Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Status Baru


__ADS_3

Selepas makan siang, Daddy Hero mengajak Andaro berkeliling di lahan luas rumahnya sembari bercerita dan berusaha untuk mengenal lebih dalam


"Aku orang yang to the point nak.. basa-basi tak ada dalam kamusku. Dion, aku tak suka dengan mulut manisnya. Aku tak suka janji surga ataupun kemunafikan." Jelas Daddy Hero sambil berjalan dengan kedua tangan di belakang. Andaro berjalan tepat di sampingnya dengan tenang menunggu maksud arah membicarakan lelaki yang usianya dua kali lebih tua darinya.


"Aku menyukaimu Nak... bahkan sebelum aku mencari tahu latar belakangmu. Kau mengingatkanku pada diriku di masa muda."


"Bagian mana yang menunjukkan anda di masa muda Dad?"


Daddy Hero tersenyum dan menepuk pundak Andaro pelan, "Bagian rela mengarungi waktu dan jarak demi seorang wanita... tanpa perasaan cinta tak mungkin itu dapat dilakukan"


"Percayakah anda Dad, kalau yang kulakukan adalah kepedulian seorang teman?? Sahabatku menyakiti istrinya dan di depan mataku aku melihat seorang wanita yang seolah terjebak dengan hal yang tak dia mengerti. Bagaimana aku bisa tinggal diam??"


"Maaf tapi aku tak dapat menerima alasan itu. Kalau hanya kepedulian seorang teman, kau cukup kirimkan orang kepercayaanmu untuk membantu putriku. Kau bukan orang yang tidak memiliki kesibukan... meninggalkan urusan bisnismu di Jepang dan terbang ke Indonesia untuk Valencia.. ku rasa itu bukan effort perasaan seorang teman biasa."


Andaro hanya terdiam merasa terkuliti, bahkan saat memutuskan untuk menolong Valencia dia tak merasa ada dalih perasaan untuk Valencia. Atau hatinya berusaha mengelak.


"Mungkin kau tak menyadarinya Nak... seperti aku dulu saat mengarungi benua mendengar almarhum mommy Viktor dan Valencia yang saat itu kecelakaan di Italia. Dia hanyalah temanku dan kekasihnya ada di sana hanya dapat mengeluh saat Vinanda di diagnosis ke livernya rusak dan harus segera transplantasi... aku geram mendengar kekasih teman tersayangku yang tak segera ambil tindakan."


"Lalu.. apa yang kau lakukan Dad??"


"Saat itu juga aku ke Italia menyusulnya. Dan kau tau apa yang kulakukan?"


Andaro sudah menduga jawabannya, "Kau segera ke rumah sakit dan memberikan mengajukan diri prosedur transplantasi untuknya ?"


"Ya.. tapi sebelumnya aku mendatangi kekasih Vinanda calon istriku saat itu... kuhajar dia tanpa pikir panjang dan aku katakan untuk dia mengakhiri hubungan karena kuputuskan hubungan mereka harus berakhir sebelum ku berikan ginjalku dan menyelamatkan Vinanda."


"Bukankah itu sebuah pemaksaan Dad??"


"Nampak seperti itu Nak... tapi kurasa cukup sudah aku bersabar melihat Vinanda bersama pria yang bahkan tak bisa mengorbankan nyawanya untuk orang yang katanya sangat dicintainya."

__ADS_1


"Lalu.. bagaimana dengan perasaan wanita yang diperebutkan saat itu?"


"Setelah selesai operasi dan perlahan Vinanda pulih, aku sudah pastikan pria itu tak pemberlihatkan ujung kuku dan batang hidungnya. Aku muncul sebagai pahlawan untuk wanitaku.. sesuai dengan namaku Nak.... aaah... masa itu... harusnya ku abadikan tatapan Vinanda yang masih mencerna bahwa dia harus segera menikah denganku sebagai ganti nyawanya."


"Apa dia langsung menerima??"


"Tentu tidak... tapi aku sudah mendapatkan dukungan dari orang tuanya... mereka tahu ketulusan dan pengorbananku, orang tua mana yang masih meragukan ketulusan cinta pria yang rela berbagi organ bagi anaknya."


"Kau memaksakan menikah tanpa cinta Dad??"


"Tak senaif itu Nak.. tentu aku merayu Vinanda semampuku... transplantasi harusnya tak dapat dilakukan secepat dan setepat itu Nak... ada prosedur yang harus dilakukan, ada kecocokan yang harus dimiliki untuk bisa melakukan transplantasi. Kekasihnya bahkan tak mau repot untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan aku sahabat yang sudah lama mencintainya rela segera melakukan semua prosedur dan menerima sayatan organ dalamku demi dia, semua sesuai... bukan kah itu yang namanya jodoh??"


Andaro tertawa, "Aku membayangkan kau melakukan presentasi uji kelayakan pasangan yang sangat alot Dad..."


"Ya... sangat, Vinanda wanita yang sangat teguh, tapi memiliki hati yang lembut dan rapuh seperti Valencia tapi tidak terlalu banyak mengumbar kata seperti Viktor jadi perlu pendekatan yang ekstra untuk lebih tahu perkembangan perasaannya."


"Ya nak.. dan Vinanda sudah memiliki sebagian hatiku dalam tubuhnya hingga akhirnya kami menikah, baru aku merasakan perasaan cintanya mulai bertumbuh menerimaku sebagai bagian dari hidupnya."


"Viktor dan Valencia tahu kisahmu ini Dad?"


"Tentu, tapi tanpa adegan aku menghajar kekasih mommy mereka.. Anak-anak tahu bagaimana aku mencintai mommy mereka dan kepergian Vinanda saat melahirkan Valencia membuatku sangat kehilangan dan tak ingin anak-anakku terluka dan pergi khususnya Valencia.."


"Jadi itu yang membuatmu terlalu over protective pada Valencia?"


"Ya... dia sangat cantik seperti mommynya"


Andaro mengangguk setuju, sejak pertama bertemu Andaro sudah menyadari dengan sangat aura Valencia yang sangat kuat seperti mengandung hormon feromon yang menarik lawan jenisnya.


"Kini mengakulah Nak.. apa kau jatuh cinta pada anakku?"

__ADS_1


"Aku tak dapat berbohong lagi Dad."


"Menikahlah dengannya, aku ingin dia segera melupakan Dion dan merasakan perhatian tulusmu yang dapat membuatnya mencintaimu.. Surat perceraian sudah ku trima pagi ini sebelum kalian datang. Jadi status Valencia sudah resmi sebagain janda, dia tak terikat perkawinan dengan siapapun."


"Aku sudah mengajaknya menikah beberapa kali, ya meskipun mungkin bagi Valencia itu tampak ajakan sambilalu, tapi aku serius Dad."


Daddy Hero mencengkeram bahu Andaro, "Berjuanglah, setidaknya restuku sudah menyertaimu."


Mereka berdua berjalan kembali memutar melewati cottage Valencia. Di depan cottage Valencia sedang duduk menikmati seduhan bunga telang dan merendam kakinya dengan himalayan salt. Matanya terpejam dan tubuhnya tersandar rileks di bangku teras.


"Tempat ini memang yang terbaik untukmu Cia... bukankah menyenangkan kembali ke rumah ini? Kau aman nak bersama kami."


Valencia membuka matanya dan melihat Andaro dan Daddy Hero bersebelahan, Daddy Hero bersedekap tangan menatapnya sedangkan Andaro berdiri dengan kedua tangannya ada di dalam saku celana rumahannya.


"Kalian seperti bapak dan anak, sedangkan aku seperti tamu yang dibiarkan seorang diri." kata Valencia bersandiwara mencebikkan bibir.


"Hahaha.. harus kau terima bahwa anakku mungkin sekarang sudah ada 3 atau akan bertambah saat Viktor sudah membawa calon istrinya menemuiku."


Valencia terkaget, "Siapa kekasih Viktor???"


Daddy hanya tersenyum, "Masih rahasia tapi kurasa kalian akan mudah akrab. Baiklah.. Cia.. Daddy akan pergi sebentar dan selamat sekarang statusmu sudah single.. surat putusan pengadilan agama sudah keluar dan menyetujui pengajuanmu."


Valencia tak tahu harus senang atau sedih, dia hanya mengangguk dan tanpa disadari jemarinya membelai perutnya ringan. Tindakan Valencia tak lepas dari pandangan Andaro.


"Aku akan menemani Valencia di sini Dad.. terimakasih sudah menemaniku memutari rumahmu yang indah dan asri."


Daddy Hero mengangguk senyum dan sepintas menggerakkan tangannya memberi semangat dengan binar mata yang seolah berbicara, "fighting!!! (semangaat)"


Valencia hanya menggelengkan kepala melihat Daddy nya, dia pikir maksud Daddy adalah memberikan support padanya yang sudah berstatus janda.. Tak ada pikiran bagi Valencia yang menduga bahwa support itu untuk Andaro..

__ADS_1


__ADS_2