Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 39 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


"Fiola pelakunya?"


Riski menganggukkan kepalanya yakin, "Iya, Fiola."


"Gak, gak. Gak mungkin Fiola," ucap Dira, ia sama sekali tidak percaya jika pelakunya adalah Fiola.


"Iya gak mungkin pelakunya Fiola. Untuk apa dia ngelakuin itu, selama ini dia baik-baik aja kok sama Fay," sambung Sheila.


"Ini baru perkiraan gue, tentu kita harus selidiki dulu," Riski menatap Sheila dan Dira, "Kayak kalian selidikin gue."


Dira dan Sheila langsung menatap ke sembarang arah, mereka merasa tak enak karena sempat berpikiran bahwa Riski lah pelakunya.


"Gimana menurut kalian?" tanya Riski.


Dira terdiam, sampai ia mengingat video yang ada di ponsel Bellen, karena jawaban dari pertanyaan mereka selama ini ada di situ.


"Sebenarnya kita gak perlu susah-susah buat selidiki Fiola, kan kita tinggal liat video yang ada di hp Bellen," ucap Dira tersenyum lebar.


"Riski mengernyit dahinya heran, "Video di hp Bellen? Maksudnya?"


"Iya, di hp Bellen ada video saat Fay di roof top malam itu. Dan Fay lagi ngomong sama orang, tapi gue gak sempat buat liatnya karena keburu ketahuan waktu itu," jelas Dira.


"Dan kita yakin orang itu pelakunya," ucap Sheila.


Mendengar hal itu membuat Riski terkejut, "Jadi Bellen tau siapa orang itu dan bahkan dia punya buktinya?" ia menatap lurus ke depan, "Kenapa dia diem aja?"


"Dia kan benci banget sama Fiola, jadi otomatis dia gak perduli tentang hal itu," ucap Sheila.


Riski menghela nafas pasrah dan melirik dua gadis di sampingnya, "Jadi gimana caranya supaya kita bisa dapatin hp Bellen?"


Dira tersenyum, "Tenang aja Sheila udah berhasil dapatin nya."


"Serius? Jadi sekarang mana hp nya?" tanya Riski semangat, ternyata mereka berdua sudah melangkah sejauh ini.


"Cuma hp nya rusak, jadi sekarang lagi di servis," jawab Sheila lemah.


Mendengar ucapan Sheila, Riski yang tadinya semangat langsung kembali lemah. Padahal ia benar-benar ingin tahu siapa gerangan orang di balik ini semua, jika bisa Riski ingin menghajarnya.


"Jadi sekarang yang harus kita lakukan adalah nunggu sampai hp Bellen bener lagi," jelas Dira.


"Iya, cuma itu yang bisa kita lakukan untuk sekarang," ucap Riski pasrah.

__ADS_1


Sheila dan Dira saling lirik dan kemudian mengangguk. Sekarang saatnya mereka untuk pulang.


Dira berdiri yang juga di ikuti oleh Sheila, "Hhm kak kalau gitu kita pulang dulu ya."


"Oh iya hati-hati ya," ucap Riski yang juga ikut berdiri.


Mereka mengangguk.


"Iya kak kita pulang dulu Assalamualaikum," ucap Dira.


"Assalamualaikum kk," ucap Sheila.


"Iya walaikumsalam."


...🧕🧕🧕...


Dua hari kemudian di sekolah Dira dan Sheila, terus masih terus mendapatkan pesan-pesan teror yang membuat mereka harus cepat-cepat menemukan siapa pelakunya. Hari ini mereka sudah mulai melaksanakan ulangan akhir semester. Yang membuat mereka sangat-sangat sibuk.


Mereka berdua terus memperhatikan gerak-gerik Fiola. Hal itu di sadari oleh Fiola, ia merasa aneh karena Dira terus saja menatapnya dalam diam.


"Dira. Lo kenapa? Ada yang mau lo omongin sama gue?" tanya Fiola.


Cepat-cepat Dira menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ah gak ada kok Fio."


"Yakin? Terus kenapa lo dari tadi ngeliatin gue terus?" tanya Fiola lagi, pasalnya dari ia baru datang sampai sekarang Dira terus saja memperhatikannya.


Fiola memukul pelan lengan Dira, "Heleh bisa aja sukinem, lo juga cantik kok."


Dira terkekeh geli, "Masya Allah, iya dong kan cewek."


Mereka tertawa bersama, bahkan Sheila yang sedari tadi memperhatikan mereka juga ikut tertawa. Karena Fiola masih marah padanya, jadi Sheila tidak bisa ikut nimbrung dengan mereka.


...🧕🧕🧕...


Bell pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Murid-murid sudah berhamburan keluar sekolah. Hari ini Dira dan Sheila berencana mengajak Fiola untuk belajar bersama di rumah Dira. Karena mereka ingin memastikan kecurigaan mereka terhadap Fiola dan hari ini mereka juga akan mengambil ponsel Bellen yang sudah selesai di servis.


"Fiola!" panggil Dira saat Fiola hendak meninggalkan kelas.


Fiola menoleh, "Kenapa Dir?"


"Lo mau gak, belajar bareng di rumah gue hari ini?"


Fiola tampak berpikir beberapa saat, yang membuat Dira berdoa dalam hati agar Fiola mau menerima ajakannya untuk belajar bersama.

__ADS_1


"Oke gue mau," ucap Fiola setuju yang membuat Dira menarik nafas lega.


"Alhamdulillah, nanti jam dua siang ya," ucap Dira senang.


Fiola mengangguk, "Oke kabarin aja. Ya udah yuk pulang!"


"Yuk."


...🧕🧕🧕...


"Duduk napa Dir. Udah kek setrikaan aja lo, dari tadi pulang balik pulang balik. Puyeng gue liatnya," ucap Siti jengah, luka-lukanya sudah mulai kering jadi ia bisa mengikuti ulangan dan belajar bersama dengan Dira hari ini.


Dira menoleh menatap Siti yang sedang berbaring di ranjangnya, "Ini udah mau jam tiga, tapi Fiola dan Sheila belum datang juga. Mana di telpon gak aktif lagi."


"Gue takut mereka kenapa-napa. Lo tau sendiri kan yang neror kita itu sejahat apa?" lanjut Dira, ia benar-benar khawatir ia takut kejadian yang menimpa Siti terulang lagi. Ia bahkan tidak ingin meninggalkan ibunya sendiri di rumah selain sekolah.


Siti berdiri dan menghampiri Dira, ia menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu, "Positif thinking aja, Insya Allah gak terjadi apa-apa kok. Lo tenang aja."


Allahu Akbar Allahu Akbar


"Nah udah Adzan tuh. Yuk sholat ashar dulu!" ucap Siti, ia menarik tangan Dira yang tertunduk lemah.


"Iya, yuk."


Setelah mereka selesai sholat ashar, akhirnya Sheila tiba di rumah Dira dengan membawa ponsel Bellen. Tadi ia memang mengatakan akan mengambil ponsel Bellen sebelum ke rumah Dira. Ia juga sama sekali belum melihat video itu, ia berencana untuk melihatnya bersama-sama dengan Dira dan Siti.


"Jadi lo udah ngambil hp Bellen?" tanya Siti.


Sheila mengangguk, ia mengeluarkan ponsel Bellen dari dalam tasnya.


"Ini hp nya," ucap Sheila menunjukkan ponsel Bellen.


"Jadi sekarang kita tonton videonya," ucap Dira menatap kedua temannya yang di balas anggukan kecil dari mereka.


"Sheil lo masih ingat password-nya kan?" tanya Dira.


"Masih kok," jawab Sheila, ia mulai mengetikkan password ponsel Bellen dan membuka galery.


Mereka sama-sama memperhatikan layar ponsel itu dan menekan video itu. Mereka terus menonton video itu dengan serius. Dari kamera hanya tersorot kepada Fay sampai bergerak menuju seseorang yang berbicara dengan Fay di roof top.


Seketika mereka bertiga tercengang saat melihat siapa orang itu. Mereka bertiga saling bertatapan di dalam diam, masih tidak percaya bahwa orang itu yang bersama Fay malam itu.


"Jadi orang itu...," Dira menjeda ucapannya saat terdengar suara pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan ibunya bersama dengan orang yang ia lihat di video itu.

__ADS_1


"Fiola?"


...-DSP-...


__ADS_2