero melihat Andaro yang sangat santun tidak berucap dan hanya menikmati kesendiriannya menyesap kopi.
"Ya Om, pahit legit dengan after taste manis di belakangnya. Sayang sekali kebanyakan peminum kopi bukan penikmat sesungguhnya, karena mereka mencampurkan gula, krim bahkan flavour. Semoga masalah yang Valencia hadapi seperti kopi ini, akan terasa manis setelah melalui rasa pahit dan legit."
Valencia yang mendengar penjelasan Andaro tersenyum simpul dan kembali memperkenalkan partner nya pada keluarganya, "I hope so Andaro.... Daddy, Viktor... dia lah partner yang akan membantuku belajar mendapatkan pengalaman untuk menyelesaikan masalah bisnis."
Daddy Hero masih tak bisa menerima karena anak kesayangannya lebih memilih support orang lain ketimbang dirinya.
"Kalau memang kau butuh bantuan bukannya lebih baik Daddy atau Viktor saja yang bantu? tak perlu dia yang bukan tidak mungkin menjadi kroni calon mantan suamimu."
__ADS_1
Keras kepala Valencia memang menurun dari Daddy jadi tinggal menunggu saja siapa yang lebih keras dan kuat kali ini.
"Beda Dad, aku yakin Andaro akan membiarkan aku turut terlibat berbeda dengan Daddy dan Viktor yang akan memberikan ku tiket berlibur sementara kalian menyelesaikan masalah. Satu lg Dad, namanya Dion.. tak perlu kau sebut calon mantan suami... karena siang kemarin aku juga sudah ajukan berkas permohonan perceraian ke KUA."
"Bagus.. itu baru anak Daddy. Dan kau Nak.. Andaro.. apa aku bisa mempercayakan Valencia padamu?? apa kau punya pengalaman dalam bidang hukum dan masalah perusahaan??"
Mendengar pernyataan Valencia soal keputusan berpisah dengan Dion dan Daddy Hero yang mempertanyakan kepercayaannya menitipkan Valencia, hampir membuat Andaro salah paham.
"Kebetulan saya pernah mengelola bisnis Om dan meskipun Dion adalah teman saya, dalam hal ini saya membantu Valencia dan Dion dalam masalah tuntutan hukum yang dihadapi. Teman saya di Jepang juga sedang mencari keberadaan Dion."
Viktor menatap Andaro dengan sinis, "Semoga kau tak brengsek dan memanfaatkan Valencia seperti temanmu itu."
"Pria sejati tak akan memanfaatkan wanita untuk kepentingan diri dan egonya. Kau bisa membuktikan seberengsek apa aku Mr Viktor. Keberasaanku di sini karena rasa tanggungjawab awal perintisan start up juga atas dukungan ku. Jadi ijinkan aku bantu Valencia menyelidiki masalah sebenarnya."
Daddy Hero dan Viktor berusaha untuk mempercayai Andaro dan menghargai keputusan Valencia. Mereka berdua meninggalkan rumah dengan pesan bahwa jangan bosan kalau mereka akan sering bertanya perkembangan masalahnya.
Setelah kepergian Daddy dan Viktor, Valencia merebahkan punggungnya di sofa. Andaro masih berdiri di teras melakukan panggilan telepon.
"Maaf Andaro, aku sudah sangat merepotkanmu, semoga dalam dua hari ini masalah akan terurai dan kau bisa kembali dengan kesibukanmu di Jepang."
Andaro menatap lingkaran hitam ada mata Valencia dan wajahnya yang terlihat lebih kusam. Binar keceriaan yang pernah dia lihat seakan meredup, meskipun itu tidak menghilangkan kecantikan natural dan sorot mata indah kecoklatannya.
__ADS_1
"Teknologi berperan serta Val, aku masih bisa mengurus pekerjaanku dari sini jadi kau tak perlu sungkan. Baiklah sekarang tunjukkan padaku dimana ruang kerja Dion.. "
Valencia mengangguk dan berjalan mengarahkan Dion ke pintu yang merupakan extention rumah sebelah yang sudah dijadikan kantor oleh Dion.