Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 22 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


"Fiola?"


Merasa di panggil Fiola menolehkan kepalanya ke sumber suara dan terlihat lah Sheila yang sedang berdiri di depan toilet tersenyum kepada Fiola. Sepertinya ia baru keluar dari toilet.


Bukannya membalas senyum Sheila, Fiola malah menatap Sheila tajam dan menarik lengan Sheila untuk masuk kembali ke dalam toilet.


"Ikut gue!"ajak Fiola.


"Kenapa Fio?" Tanya Sheila bingung.


Fiola masih menatap Sheila tajam seperti ada kemarahan di dalam sana, "Lo benar-benar ya Sheil, kenapa lo selalu mengebuat orang-orang yang ada di sekitar lo celaka," ujar Fiola dengan nada kesal.


Sheila menatap Fiola bingung, "Maksud lo apa Fio?"


"Gak usah pura-pura bego deh ya, muak gue ngeliat tingkah lo yang sok polos itu. Setelah Fay sekarang Dira. Kenapa lo ngebiarin Dira di jadiin babu sama Bellen?" Ucap Fiola penuh amarah.


Sheila menundukkan kepalanya sedih, "Gue gak bermaksud..."


"Bahkan lo mau tau? Tangan Dira itu luka bukan gara-gara kena minyak panas, tapi gara-gara Bellen," potong Fiola.


Mendengar perkataan Fiola, sontak Sheila membulatkan matanya. Dira terluka itu semua karena dirinya, Sheila benar-benar merasa tidak berguna.


"Apa sih yang bisa lo lakuin Sheil? Kenapa kerjaan lo nyusahin orang terus sih, gak habis pikir gue,"


Sheila mengepalkan tangannya, ia juga tidak ingin hal ini terjadi. Sheila tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekitarnya, Sheila merasa ia benar-benar perempuan pembawa sial.


"Gue rasa bener kata anak-anak yang lain,"Fiola maju satu langkah mendekati Sheila, "Kalau lo itu pembawa sial," ucap Fiola sambil mendorong bahu Sheila dengan telunjuknya.


"Muak banget gue ngeliat muka lo tau gak!" Ucap Fiola dan berlalu pergi meninggalkan Sheila yang masih tertunduk lemah.


"Bener gue emang pembawa sial, bahkan ibu aja pergi ninggalin gue. Itu semua karena gue pembawa sial," lirih Sheila dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.


...🧕🧕🧕...

__ADS_1


Dira berjalan menuju ruang kelas dengan wajah yang sedikit masam, jam istirahat sudah berakhir lima menit yang lalu. Ini semua karena Bellen ia jadi telat masuk kelas, semoga saja belum ada guru yang masuk. Dira sedikit kesal bukan hanya karena telat masuk kelas, tapi juga karena rencananya untuk menghapus video Sheila yang ada di handphone Bellen gagal. Itu semua di karenakan handphone Bellen menggunakan password dan Dira tidak tahu password handphone Bellen.


Jadi kali ini rencana Dira adalah mencari tahu password handphone Bellen, Dira tahu ini tidak sopan tapi mau bagaimana lagi jika tidak seperti ini Bellen bisa saja menyebarkan video bugil Sheila kapan pun ia mau. Haa ternyata susah juga menjadi mata-mata sekaligus detektif, Dira harus banyak belajar dengan Upin dan Ipin atau detektif Conan.


Tak lama Dira sudah berada di depan kelasnya, Dira mengintip ke dalam kelas untuk memastikan bahwa tidak ada guru di dalam.


Dira mengelus dadanya, "Alhamdulillah ibu belum masuk, Alhamdulillah aman," seru Dira senang.


Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahu Dira pelan, "Ibu belum masuk ya? Aman gak?" tanya seseorang.


"Belum kok, aman-aman," ucap Dira sembari membalikkan badannya.


"Astaghfirullah ibu," seru Dira kaget karena yang menepuk bahunya barusan adalah bu Peron.


"Kenapa kaget? katanya aman?"tanya bu Peron santai tapi malah membuat Dira gemetar.


"Bell sudah bunyi dari tadi bukannya masuk malah main di luar!"omel bu Peron yang membuat Dira cuma cengengesan.


"Maaf bu," ucap Dira malu.


"Ya sudah masuk kekelas!"titah bu Peron.


"Fiola," panggil Dira saat melewati meja Fiola yang di balas senyuman oleh Fiola.


"Dari mana aja lo? Gue kira mau bolos lo," tanya Fiola walaupun ia sudah tau dari mana Dira.


"Dari kantin tadi gue," ucap Dira lemah.


"Ngapain aja lo di kantin, tidur? Sampe telat masuk ke kelas,"


"Lo tau sendiri kan sekolah kita ini besar nah jarak dari kantin ke kelas itu lumayan jauh, makanya gue telat," jelas Dira mengada-ada.


"Heleh ada aja alesan lo Maimunah," cibir Fiola.


"Hehe, oh iya lo tau gak Sheila kenapa kok dia tiba-tiba cuek gitu ke gue," tanya Dira yang membuat Fiola sedikit kesal, ia benar-benar tidak ingin membahas hal tentang Sheila.

__ADS_1


"Gak tau deh gue,"jawab Fiola malas.


"Hhm kenapa ya? ya udah deh nanti pulang sekolah aja tanyain," ucap Dira.


"Hhm terserah," ucap Fiola dan langsung membalikkan tubuhnya ke depan.


"Lah nih bocah kenapa juga dah?"


...🧕🧕🧕...


"Dira!" panggil Siti yang sudah menunggu Dira di depan gerbang sekolah dengan motornya.


Dira berlari kecil menghampiri Siti, "Kan udah gue bilang gak usah repot-repot jemput gue pulang sekolah, pasti lo udah nunggu dari tadi kan?"


"Ya elah gak repot Dir, gue juga baru sampai kok. Lagian kan kita searah. Kan lumayan duit buat bayar angkutan umum bisa lo tabung," Ucap Siti yang membuat Dira tersenyum ia merasa senang memiliki teman sebaik Siti. Semoga saja mereka bisa menjadi sahabat di dunia dan akhirat.


"Masha Allah sahabat gue, baik banget sih siapa yang ngajarin?" Ucap Dira yang membuat Siti senyum-senyum gak jelas.


"Gue tuh emang baik hati dan tidak sombong, di ajarin sama ummi Aisyah dan Abi Lukman," balas Siti dengan senyuman yang sedikit menjengkelkan.


Dira memutar bola matanya malas, "Omongan gue yang tadi bisa di tarik lagi gak ya? Kayaknya gue salah ngomong,"


Siti menggoyang-goyangkan jari telunjuknya, "Oh tentu saja tidak bisa, karena itu adalah suatu kenyataan yang tidak bisa di pungkiri lagi dan sudah di anggap sah oleh negara," ucap Siti, sekali lagi dengan senyumannya yang menyebalkan.


Dira menggeleng-gelengkan kepala menatap prihatin sahabatnya itu, "Teman-teman inilah akibatnya jika kalian tidak baca doa sebelum makan,"


"Eh Sheila!" Panggil Siti sembari melambai-lambaikan tangannyaa ke arah Sheila yang sedang berjalan tak jauh dari mereka berdua. Tapi Sheila seakan tidak melihat Siti dan Dira ia terus berjalan tanpa melirik sedikit pun.


"Lah tuh bocah kenapa?" tanya Siti heran.


Dira mengangkat kedua bahunya, "Gue gak tau, tiba-tiba aja udah begitu. Dari tadi gue ngajak dia ngomong tapi dia menghindari gue terus,"


Siti mengangguk-anggukkan kepalanya, "Hm aneh juga,"


"Ya udah lah biar besok gue coba tanya lagi. Yuk pulang!"

__ADS_1


"Gas keun."


...-DSP-...


__ADS_2