Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 17 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


Sheila sudah berdiri di depan rumah Dira, karena Sheila, Dira dan Siti sudah berjanji hari ini akan berkumpul di rumah Dira. Sheila melihat seorang wanita paruh baya yang sedang melayani pelanggan, yang Sheila tebak pasti itu adalah ibu Dira karena wajahnya sangat mirip.


"Assalamu'alaikum," ucap Sheila yang membuat perhatian Diana teralihkan.


"Waalaikumsalam," balas Diana ramah.


"Dira nya ada buk?"


"Oh kamu temannya Dira, tunggu sebentar ibu panggilkan dulu ya,"


Sheila hanya mengangguk dan menunggu Diana yang sudah masuk kedalam rumah untuk memanggil Dira.


Selang beberapa menit Diana keluar bersama Dira yang sudah tersenyum senang melihat kedatangan Sheila.


"Eh Sheila, udah nunggu dari tadi ya?"tanya Dira.


"Gak kok, gue baru aja datang."


"Oh bagus deh, kirain udah dari tadi nunggu. oh iya bu kenalin dia Sheila teman baru aku di sekolah."


Diana menatap Sheila ramah, "Oh Sheila, makasih ya sudah mau jadi teman Dira."


Sheila tersenyum canggung, "Iya bu, Dira kan orang baik jadi banyak yang mau temenan sama dia."


Dira tersenyum malu-malu dan menyenggol-nyenggolkan tubuh Sheila, "Ah lo bisa aja, terbang ni gue terbang."


Diana tertawa melihat tingkah putrinya, "Ya sudah ibu mau nyiapin pesanan pelanggan dulu ya, kalian masuk aja."


"Dira mau bantu ibu dulu,"ucap Dira.


"Gak usah, kamu main aja sama teman kamu. Siti juga nunggu tuh di dalam."


"Gapapa bu?"


"Iya gapapa, udah sana masuk gih. Kasian teman kamu nungguin tuh," ucap Diana.


Dira diam beberapa saat, "Oke deh, yuk Sheil kita masuk!"


Sheila terus mengikuti Dira sampai kedalam kamar Dira, dimana ada Siti yang sedang berbaring di ranjang sambil membaca kamus bahasa Inggris.


"Eh Sheila," ucap Siti terus mengubah posisinya menjadi duduk.


"Nah duduk Sheil terserah lo dah mau duduk di mana,"ucap Dira kemudian duduk di dekat ranjang.


"Oh iya iya," Sheila juga ikut duduk di dekat Dira.

__ADS_1


Dira mengambil kamus dari tangan Siti, "Ngapain lo? Tumben-tumbenan baca kamus bahasa Inggris."


Siti tersenyum terus ikut duduk di lantai, "I am studying English right now."


"Widih pakai bahasa enggres," seru Dira.


Siti menaik-turunkan alisnya, "Gimana gimana bener kan gue ngomong Dir, Sheil?"


"Bener kali," jawab Dira asal.


"Iya bener kok,"jawab Sheila.


Siti tersenyum senang dan kembali mengambil kamusnya dari tangan Dira.


"Ini lo kesambet apa nih mau belajar bahasa Inggris, biasanya juga gak suka bahasa Inggris dah?"tanya Dira penasaran.


Siti menghela nafas berat, "Ini, gara-gara tadi di sekolah gue di marahin dengan guru bahasa Inggris huhu sedih banget dah."


"Kenapa kok di marahin?"tanya Sheila.


"Cuma gara-gara waktu di tanya gue jawab gak tau, lah si ibu malah marah katanya gak mau nuntasin nilai bahasa Inggris gue di raport," jelas Siti yang membuat Dira menahan tawa.


"Pffh pantesan aja lo kena marah, barang lo jawabnya gak tau."


"Ya gue memang gak tau masa gue bohong. Bohong kan dosa,"jawab Siti polos.


Siti menyandarkan tubuhnya ke sisi ranjang"Ah bodo amat lah, sekarang ajarin gue belajar bahasa Inggris dulu biar gak di marahin lagi."


"Lo kan tau gue juga gak bisa bahasa Inggris,"balas Dira lemah.


Seketika Dira dan Siti menatap Sheila yang sedari diam menyimak pembicaraan mereka.


"Kenapa?" tanya Sheila bingung.


"Lo kan bisa bahasa Inggris Sheil, ajarin kita ya. Gue juga mau belajar kan sebentar lagi kita ulangan," pinta Dira.


Dira dan Siti masih terus menatap Sheila menunggu persetujuan dari gadis itu.


Sheila menganggukkan kepalanya, "Okay."


Dira tersenyum senang terus menggoyangkan tubuhnya, "Yes, hayuk papale papale~."


Siti menatap Dira sebal entah udah berapa kali tuh lagu Dira nyanyiin, benar-benar keracunan aplikasi toktok nih anak.


Siti terus menarik ujung kerudung Dira, "Lu mau gue piting lagi ya?"


...🧕🏻🧕🏻🧕🏻...

__ADS_1


"Emang dah kalau di rumah Dira mah, kagak bakalan lapar gue," Siti sambil memakan kue buatan Diana, setelah belajar selama dua puluh menit kepalanya sudah terasa pusing.


"Mana masakan ibu, MasyaAllah enak banget lagikan," lanjut Siti.


Sheila juga ikut makan dengan senang selama ini ia selalu makan sendiri dan tidak punya teman selain Fay, "Iya enak banget."


"Hahaha makan dah yang banyak, jangan lupa baca doa ntar malah bagi-bagi sama setan lagi," ujar Dira.


Dira tersenyum melihat Sheila yang terlihat senang, Dira memang sengaja mengajak Sheila untuk bermain di rumahnya. Karena pasti selama ini Sheila selalu sendiri dan kesepian. Dira sebenarnya juga mengajak Fiola tapi Fiola tidak bisa karena harus ada les.


"Em Sheil," Dira memanggil Sheila ragu, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.


"Ya?"


"Nanya apa kagak ya?"


Dira menggaruk pipinya, "Ada yang mau gue tanyain, ini tentang Fay."


Mendengar kata Fay, membuat Sheila menghentikan kegiatan makannya.


"Fay?" Sheila menganggukan kepalanya, "Iya tanya aja."


Di saat Dira dan Sheila sedang banyak memikirkan hal, Siti tetap santai dengan makanan di mulutnya kalau kata Siti mah 'no eat no life'.


"Lo tau penyebab Fay celaka itu apa?"tanya Dira.


Mendengar pertanyaan Dira, Sheila sudah tidak kaget lagi ia sudah menerka pasti pertanyaan yang akan ditanyakan Dira tidak jauh dari hal tentang kecelakaan yang menimpa Fay. Karena Sheila melihat Dira bertanya pada teman-teman yang lain tentang Fay.


Melihat Sheila yang tak kunjung menjawab membuat Dira takut, ada yang salah dengan pertanyaannya.


"Ma-maksud gue, gue gak berfikiran kalau lo yang nyelakain Fay kok. Gue yakin bukan lo penyebab semua itu, gitu aja maksud gue. Gue gak bermaksud apa-apa kok," jelas Dira panjang lebar ia benar-benar takut Sheila salah paham.


Melihat Dira yang khawatir membuat Sheila terkekeh pelan, "Iya gue tau kok, gak perlu lo jelasin panjang lebar gitu Dir tenang aja."


Dira menarik nafas lega, "Alhamdulillah dah."


"Tapi gue gak tau, apa penyebab Fay celaka. Semua orang hanya menyalahkan gue, bahkan orang tua Fay juga berfikiran kalau gue yang udah ngebuat Fay celaka,"jelas Sheila sedih.


"Sabar aja Sheil, itu mereka yang ngefitnah lo lagi transfer pahala ke elo, mereka udah kebanyakan pahala jadi mau bagi-bagi," sambung Siti tiba-tiba, ya iyalah dia ikut nimbrung kue nya aja udah habis.


Dira menganggukkan kepalanya setuju, "Nah bener tuh, gimana kalau kita sama-sama cari tau kebenarannya. Buat ngebuktiin sama mereka kalau lo itu gak salah."


"Mau salah apa gak, mereka tetap benci dan selalu ngebully gue Dir."


Sheila mengembangkan senyumnya,"Makasih ya udah mau jadi temen gue dan ngebantu gue "


......-DSP-......

__ADS_1


__ADS_2