Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
ikebana


__ADS_3

"Kalau dengan kejujuran ku melukai hatimu, kuharap aku dapat menghiasinya dengan penyesalan untuk selalu membahagiakanmu dan selama aku hidup tak akan kubiarkan kau terluka, sayangku... Valencia", batin Andaro melihat kepergian Valencia.


Dua hari sudah berlalu sejak pengakuan Andaro pada Valencia di Rinku. Viktor membatalkan kepulangannya ke Indonesia karena melihat reaksi Valencia yang tak wajar. Sepulang dari Rinku hingga hari ini, Valencia seolah mengalami gangguan pita suara dan pendengaran. Tak ada kata yang terucap tak ada tanggapan pada setiap ucapan yang diarahkan padanya.


"Setidaknya kau berbicaralah padaku, jangan diam terus seperti itu. Ayo katakan... apa yang buat kamu diam seperti ini Val.. " protes Viktor saat mengunjungi rumah Andaro dan hanya di sambut lirikan Valencia.


Andaro sengaja meminta Viktor untuk datang menemani istrinya. Besar harapan kehadiran Viktor akan membuat hati Valencia lebih baik dan mulai terbuka. Sudah dua hari ini Valencia selalu menghindari Andaro, saat Andaro masuk ke kamar maka Valencia akan keluar dan saat Andaro menyusulnya segera Valencia masuk kamar dan menguncinya.


Andaro lebih memilih menghadapi cerewet omelan atau cerita riuh Valencia yang kadang terdengar membosankan, dibandingkan menghadapi Valencia yang sangat jelas menghindarinya. Valencia baru keluar kamar jam 10 siang setelah memastikan Andaro pergi dan masuk ke kamar jam 5 sore sebelum Andaro kembali.


Tanpa sepengetahuan Andaro, Valencia sudah menyiapkan snack dan buah untuk mengganjal rasa laparnya yang semakin besar. Berbeda dengan Andaro yang kawatir Valencia dan bayinya akan kurang gizi karena aksi protes yang dilakukan.


"Sebaiknya kau bicara dan marahi saja Andaro, Val. Jangan semua orang kau diamkan seperti ini," Viktor masih bersikeras untuk membuat Valencia bicara sementara Valencia tetap diam dan mengunyah melon Hokkaido yang sengaja sudah dikupaskan Andaro sebelum pergi kerja.


Viktor mulai jengkel, "Baiklah aku pergi saja kalau hanya daripada seperti sedang bicara dengan Charlie Chaplin. Ow ya besok aku akan pulang karena percuma aku ada di sini. Mungkin Daddy akan datang dan menjemputmu dengan surat cerai yang bisa segera kalian tanda tangani."


Penuturan Viktor membuat Valencia tertegun, kata cerai begitu menyeramkan dan tidak ada terbersit dipikirannya untuk bercerai.


Valencia menghentikan langkah Viktor, "Jangan pergi... aku kesepian."


Viktor berbalik dan memeluk adiknya, "Ahh my sweety sister... kau sudah hampir resmi menjadi seorang ibu tapi kelakuanmu tetaplah adik kecilku... menangislah atau pukul saja aku kalau itu bisa membuatmu merasa lebih baik... tapi ingat jangan cubit.. pukulan saja!!!"


Viktor memang tidak tahan dengan cubitan, dia bisa menghajar preman dengan beberapa pukulan dan menang telak, tapi akan langsung lunglai saat tercubit. Hanya Valencia dan Daddy Hero yang tahu kelemahan unik Viktor.


Di dalam dekapan Viktor, Valencia mulai sesenggukan, tak ada kata, hanya suara lirih ingus yang dipaksa masuk dan napas yang ditahan untuk tetap stabil.


Tepukan tangan Viktor di punggung Valencia membantu Valencia mengeluarkan bebannya, tangisnya pecah. Setelah beberapa saat berlalu keduanya duduk bersebelahan. Viktor beranjak mengambil air untuk Valencia.


"Minumlah dan bersihkan wajah kumalmu," kata Viktor menyodorkan gelas dan tissue.


Air segar mengalir melegakan kerongkongan Valencia, "Viktor... aku bingung harus berbuat apa... "


Viktor masih sabar menunggu kata-kata Valencia selanjutnya.


"aku sudah mulai mencintai Andaro... tapi kalau benar dia memiliki peran atas meninggalnya Dion, aku seolah merasa ikut berdosa karena kematian Dion..... Meskipun aku tau Andaro adalah mantan napi, tapi aku masih tak bisa menyangka dia tega memutuskan untuk menghabisi nyawa seseorang."


Valencia mengacak rambutnya tanpa sadar dan mengelus perut perlahan seolah gerakan itu sudah menjadi gerakan wajib dan wajar yang bisa menenangkan hatinya.

__ADS_1


"Lalu, kau mau mengakhiri hubunganmu dengan Andaro?" Viktor memastikan.


"Tidak..," tidak menunggu lama untuk Valencia memberikan jawaban dengan tegas.


"Jadi, mau berapa lama kau berlaku seperti ini?? Andaro adalah manusia normal yang memiliki hati. Diabaikan seperti robot vacuum pasti sangat mengganggu dan menyebalkan, meskipun dia merasa sangat wajar kalau kau membencinya."


"Aku tidak merasakan benci padanya. Aku hanya merasa bersalah pada Dion dan Andaro. Aku merasa berdosa karena untuk membelaku Andaro akhirnya melakukan perencanaan dan berakibat tewasnya Dion. Aku benci pada diriku dan hidupku Viktor."


Airmata kembali mengalir meskipun tak sederas sebelumnya.


"Kau tahu Valencia... yang dlakukan oleh Dion sungguh sangat keterlaluan. Dia sudah membalas air susu dengan air tuba. Kalau pun dia membenci Daddy Hero karena merasa diremehkan, setidaknya harusnya dia sadar bahwa kepedulianmu terhadap keluarganya sudah melampaui batas wajar. Bahkan selama pandemi kau support keuangan Laura, Ibu, dan adik-adik Dion karena kemungkinan usaha tour agent yang tak ada pemasukan sama sekali. Kecuali kalau Dion tak tahu yang kau lakukan... "


Valencia menggeleng, karena bantuan yang dia lakukan berasal dari tabungan pribadi hasil saham Hero express, Valencia tidak cerita ke Dion karena menjaga harga diri Dion.


"Ckckck kau memang malaikat tak bersayap Val.. dan Dion adalah aaahh sudahlah... setidaknya kau perlu tahu Valencia, kematian Dion bukan dosamu tapi itu adalah balasan untuk kejahatan yang dia lakukan terhadapmu. Kalau bukan anak buah Andaro yang melakukan, pasti aku atau daddy akan menghabisinya."


Dering telepon memecah keheningan keduanya.


📞Viktor, kau sudah bersama Valencia?


Viktor menjawab Maiko yang menelepon, "Ya aku sudah bersamanya dan pita suara nya sudah pulih. Bagaimana dengan sepupumu?


Viktor mengamati Valencia yang sudah mulai tenang, "Bisakah kau carikan kegiatan untuk Valencia bisa menenangkan diri?"


📞(berpikir sejenak) Baiklah, akan ku kirimkan orang untuk mengantarkan kalian ke kursus Ikebana, paling tidak disana Valencia bisa mengalihkan perhatiannya pada keindahan.


"Kau ingin aku juga ikut merangkai bunga? no thank you tapi aku tidak tertarik, besok aku akan pulang dan aku harus packing," Viktor berkilah untuk menghindari ikut kursus merangkai bunga. Padahal Ikebana sangat berbeda dengan teknik merangkai bunga di Indonesia. Ikebana merupakan seni merangkai bunga di Jepang yang memiliki filosofi mendalam.



📞Baiklah kau tak perlu ikut, hanya pastikan Valencia mau naik ke mobil orang suruhanku yang akan mengantarkannya ke tempat kursus. Nanti malam biar Andaro yang menjemputnya.


Telepon diakhiri dan Viktor mencoba menjelaskan dan membujuk Valencia.


"Maiko menelepon. Kondisi Andaro juga tak baik dan kau tau karena apa itu."


Valencia menatap abangnya, "Lalu apa yang bisa kulakukan?"

__ADS_1


"Sekarang bersiaplah, Maiko punya cara asik untuk melepas penat dan membuatmu berusaha merangkai keindahan."


Valencia segera bersiap-siap, Ikebana adalah hal menarik yang pernah dia coba dalam kursus singkat d Indonesia. Tak banyak berpikir lagi seolah moodnya membaik dan sumringah dengan opsi yang diberikan Maiko.


Sampai ditempat kursus, Valencia merasakan atmosfir yang sangat nyaman, damai, tenang. Beberapa orang di sana nampak sedang melakukan teknik merangkai yang berbeda-beda sehingga sedikit nampak arah hasil akhirnya pun tak akan sama.


ikebana memiliki filosofi Tuhan, Alam, dan Manusia. Setiap perangkaian memiliki makna dan bukan hanya merangkai mengumpulkan bunga menjadi satu.


Lima jam kursus yang cukup melelahkan tapi menyenangkan melihat hasil karyanya yang simple tapi menurut Valencia sangat mencerminkan dirinya saat ini.



Belum banyak bunga dalam kehidupan pernikahannya dengan Andaro. Banyak masalah seperti ranting kering yang seolah merintangi kebersamaan mereka. Tapi ternyata ranting musim gugur juga dapat terangkai dengan indah.


Valencia melangkah keluar dari tempat kurus bersiap untuk berjalan menuju ke stasiun terdekat dan pulang ke rumah.


"Kita jalan-jalan ya baby.. kuat ya.. besok dedek juga harus terbiasa jalan supaya sehat ya.. " kata Valencia sembari melangkah dan mengelus perutnya.


Langkahnya terhenti, pria yang dua hari ini dia hindari datang menjemput.


Andaro tersenyum lembut dengan tatapan penuh kerinduan, diulurkan tangannya untuk membantu Valencia menuruni tangga. Andaro tak ingin langsung memegang lengan Valencia, dia menyerahkan pada Valencia apakah sudah mau bersentuhan atau masih enggan untuk berdekatan.


Valencia mengamput tangan Andaro, dan berjalan bersisian perlahan. Lengan kekar dan hangat berpindah memeluk bahu Valencia.


"Apa kau lapar honey?"


Tanya Andaro di jawab anggukan oleh Valencia. Pintu mobil terbuka dan mereka bersiap meluncur ke restoran katsudon.


"I miss you," lirih bisik Valencia saat mereka sudah mengenakan seat belt. Andaro tak menyangka akan mendengar itu dan seperti mendapatkan kejutan yang tak dinantikan, spontan Andaro menghadap Valencia memandangnya dalam.


"Oh Cia... kau tahu, dua hari kau menghindari ku dan tak mendengar suaramu, duniaku seakan runtuh.. "


Valencia menghadap ke arah Andaro memegang pipi suami tercintanya, "Terimakasih And, sudah sangat sabar terhadapku dan terimakasi untuk semua yang sudah kau lakukan untukku"


Andaro mengangguk dan mendekatkan jarak di antara mereka, meraih dagu Valencia dan mulai mengecup bibir lembut di depannya.


Valencia : "Biar lah setiap tangkai masalalu yang tak dapat terkubur, akan kurangkai untuk menghiasi kehidupan dan menambah keindahan bukan untuk merusak masa depan."

__ADS_1



__ADS_2