
...-DSP-...
"Oh jadi ini yang selama ini kalian lakuin ke Sheila?" ucap Dira dengan nada geram yang membuat semua tatapan tertuju padanya.
Sontak hal itu membuat Bellen tersenyum sinis dan melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Sheila, "Gak usah ikut campur bukan urusan lo!"
"Dia temen gue jadi ini urusan gue,"ujar Dira.
Bellen tertawa sinis dan berjalan mendekati Dira, "Dira Dira lo gue biarin semakin menjadi-jadi ya. Jadi lo alasan anjing gue gak patuh lagi sama tuanya?"
"Gue gak nyangka lo ngelakuin hal sejahat ini kak, memangnya salah Sheila apa sampai kalian selalu ngebully dia?" ucap Dira, ia selalu berusaha berfikir positif tentang Bellen tapi ternyata itu salah.
Bellen memegang dagu Dira kuat, "Heh gue gak perduli lo mikir tentang gue kek gimana, gak ada ruginya buat gue."
"Jadi jangan sok jadi pahlawan. Gue bukan pengecut kayak Nindi, yang langsung takut hanya karena digertak dengan bocah tolol kek lo. Ngerti?" Lanjut Bellen.
Mendengar perkataan Bellen, Dira hanya tersenyum dan melepaskan tangan Bellen dari dagunya, "Ngerti."
Dira berjalan menghampiri Sheila dan menarik tangannya, "Ayo Sheil kita pergi! Gue akan laporin semua ini ke guru."
"Yakin mau ngelaporin gue?"tanya Bellen.
"Yakin Sheil?"tanya Bellen lagi.
Dira menatap wajah Sheila yang penuh dengan rasa takut dan keraguan, "Tenang Sheil ada gue lo gak perlu takut, kita harus ngelaporin mereka ke pihak sekolah."
"G-gue,"ucap Sheila ragu.
"Kalau dia mau video bugilnya kesebar sih gue oke aja kalau di laporin," ucap Bellen sambil menggoyang-goyangkan handphonenya yang membuat Dira terkejut. Di genggaman tangannya ia merasakan tangan Sheila bergetar.
Sheila menguatkan genggaman tangannya dan menatap Dira sendu, "Jangan Dir, gue gak papa kok. Jangan ngelakuin apa-apa gue mohon."
"Bisa bisanya lo, astagfirullah," Dira sudah tidak bisa berkata-kata lagi dengan hal yang dilakukan Bellen, bisa-bisanya dia ah sudahlah.
Sekarang apa yang harus Dira lakukan, ia harus mencari cara agar video itu dihapus. Tapi bagaimana? Dira tidak tahu ya Allah tolong Dira ya Allah.
Bellen dan teman-temannya tertawa senang melihat Dira dan Sheila yang tidak bisa berkutik di hadapan mereka. Selama kelemahan Sheila ada di tangannya mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa.
"Kenapa? Gak jadi di laporin nih? Takut ya hahaha,"seru Bellen senang.
Bellen menatap Dira tajam, "Makanya jangan main-main dengan gue," lanjut Bellen.
Dira sudah tidak tahan melihat tingkah mereka tidak ada gunanya berlama-lama di tempat itu, hanya akan mengundang amarah saja.
"Ayo Sheil kita pergi!" Dira hendak membawa Sheila pergi namun ditahan oleh Kirana.
"Eh mau kemana? Si pms belum beliin Bellen makanan gak tau ya princess lapar? Buruan sana beli!" Ucap Kirana.
Sheila melepaskan genggaman tangannya dan Dira, "Lo duluan aja Dir, gue mau ke kantin dulu."
__ADS_1
"Biar gue yang beli,"Dira mengambil uang milik Bellen dari tangan Sheila, "Gue lebih cepat."
Hal itu membuat Bellen bertepuk tangan, "Wah wah wah bener bener teman sejati keren keren."
"Gak usah Dir, biar gue aja ini gak ada urusannya sama lo,"ucap Sheila berusaha mengambil kembali uang dari tangan Dira.
Dira memegang kedua bahu Sheila dan menatap gadis itu"Gak biar gue aja Sheil, percaya sama gue."
Sheila hanya diam tidak bisa melakukan apa-apa, selama ini ia selalu saja menyusahkan orang lain tak ada yang bisa dilakukannya dengan benar.
Dira menatap Bellen dan teman-temannya, "Mulai sekarang tugas Sheila biar gue yang ngelakuin."
...🧕🏻🧕🏻🧕🏻...
Sheila terus menatap jam didinding kelasnya, sebentar lagi bell masuk sekolah akan berbunyi tapi Dira sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya.
Tadi saat di rooftop Dira menyuruhnya untuk kembali ke kelas duluan, padahal Sheila sudah menolak digantikan oleh Dira untuk melakukan perintah Bellen, tapi Dira terus memaksa.
Entah apa yang sekarang sedang dilakukan oleh Bellen kepada Dira, ah Sheila sama sekali tidak ingin ini terjadi tapi ia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanyalah orang lemah yang hanya bisa menyusahkan Dira, Sheila benar-benar merasa kesal dengan dirinya sendiri.
"Dira mana Sheil?" Pertanyaan dari Fiola yang sudah berdiri di samping Sheila membuat langsung menoleh.
"Hah? D-Dira di.."
"Gue di sini," ucap Dira yang tiba-tiba muncul di belakang Fiola.
"Heh dari mana aja lo? Gue cariin dari tadi tiba-tiba ngilang."
"Dih najis," Fiola mendorong tubuh Dira agar menjauh darinya, "Kesurupan jin wc ya lo?
"Hahaha jin wc ada-ada aja lo ah."
"Habisnya lo kek orang kesurupan," Fiola mendorong tubuh Dira menuju bangku mereka, "Ayo duduk, bentar lagi bell bunyi!"
Dira yang di dorong cuma ketawa aja, "Iya iya, "Dira menoleh kearah Sheila yang sedang menatapnya, "Gue ke bangku gue dulu yaw."
Sheila mengangguk singkat, "Iya."
Padahal dalam hati Sheila iya merasa sangat bersalah dan khawatir dengan Dira, tapi untuk saat ini yang bisa ia lakukan adalah diam. Melihat Dira yang biasa-biasa saja seperti itu membuat Sheila semakin merasa bersalah gadis itu pandai menutupi perasaannya, ia selalu membawa kebahagiaan di mana pun ia berada.
...🧕🏻🧕🏻🧕🏻...
"Eh Siti?"
"Siti siapa?" Tanya Fiola, jam pulang sekolah sudah usai dan sekarang ia dan Dira hendak pulang. Namun Dira menyebut nama Siti. Siapa pula Siti itu?
Dira menunjuk ke arah seseorang yang sedang duduk di atas motor di depan gerbang sekolah, "Tuh Siti."
Fiola mengikuti kearah yang di tunjuk oleh Dira, "Oh temen lo?"
__ADS_1
Dira ngangguk, "Iya," Dira menarik tangan Fiola membawanya menghampiri Siti, "Yuk kenalan sama temen gue."
"Dir." Siti melambaikan tangannya saat melihat Dira berjalan menghampirinya.
"Kok lo ada di sini?"tanya Dira.
"Jemput lo lah, baik kan gue?"ucap Siti sambil menepuk dadanya pelan.
Dira memutar bola matanya malas," He'eleh."
Dira melirik Fiola yang terdiam kaku, "Oh iya kenalin temen sekelas gue Fiola."
Siti melihat Fiola dan tersenyum ramah, "Hai nama gue Siti, salam kenal."
"Hai Siti salam kenal,"balas Fiola ramah.
Dira menahan tawa saat melihat wajah Siti, "Pff muka lo jangan sok kalem dah Sit. Ngakak gue liatnya."
Siti melirik Dira sinis, "Yeee muka gue emang kalem ya Maemunah."
"Siapa?"
"Gue lah."
"Yang nanya hayuk papale papale."
"Lo ya, sini lo ampas kambing!" Siti terus memiting leher Dira, "Pingsan pingsan dah lu."
"Cucup Sit cucup, gue nyerah dah nyerah."
Fiola hanya tertawa melihat tingkah Dira dan Siti, sepertinya persahabatan mereka berdua sangat erat. Tak jauh dari tempatnya berdiri Fiola melihat mamanya sudah datang untuk menjemputnya.
Fiola melirik Dira dan Siti yang masih saling adu bacot, "Anu Dir!"
"Muka gue gak korengan ya. Eh iya Fiola ada apa?"
"Mama gue udah jemput, gue pulang dulu ya."
"Oh iya hati-hati ya!"
"Iya assalamu'alaikum," Fiola berlari menghampiri mobil mamanya.
"Waalaikumsalam."
"Ya udah yuk kita pulang juga!"ajak Siti.
"Hayuk papale papale~."
Ini Siti udah gak tau lagi, Dira pasti udah kecanduan aplikasi toktok.
__ADS_1
...-DSP-...