Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 19 DSP


__ADS_3

...-DSP-...


Sheila terduduk lemas di lantai toilet sekolah, tadi selepas bell pulang sekolah berbunyi ia langsung bergegas menuju toilet karena sudah tidak tahan untuk membuang air. Tanpa Sheila sadari ternyata Bellen dan Kirana mengikutinya dan setelah itu mereka berdua menghajar Sheila habis habisan.


"Ini sebagai peringatan untuk Dira karena dia berani macem-macem sama gue,"ujar Bellen dengan senyum remeh.


Sheila menatap Bellen dan Kirana yang berdiri di hadapannya dengan perasaan yang membara ingin rasanya ia menghajar dua gadis nakal di depannya ini.


"Kenapa lo ngeliat kita begitu? marah? iya?" Kirana sedikit membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke arah Sheila, "Ya udah nih pukul, ayo pukul! kenapa? takut?"


Sheila mengepalkan tangannya kuat ia kesal dengan dirinya sendiri, kenapa dia tidak berani melawan. Hatinya berkata untuk memukul wajah Kirana tapi tangannya tidak mau bergerak.


"Ya udahlah Bel yuk kita pergi males banget gue lama-lama ngeliat muka si pembawa sial," ajak Kirana tapi bukannya menjawab Bellen malah bergerak mengambil seember air bekas pel yang terletak di pojok ruangan.


Bellen berjalan mendekati Sheila dan tanpa basa-basi langsung saja ia menyiramkan air bekas pel itu ke tubuh Sheila.


Bellen tersenyum senang, "Sebagai sentuhan terakhir, kan beberapa hari ini lo aman karena tugas lo di gantiin Dira. Siapa tau lo kangen kan,"


Sheila hanya terdiam pasrah menerima semua perlakuan Bellen kepadanya, ini sudah Sheila anggap hal biasa karena hampir setiap hari ia di perlakukan seperti ini. Tapi bagaimana dengan Dira, dia harus menanggung semuanya karena Sheila. Sheila merasa dirinya benar-benar tidak berguna.


......πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ»......


Dira berjalan menelusuri lorong sekolah sambil celingukan ke sana kemari, sedari tadi ia mencari Sheila. Dira tau jika Sheila pasti belum pulang karena, Dira lebih dulu keluar kelas dari pada Sheila. Dan Dira menunggu Sheila di depan gerbang sekolah tapi Sheila tak kunjung keluar.


"Kemana dah tuh bocah. Masa iya dia pulang pakai pintu Doraemon, kan kagak mungkin," ucap Dira asal.


Tak lama Dira mengerutkan keningnya, ia melihat Sheila keluar dari toilet dengan keadaan yang basah kuyup. Dengan wajah yang bertanya-tanya Dira berlari menghampiri Sheila yang masih belum menyadari kehadirannya.


"Sheil!"Panggil Dira.


Sheila yang semulanya menunduk mendengar suara Dira dengan cepat mengangkat kepalanya cepat.


"Dira,"


Dira memperhatikan Sheila dari atas sampai bawah seketika wajahnya berubah menjadi datar seakan-akan dia tahu apa yang terjadi dengan Sheila, tapi ia selalu berusaha untuk berfikiran positif.


"Siapa yang ngelakuin ini ke lo?" tanya Dira.


Melihat ekspresi Dira yang seperti itu membuat Sheila bingung harus mengatakan apa, ia tidak ingin Dira terlibat lagi dengan masalah nya.


Sheila memaksakan senyum di wajahnya, "Ngomongin apa sih lo, ini gue kepeleset tadi waktu di toilet terus kesenggol air pel tumpah deh di badan gue."


"Serius?"


"Iya serius,"


Dira memperhatikan Sheila yang masih setia tersenyum ke arahnya, "Ya udah lain kali hati-hati,"


Alhamdulillah Sheila merasa lega untung saja Dira percaya ampuni Sheila ya Allah karena sudah berbohong.


"Lo kenapa belum pulang Dir?" tanya Sheila.


"Oh iya hampir lupa gue. Gue mau minjam buku catatan matematika lo, tadi gue banyak ketinggalan waktu nyatat materi. Boleh gak?"


"Oh boleh boleh bentar ya!"


Dira hanya tersenyum menunggu Sheila yang mengambil buku dari dalam tasnya, walaupun dirinya masih sedikit ragu dengan apa yang Sheila katakan tadi.

__ADS_1


"Nih,"


"Makasih, besok gue balikin,"


"Ya udah yuk pulang."


.........πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ».........


"Hahaha astaghfirullah ngakak ini film terlucu yang pernah gue tonton," ucap Dira yang sedang menertawakan film yang barusan ia dan Siti tonton.


"Iya awokawokawok ngakak bet,"balas Siti.


Dira terdiam menatap Siti yang masih tertawa.


"Kenapa dah?" Tanya Siti heran.


"Ketawa lo gak perlu begitu sukinem, kita gak lagi chatan,"jawab Dira.


Mendengar ucapan Dira Siti cuma nyengir kuda"Hehe ya mangap,"


******Allahu****** Akbar


Allahu Akbar


"Allahu Akbar, Sit udah Adzan tuh sholat ashar gih!"


"Lah lo gak sholat?"tanya Siti.


"Kalau kata kak Ros sih gue lagi istimewa gak tau kalau kata opa,"jawab Dira.


"Sama gue juga,"


"Aku ngikut-ngikut kamu hahaha dulu pernah tapi sekarang udah gak pernah,"ucap Siti dengan nada seperti iklan sampo yang di promosikan oleh Anggun.


"Stress lo,"


"Lo kali yang stress,"


"Lo,"


"Pokoknya lo,"


"Gak Lo,"


"Lo,"


"STOOOOPPPPPP,"


Satu kata yang keluar dari mulut Diana, membuat mereka berdua seketika berhenti berdebat.


"Kalian ini ya, bukannya siap-siap untuk sholat ashar malah ribut berantem, heran ibu,"omel Diana.


Dira dan Siti saling tatap kemudian menatap Diana sambil terkΓ«keh.


"Kalau kata kak Ros kita lagi istimewa Bu."


...πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ»πŸ§•πŸ»...

__ADS_1


Pukul 15:50


"Bu Siti pulang dulu ya, Dir gue pulang dulu Assalamu'alaikum," ucap Siti berpamitan sembari mencium tangan Diana.


"Waalaikumsalam hati-hati ya nak," ucap Diana.


Siti tersenyum baginya Diana sudah seperti ibu keduanya, "Iya Bu,"


"Hati-hati lu," ucap Dira.


"Iye iye."


Setelah kepulangan Siti, Dira berniat untuk masuk ke dalam rumah namun suara notifikasi WhatsApp menghentikan langkahnya.


Dira mengerutkan keningnya saat melihat bahwa Bellen yang mengirimkan pesan.


"Mau apa lagi nih bocah?" Batin Dira.


Dengan malas Dira membuka pesan WhatsApp dari Bellen, namun setelah beberapa detik mata Dira membulat saat melihat Bellen mengirim foto Sheila yang sudah di bully Bellen dan Kirana di toilet sekolah tadi siang.


Bell sekolah


Online


|Send a photo


|Ini akibatnya kalau anjing gak nurut sama tuanya 😏


"Astaghfirullah," ucap Dira benar saja Sheila sudah berbohong kepadanya tadi siang, Bellen benar-benar keterlaluan


"Kenapa nak, ada masalah?" Tanya Diana yang sedari tadi memperhatikan Dira.


"Eh," dengan cepat Dira mengubah ekspresi wajahnya dan tersenyum kepada ibunya, "Gak ada kok Bu, ibu tenang aja," ucap Dira berbohong ia tidak ingin ibunya khawatir.


"bener?"tanya Diana lagi.


Dira menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Iya bener,"


"Ya udah yuk masuk!"


"Em bu, Dira izin keluar sebentar boleh gak bu?" Tanya Dira.


"Mau kemana?"


"Ke rumah temen, gak lama kok,"


"Ya udah tapi jangan lama-lama! Ini udah sore,"


Dira tersenyum senang, "Siap Bu,"


"Kalau urusannya udah selesai langsung pulang!" Ucap Diana mengingatkan.


"Iya bu siap, ya udah Dira pergi dulu ya Assalamu'alaikum," ucap Dira sembari mencium tangan Diana.


"Waalaikumsalam hati-hati!"


"Iya bu."

__ADS_1


Sekarang tujuan Dira adalah menemui Bellen, Bellen menyuruhnya untuk pergi ke tempat biasa Bellen dan teman-temannya berkumpul entah apa lagi yang akan Bellen lakukan. Dira juga ingin menanyakan kenapa Bellen membully Sheila lagi, padahal mereka sudah sepakat jika Dira menggantikan Sheila maka Bellen tidak akan menggangu Sheila lagi.


...-DSP-...


__ADS_2