Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 27 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


______________________________________________


Kiranti


Online


______________________________________________


|Send a location


|Pergi ke lokasi yang gue kirim!


|GPL!


^^^👍|^^^


^^^Read^^^


______________________________________________


"Cailah gpl gpl segala si kiranti," ucap Dira saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Kirana.


"Tumben bukan kak Bellen yang chat gue?" lanjutnya bertanya-tanya, tapi ya sudahlah Dira tidak perduli. Karena inilah saatnya Dira menjalankan misinya let's go!


Setelah beberapa belas menit akhirnya Dira sampai di sebuah kafe, ternyata tak terlalu jauh dari rumahnya jadi tak perlu waktu lama untuk Dira sampai di kafe. Dira mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kirana dan Bellen dan matanya terhenti saat melihat tiga orang gadis yang sedang asik menikmati makanannya. Mereka adalah Bellen, Kirana dan Sisi, tumben sekali mereka hanya bertiga pikir Dira.


Tapi ya sudahlah sekali lagi Dira sama sekali tidak perduli, lebih baik sekarang Dira cepat-cepat menghampiri mereka. Siapa tahu mereka memanggil Dira ke sini untuk mengajaknya nyantai bersama. Haha buang jauh-jauh pikiran seperti itu, karena itu sangat mustahil.


Dira berjalan mendekati mereka bertiga dan langsung duduk di salah satu kursi kosong di sebelah Bellen, yang membuat mereka bertiga tercengang.


"Assalamualaikum pren," ucap Dira dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ngapain lo duduk?" Tanya Bellen sinis.


Dira melirik Bellen santai, "Karena ada kursi lah, lagian gue capek dari tadi berdiri. Lagian gak kasian lo sama babu lo yang baik dan rajin ini?" ucap Dira dan menyandarkan tubuhnya ke kursi.


Bellen memutar bola matanya malas, "Cih kasian? Gak sudi gilak gue kasian ama lo. Berdiri buruan! Status kita itu berbeda gue Tuan dan lo anjingnya," titah Bellen.


Dengan malas Dira berdiri bisa-bisanya dia harus patuh seperti anjing benaran seperti ini. Astaghfirullah sabar Dira. Demi menjalankan misi Dira harus sabar menghadapi ini.


"Ya udah ada apa gerangan lo nyuruh gue ke sini? Gak mungkin mau traktir gue makan kan?" Tanya Dira, sudah cukup basa-basi nya sudah pasti tujuan mereka memanggil Dira hanya untuk menyuruh melakukan sesuatu.


"Ya kali kita mau traktir lo makan, yang ada kita nyuruh lo buat bayarin makan kita. Bener gak pren?" Saut Sisi yang kemudian meminum jus alpukat miliknya, ha Dira jadi ingin minum juga cuaca yang cukup panas ini membuatnya sangat haus sekarang.


"Hahaha Yoi pren," balas Kirana.


Dira hanya menatap mereka sinis, enak saja Dira yang bayarin.


Bellen mendongak menatap Dira, "Hp gue tinggal di tempat biasa gue nongkrong dengan anak-anak. Jadi gue mau lo pergi ambilin hp gue sekarang! Nih kuncinya," ucap Bellen yang langsung mencampakkan kunci rumah ke tangan Dira.


Dan perlu di ketahui Tempat Bellen dan teman-temannya selalu berkumpul itu adalah salah satu rumah milik orang tua Kirana. Rumah itu memang di berikan untuk Kirana dan terserah mau di apakan olehnya. Byasalah anak orang kaya.


"Iya kenapa? Gak mau?"


"Mau dong, siapa yang gak mau," ucap Dira dengan senyuman penuh arti.


Dengan semangat ia melangkah pergi meninggalkan Bellen dan teman-temannya yang menatap Dira heran. Karena tumben sekali Dira bersemangat saat di perintah oleh Bellen, biasanya ia hanya memasang wajah masam dan datar. Dan sekarang saking semangatnya Dira sampai lupa mengucapkan salam.


...🧕🧕🧕...


Setengah jam berlalu akhirnya Dira sampai ke rumah tempat nongkrong Bellen dan teman-temannya. Jarak dari kafe menuju rumah itu lumayan jauh, jadi membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai. Dan sekarang Dira sudah berdiri di depan pintu sudah bersiap untuk membuka pintunya.


"Alhamdulillah sampai juga. Lelah saya tuh lelah," ucap Dira sambil membuka pintu.


Ketika sudah berada di dalam rumah Dira mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mencari handphone milik Bellen. Di tambah keadaan rumah yang lumayan berantakan membuatnya sedikit susah untuk mendapatkan handphone itu dengan cepat.

__ADS_1


"Ini rumah berantakan bener dah Astaghfirullah, ini mah main petak umpet gue namanya dengan tuh hp," ucap Dira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dira terus mencari handphone milik Bellen mulai dari ruang tamu, ruang tengah, dapur, dalam kamar bahkan di dalam wc pun Dira cari tapi tetap tidak ada. Dira sempat menyesal karena tadi lupa menanyakannya kepada Bellen, itu semua karena Dira terlalu semangat.


"Lailahaillallah Ya Allah Ya Rabb, tuh hp dimana dah?" ucap Dira sambil berjalan keruang tamu dan dudukan dirinya di sofa.


"Ini udah setengah ja.." kata-kata Dira terhenti saat ia memalingkan wajahnya ke kanan dan mendapati handphone milik Bellen terletak dengan anggun di atas meja.


Dira menatap tak percaya benda pipih berbentuk segi empat yang terletak di atas meja itu, bisa-bisanya dia sudah mencari di seluruh rumah bahkan di ruang tamu juga sudah dan tidak ketemu. Dan ternyata oh ternyata handphone itu terletak sedari tadi di situ, kenapa Dira bisa tidak melihatnya? Why?


Dira beranjak mengambil handphone itu masih dengan perasaan tidak percaya, "Bisa-bisanya lo ye nyantuy di sini. Dari tadi gue nyariin lo tau gak?"


Tak ingin membuang kesempatan emas ini, tanpa pikir panjang Dira langsung membuka handphone milik Bellen dan memasukkan password yang sudah di catatnya. Dan ya Dira berhasil!


Dira melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang di rumah itu selain dirinya, "Oke aman aman," ucap Dira lirih.


Setelah beberapa saat ia mencari video bugil Sheila akhirnya Dira menemukannya. Dira terus beristighfar melihat video itu, bisa-bisanya mereka melakukan hal sejahat dan memalukan seperti ini. Dira harus menghapusnya sampai ke akar-akarnya sehingga tidak bisa di lihat lagi.


Setelah menghapus video itu di galeri, Dira juga menghapusnya di riwayat penghapusan agar tidak bisa di pulihkan lagi. Setelah menghapus video bugil Sheila, Dira memutuskan untuk melihat-lihat video yang lain takutnya masih banyak video tentang Sheila yang lain.


"Astaghfirullah, maaf banget kak Bellen gue udah gak sopan main buka hp lo sembarangan. Tapi gue terpaksa ngelakuin ini," Lirih Dira sejujurnya ia benar-benar merasa bersalah tapi mau gimana lagi tidak ada cara lain untuk saat ini.


Setelah mencari-cari Dira tidak menemukan video Sheila yang lain, tapi ia malah menemukan satu video yang sedikit mencurigakan menurut nya. Karena penasaran Dira memutuskan untuk membuka video itu.


Di detik pertama video di awali dengan penampakan seorang gadis, menggunakan seragam SMA Cahaya yang sedang berdiri di atas roof top yang Dira yakini adalah roof top SMA Cahaya yang menampakkan langit malam. Dan setelah Dira perhatikan lebih lekat ternyata gadis itu adalah Fay Heleina, Dira tahu karena dia pernah melihat fotonya.


"Udah gue bilang gue gak bisa ngelakuin itu!" ucap Fay pada seseorang tapi sayang Dira tidak bisa melihat siapa orang itu, karena terhalang tumpukan kursi dan meja yang sudah tak di pakai.


"Gue mohon sama lo kali ini aja tolongin gue," ucap seseorang itu yang membuat Dira mengernyitkan dahinya karena suara itu terdengar tidak asing.


Dira memfokuskan pandangannya saat kamera akan mengarahkan ke seseorang yang sedang berbicara dengan Fay itu.


"Ngapain lo?"

__ADS_1


...-DSP-...


__ADS_2