Dira'S Spy (Mata-mata Dira)

Dira'S Spy (Mata-mata Dira)
Bab 26 DSP


__ADS_3

...-DSP...


Dira menghentikan langkahnya dan langsung bersembunyi di balik pintu roof top, tadi niatnya adalah menemui Bellen. Karena tadi Bellen memanggilnya tapi niatnya terhenti karena ternyata sudah ada Sheila di situ. Sepertinya Sheila benar-benar sudah tidak ingin berurusan dengan Dira lagi.


Dira masih diam di balik pintu ia tidak berniat pergi, dia ingin mendengarkan percakapan Sheila dan Bellen.


"Jangan panggil atau nyuruh-nyuruh Dira lagi, biar gue ngelakuin semuanya seperti biasa! Dira gak ada urusan dengan masalah ini," ujar Sheila ia tidak boleh membiarkan Bellen terus menyakiti Dira.


Bellen yang sedang santai duduk sambil bersandar di bahu teman lelakinya tiba-tiba menegakkan tubuhnya, "Maksudnya lo gantiin Dira buat jadi anjing gue?" Tanya Bellen.


"Iya, dari awal kan memang gue bukan Dira. Jadi gue mohon jangan berurusan lagi dengan Dira, biarin dia belajar dengan tenang!" jawab Sheila.


Bellen mengangguk-anggukkan kepalanya sembari berdiri dan melipat tangannya di dada.


"Oke terserah, walaupun gue lebih suka Dira karena dia babu yang baik dan rajin," Bellen tersenyum menatap Sheila, "Tapi gapapa gak rugi juga. Entah apa masalah lo berdua gue gak perduli," sambung Bellen.


Dira yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa terdiam. Ternyata Sheila tidak benci kepada dirinya, Sheila hanya tidak ingin Dira terluka hanya karena masalah yang tidak ada sangkut pautnya dengan Dira. Padahal Sheila tidak harus sampai melakukan hal itu. Dira benar-benar ingin membantu Sheila agar bisa bersekolah dan menjalani hari dengan tenang tanpa di bully mental maupun fisiknya.


Sekarang apa yang harus Dira lakukan? Padahal Dira sudah mempunyai cara untuk menghapus video Sheila yang ada di handphone milik Bellen. Tapi jika sudah begini bagaimana caranya Dira bisa mengambil handphone Bellen, padahal kemarin Dira sudah mengetahui Password handphone Bellen. Bahkan Dira sudah mencatatnya di kertas agar tidak lupa.


Setelah beberapa saat berpikir tiba-tiba Dira tersenyum, "Aha gue tau caranya! Oke oke sekarang gue harus ke kelas dulu," lirih Dira dan cepat pergi ke kelasnya.


"Ya udah selamat datang kembali babuku sayang," seru Bellen dan menepuk-nepuk pipi Sheila pelan.


Bellen menoleh ke arah teman-temannya, "Tepuk tangan dong gays!" suasana pun menjadi ramai karena suara tepuk tangan Bellen dan teman-temannya.


Sedangkan Sheila hanya diam sembari mengepalkan tangannya kuat. Sejujurnya ia benar-benar tidak ingin lagi berurusan dengan Bellen dan antek-anteknya. Tapi mau bagaimana lagi kelemahan Sheila ada di tangan Bellen.


"Ya udah gue laper nih, lo masih ingat kan yang biasa gue pesen?" Tanya Bellen yang hanya di balas anggukan kecil oleh Sheila.


"Bagus! Gays kalian mesen apa? Bilang noh sama si pms!" Ucap Bellen dan kembali ke tempat duduknya.


Baru saja ia menempelkan pantatnya di kursi tiba-tiba ada suara notifikasi WhatsApp di handphonenya. Terlihat akun dengan stiker anjing dan angka dua yang di berikan oleh Bellen telah mengirimkannya pesan.

__ADS_1


"Dira?" Lirih Bellen dan membuka chat yang di kirim Dira.


______________________________________________


🐕2


Online


______________________________________________


|Di sekolah lo bisa nyuruh-nyuruh Sheila, tapi di luar sekolah jangan! Biar gue aja, jadi kalau lo butuh apa-apa hubungi gue.


|Jangan Sheila!


|Ingat jangan bilang-bilang Sheila! Lagian lo juga gak ada ruginya.


^^^Oke anjingku sayang 😚|^^^


^^^Read^^^


______________________________________________


Ia mencampakkan handphonenya ke sembarang tempat dan menyandarkan tubuhnya di kursi, "Wah wah wah persahabatan yang mengharukan."


...🧕🧕🧕...


Dira sedang asik menatap handphonenya sambil tersenyum sampai tiba-tiba Fiola datang mengagetkannya.


"Woi lagi liat apa lo senyum-senyum gitu?" tanya Fiola sambil menarik kursinya ke samping Dira dan mendudukkan dirinya di kursi.


"Astaghfirullah Fiola, Assalamualaikum atuh. Ini malah way woy way woy bikin kaget aja lu ah," ujar Dira mengelus dadanya. Oknum yang bersangkutan cuma bisa nyengir doang.


"Hehe sorry habisnya lo serius amat sih ngeliat hp lo," ucap Fiola.

__ADS_1


Fiola menyipitkan matanya dan mendekatkan dirinya ke arah Dira, "Jangan bilang diem-diem lo punya pacar ya?" Tanya Fiola dengan tatapan menyelidik.


Dira berusaha menjauhkan wajah Fiola yang terlalu dekat dengannya tatapan Fiola membuatnya tertekan.


"Astaghfirullah gak ada ya, fitness aja lo," ujar Dira tidak terima mana mungkin ia mau berpacaran lagi.


"Fitnah woi fitnah!"


"Oh iya fitnah maksudnya,"


Lagi-lagi Fiola kembali menatap Dira dan tersenyum jail, "Kalau iya juga gak papa sih," Fiola menusuk-nusuk bahu Dira dengan telunjuknya.


Di tatap seperti itu oleh Fiola membuat Dira bergidik ngeri.


"Gak ada Fio! Pacaran itu dosa bagi umat Islam! Gue gak mau pacaran sebelum nikah!" ucap Dira menjelaskan.


Fiola mengernyitkan dahinya, "Tapi menurut gue sih boleh-boleh aja pacaran, asalkan kita gak berbuat yang gak senonoh. Bener kan kata gue," ucap Fiola.


Dira tersenyum menatap Fiola dan memegang tangannya, "Fio, dengerin gue. Bukanya gue sok alim atau sok tau, tapi sesama muslim kita harus saling mengingatkan. Dan di sini gue mau ngasih tau ke lo, kalau Allah itu gak butuh pendapat kita yang Allah SWT. Butuhkan itu adalah ketaatan kita. Jika Allah sudah menetapkan hal itu haram maka haram.."


"Kita gak bisa buat mengubah sesuatu yang udah di tetapkan oleh Allah Fio," jelas Dira.


Setelah beberapa saat diam dan berusaha mencerna kata-kata Dira, Fiola mengangguk-anggukkan kepalanya sembari tersenyum menatap Dira.


"Gue rasa gue paham apa yang lo bilang, walaupun butuh waktu buat nerima dan mencerna apa yang barusan lo bilang. Tapi makasih udah ngingetin gue Dir," Fiola memeluk Dira hangat ia sangat senang bisa berteman dengan Dira karena selalu mengingatkannya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Terimakasih monyet engkaulah sahabat terbaek akuuuuuu~~,"ucap Fiola yang membuat Dira sontak melepaskan pelukannya.


"Enak aja lo ngatain gue monyet Maimunah," ucap Dira sinis.


"Jangan lah marah monyet aku gurau je," ucap Fiola sambil tertawa senang karena berhasil menjaili Dira.


"Kebanyakan nonton pada jaman dahulu lo ye? Makanya nonton upin-ipin biar keren," ucap Dira yang juga ikut tertawa.

__ADS_1


Sedang asik bersenda gurau tiba-tiba netra Dira tertuju pada Sheila yang baru saja memasuki kelas, seperti biasa dengan tatapan datarnya. Sheila sama sekali tidak ada meliriknya seakan-akan tidak perduli dengan keberadaan Dira. Sheila kembali seperti semula lagi menjadi pendiam dan dingin. Padahal baru beberapa hari belakangan ini mereka sudah semakin dekat, tapi malah kembali seperti orang asing lagi.


...-DSP-...


__ADS_2