Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 21 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


"Assalamualaikum," ucap Dira sembari meletakkan payung di teras rumah.


Diana yang mendengar suara Dira bergegas keluar untuk membuka pintu, "Waalaikumsalam, Astaghfirullah Dira kamu basah begini. Kenapa gak neduh dulu?" Ucap Diana khawatir melihat keadaan Dira.


"Hehe takut kemaleman tadi bu, jadi Dira terobos aja hujannya. Tapi ini Dira ada di pinjamin payung kok sama temen Dira," ujar Dira menjelaskan.


Diana mengernyitkan dahinya, "Pakai payung tapi kok kamu basah kuyup begini?" tanya Diana curiga.


"Astaghfirullah jawab apaan nih gue,"


"Hm itu bu anu,"jawab Dira bingung ia berusaha menghindari tatapan ibunya.


"Anu apa? Jangan bilang kamu sengaja hujan hujanan?" Ya apa yang di katakan Diana sangat tepat dan tidak bisa di pungkiri lagi.


Bukannya menjawab Dira hanya terkekeh pelan dan menganggukkan kepalanya yang membuat Diana geleng-geleng.


"Dira Dira kamu ini ya, ya udah yuk masuk ganti pakaian kamu sebentar lagi Adzan Maghrib!" Ucap Diana.


"Siap kapten," ucap Dira dengan posisi hormat.


...🧕🧕🧕...


Pukul 06:15 Wib


Keesokan harinya saat di sekolah Sheila dan Fiola di buat kaget ketika melihat tangan Dira yang di balut perban.


"Ya ampun Dir ini tangan lo kenapa kok bisa begini?" Tanya Fiola khawatir saat Dira baru saja menduduki kursinya.


Sheila juga menghampiri Dira dan menanyakan pertanyaan yang sama.


"Ini gue gak sengaja kena minyak goreng panas waktu masak kemarin," jelas Dira berbohong, entah sudah berapa banyak kebohongan yang Dira ucapkan, membuat Dira terus beristighfar memohon ampun kepada Allah. Ia sebenarnya juga tidak ingin berbohong tapi mau bagaimana mana lagi Dira tidak ingin teman-temannya terlibat dalam hal ini.


"Lain kali hati-hati Dir," ucap Fiola mengingatkan yang di balas anggukan oleh Dira.


Sheila meraih tangan Dira yang di perban, ia mengelusnya pelan, "Pasti pedih ya?" tanya Sheila.


"Oh itu tidak perlu di tanya udah pasti pedih, tapi tenang aja karena udah di kasih obat jadi udah gak terlalu pedih hehe," balas Dira.

__ADS_1


"Makanya lain kali hati-hati," ucap Fiola mengingatkan lagi.


"Iya iya mak Dira bakalan hati-hati," ucap Dira yang membuat Fiola kesal karena di panggil mak.


"Enak aja bilang gue mak," ucap Fiola sebal.


"Habisnya ngomel mulu kayak emak-emak," ucap Dira ngakak.


"Ey mana congor lo sini biar gue sentil,"


"Iya iya ampyun jangan sakiti akyu," ucap Dira berusaha menghindari tangan Fiola yang hendak menyentil bibirnya.


"Makanya nakal sih Lo,"


Sheila hanya terkekeh kecil melihat perdebatan antara Dira dan Fiola.


Beberapa saat kemudian bell tanda masuk sekolah pun berbunyi murid-murid kembali ketempat duduk masing-masing menanti guru tercinta yang akan membagi ilmu yang bermanfaat.


...🧕🧕🧕...


Saat jam istirahat tiba segera Dira pergi ke roof top sekolah karena Bellen sudah mengirimkannya pesan sebelum istirahat tadi. Tentu saja Dira akan di suruh-suruh lagi dengan Bellen karena itu sudah menjadi tugasnya kan sekarang.


Saat tiba di tangga menuju roof top Fiola mengernyitkan dahinya heran, "Ngapain Dira ke sana, di sana kan tempat Bellen dan teman-temannya ngumpul?"


Karena semakin penasaran Fiola terus mengikuti Dira, hingga sampai di depan pintu roof top, ia bersembunyi dibalik pintu dan memerhatikan Dira yang sedang berbicara dengan Bellen.


"Bagus bagus, anjing pintar kalau gercep begini kan princess jadi senang," ucap Bellen menepuk bahu Dira.


Fiola mengernyitkan dahinya, "Ha? Anjing? Gimana sih maksudnya," lirih Fiola bingung.


"Kalau tau gini kenapa gak dari lama aja lo gantiin Sheila kan kita-kita jadi nyaman nyuruh-nyuruhnya," tambah Kirana.


"Gantiin Sheila?"lirih Fiola lagi, ia semakin bingung apa maksudnya ini.


"Buruan lo mau apa?" tanya Dira to the poin.


"Gue mau ke kantin bawain tas gue!" titah Bellen.


"Hah? jadi lo manggil gue buat buru-buru ke sini cuma untuk bawain tas lo yang ringan ini?" tanya Dira.

__ADS_1


"Iya, kenapa? Mau ngelawan lagi? Mau temen kesayangan lo Sheila itu gue bully lagi? Atau tangan lo yang satunya lagi mau gue lukain juga?" Tanya Bellen beruntun.


Fiola terbelalak mendengar perkataan Bellen jadi Dira telah berbohong kepadanya, tangan Dira itu luka bukan karena terkena minyak goreng panas melainkan perbuatan Bellen. Di tambah lagi Dira menggantikan Sheila sebagai pesuruh Bellen.


Fiola tidak habis pikir kenapa Dira mau melakukan itu.


"Ya udah mana tasnya?" ucap Dira pasrah.


Bellen mencampakkan tas ke Dira, yang juga diikuti oleh beberapa temannya.


"Come on my maid we go to the cafeteria ( Ayo pembantuku kita pergi ke kantin)," ucap Bellen yang membuat Dira membatin karena tidak mengerti apa yang di katakan oleh Bellen.


"Eh mereka mau turun," dengan cepat Fiola berlari menuruni anak tangga sebelum ketahuan karena ia menguping pembicaraan mereka.


Karena merasa sudah berlari cukup jauh Fiola menghentikan langkahnya di depan toilet.


"Ha capek juga ternyata," ucap Fiola terengah-engah.


"Fiola?"


Merasa di panggil Fiola menolehkan kepalanya ke sumber suara dan terlihat lah Sheila yang sedang berdiri di depan toilet tersenyum kepada Fiola.


Di lain tempat Dira dengan santai membawa tas milik Bellen dan teman-temannya. Bagaimana tidak santai karena Bellen dan teman-temannya terbilang anak yang pemalas jadi mereka hanya membawa sedikit buku, bahkan ada yang tidak membawa buku sama sekali jadi tasnya sangat ringan paling-paling mereka hanya membawa handphone dan alat make-up.


Setelah sampai di kantin Bellen langsung menyuruh Dira untuk memesankan makanan untuknya, ha benar-benar kapan Bellen akan mandiri pikir Dira ini sangat menyebalkan.


"Ini pesanannya tuan putri," ucap Dira dan meletakkan makanan pesanan Bellen.


"Thank you my ubab, sekarang lo duduk di situ pegang tas gue dan tunggu sampai gue selesai makan okay," ucap Bellen menunjuk kursi paling pojok.


Dira pun dengan pasrah menuruti perintah Bellen. Setelah beberapa saat Bellen masih juga belum selesai padahal sebentar lagi bell sudah mau bunyi. Oh iya Dira hampir lupa yang memegang kendali bell sekolah kan Bellen lihat aja namanya aja hampir mirip hahaha.


Ting


Dira sedikit kaget karena suara handphone dari dalam tas Bellen sepertinya ada pesan masuk pikir Dira biarlah, ia tidak perlu memberi tahukan ke Bellen.


Tapi tiba-tiba Dira teringat sesuatu, "Bentar bentar, handphone Bellen ada di dalam tasnya. Untung gue ingat, ini kesempatan gue buat ngehapus video Sheila yang ada di handphone Bellen," lirih Dira tertawa senang.


...-DSP-...

__ADS_1


__ADS_2