
'''''''''ππππRuyungππππ''''''''''
...-------π¨π·episode21π·π¬--------...
...β π΄ππ΄dalam kisahππ΄πβ ...
Mata Adzriel tak berkedip menatap Laki laki yang telah melenyapkan seluruh keluarganya. Seandainya dia ada ditempat kejadian dimana seluruh keluarganya dibantai oleh pria jahat yang didepannya mungkin beda keadaannya.
"hou...pantas kamu berani menghalangi kerjaan anak buahku!" Kata Ruyung dengan suara perlahan mengangguk anggukan kepalanya.
Tiga anak buah Ruyung yang telah dirontokkan kini bangkit berdiri mau menyerang pak Adzriel. Tetapi dicegah oleh pak Ruyung.
"tunggu!" perintah Ruyung pada anak buahnya yang siap menyerang balik pak Adzriel.
"siapa namamu sobat!" sapa pak Ruyung dengan ramah.
Pak Sampurna yang melihat gelagat busuk dari pak Ruyung cepat capat angkat bicara.
"kawan! jangan tertipu rayauan busuknya? ini orang sangat jahat sekali!" bisik pak Sampurna.
"hey pecundang! minggir kamu. Kamu ini selalu ingin menggagalkan setiap rencanaku." tunjuk tangan kiri pak Ruyung dengan sombong.
"sobat! kamu tidak pantas jadi tukang sapu jalanan, kamu kerja ditempatku kuberikan rumah dan mobil!" tawaran pantastis langsung diberikan kepada pak Adzriel oleh pak Ruyung.
"jangan kawan! Dia itu jahat, berarti kamu diajak untuk berbuat kejahatan!" cegah pak Sampurna.
Darah pak Ruyung langsung mendidih dan menatap pak Sampurna dengan mata menyala. Tanpa sadar dia langsung menghajar pak Sam.
"kurang ajar...!" pak Ruyung langsung mengayunkan tangan kananya.
aiiiyaaaa....
pak Sam menepis pukulan pak Ruyung dengan tangan kirinya
flaeees.....
Dan menyerang balik menghantam perut pak Ruyung dengan tangan kanannya.
haiyaaat....
buuugkh....
aaaagh.....
pak Ruyung terhuyung kebelakang dan menjerit kesakitan.
Melihat bosnya diserang! Kontan semua anak buah Ruyung tanpa dikomando menyerang pak Sam. Tetapi pak Adzriel cepat bertindak.
hyaaaat.....
huuup...
pleeesss...
buuugkh....
plaaakgh.....
__ADS_1
aaa.....
setiap serangan yang mengarah ke pak Sam di gagalkan oleh pak Adzriel lalu dilumpuhkan.
"hentikan...stop..." teriak pak Ruyung.
"kalian tidak boleh menyerang kalau tidak kuperintahkan!" bentak pak Ruyung sama anak buahnya.
pak Ruyung memandang pak Adzriel sangat berharap.
"bagaimana dengan tawaranku tadi!" kata pak Ruyung.
"lebih mulia jadi tukang sapu dari pada berbuat kejahatan." jawab pak Adzriel.
Mendengar jawaban Adzriel pak Ruyung kecewa langsung perintahkan anak buahnya.
"habisi dia!" perintah pak Ruyung lalu bergegas naik kedalam mobilnya dan meninggalkan pertarungan antara pak Adzriel dengan anak buahnya.
πβ β masuk ke cerita Sarinahβ β π
Sarinah dan ibunya Zaripah masih duduk diruang tamu. Zaripah masih belum bisa melupakan Laki laki yang bernama Givano. Givano putra sulungnya pasti sama dengan Laki laki yang bernama Givano yang sekarang. Aneh namanya sama dan wajahnya sangat mirip dengan Dolangga sibungsu yang ditinggal disurabaya.
mungkinkah Givano temannya Sachio adalah putra sulungnya yang hilang dua puluh tahun yang lalu? Givano...jangan jangan kamu putraku ucap Zaripah dalam hati.
"ma...mama kenapa?" tanya Sarinah terkejut melihat ibunya Tiba tiba menangis.
"eh, hi hi enggak...! Ndak ada apa apa kok!" jawab Zaripah tidak bisa mengelak.
"mama masih kangen Dolangga ya?" tebak Sarinah.
"cuman kangen doang." ucap Zaripah tidak jujur.
Kita tidak bisa heran atau mencibir kalau ada seorang wanita sedikit sedikit melelehkan air matanya karena kerinduannya dan cinta yang teramat dalam pada seorang anak.
πππ΄ππ
Sachio usai mengantar Sarinah dan ibunya Zaripah langsung menuju ibunya di jalan dewi Sartika Celilitan. padahal rumahnya terletak didepan pgc(pusat grosir celilitan) seberang jalan. Jadi dia melewati rumah tempat tinggal yang terletak mau masuk ke condet.
Baru saja Maura hendak menghubungi komala ibu sambungnya Sachio.
"Assalammu'alaikum...!"
Maura langsung mematikan hpnya bergegas menuju keluar?! Sebab dia mengenali betul putra tunggalnya ini.
"Assalammu'alaikum! bu..."
"Waalaikumussalam...!" jawab Maura berlari keluar.
ssrrreeeet....
pintu rumah Maura terbuka dan,
"aaa...kau pulang nak! Baru saja ibu mau telpon mama kamu!" ucap Maura langsung memeluk putranya.
"Sachio sekarang tiba bu..." ucap Sachio tampak segar.
"ibu cemas lo, Alfiana bercerita buruk tentang kamu." kata Maura sambil membawa Sachio melangkah menuju Shopa.
__ADS_1
"itu semua sudah aku duga bu, jangan di tanggepin." pinta Sachio seraya duduk bersandar di shopa.
"tak mungkinlah putra ibu yang dikejar cewek! berpacaran dengan siluman." mulut Maura mencibir kesal.
"bu...uuuwaaam....!" Sachio menguam ngantuk. Semalam tidak tidur dan di pesawatpun dia sangat ngantuk tapi demi wanita disampingnya yang manja, dia rela melawan ngantuknya untuk tetap memanjakan Sarinah dalam dekapannya.
Maura langsung merespon putranya.
"Kamu ngantuk nak, ayo tidur dikamarmu!" ucap Maura segera berlari membukakan Sachio pintu kamarnya.
Kamar ini tetap dirawat dan dijaga oleh Maura walau Sachio tinggal bersama bapak dan ibu Sambungnya. Maura Sadar setelah bercerai dengan Faris. Dia berpikir bila Sachio besar, pasti mencari dirinya. Itulah sebabnya jauh jauh sebelumnya segalanya telah dipersiapkan oleh Maura.
Adapun yang dipersiapkan Maura untuk putra terkasihnya adalah dia telah mengumpulkan banyak simpanan. Diantaranya, Rumah mewah di Menteng. Perusahaan yang ditangani sekarang, juga sudah dipersiapkan dimenteng.
Sekalipun perusahaan yang dikendalikan sekarang tidak jauh dari tempat tinggalnya di celilitan. Namun bila Sachio sudah berkeluarga maka perusahaannya langsung akan dipindahkan ke Menteng.
Sachio tampak terlelap. Maura meneteskan air matanya menatap putranya. Setelah empat tahun dia lahir. Maura harus berpisah dengannya. Maura tak mau ribut, dia mengalah. Bhatinnya teriris iris selama bertahun tahun.
Dibelainya Sachio seperti membelai anak kecil lalu diciumnya kening Sachio. Kemudian Maura beranjak keluar.
ππππ¨π¨π¨Farisπ¨π¨π¨πππ
Faris ditemani Lisa putrinya duduk Bincang bincang. Sementara Komala didapur bikin kopi dan jus untuk Lisa.
"Bibi...!" panggil Komala kepada asisten rumah tangganya.
mbok Tyah yang lagi bersih bersih kamar segera berlari nyamperin majikannya.
"ya...bu! ada apa?!" jawab mbok Tyah.
"nih, bawakan bapak kopinya dan itu jus punya Lisa!" ucap Komala menyuruh asisten rumah tangganya mengantar minuman yang dibuat.
Mbok Tyah langsung menyambut minuman dan jus yang disodorkan Komala.
Lalu beranjak menuju ruang depan tempat Faris dan putrinya duduk.
Mbok Tyah meletakan minuman didepan pak Faris dan Lisa. Kemudian beranjak kedalam menyelesaikan pekerjaannya.
Komala datang dan duduk disamping pak Faris suaminya.
"Tadi Maura telpon aku, e -pas mau aku angkat dia matikan hpnya." ucap komala.
"kamu tidak telpon balik dia?!" tanya Faris.
"endak...?"
"kenapa?"
"aku pikir dia akan telpon lagi. lupa? kali iya?" timbal Komala.
Faris tidak memberi komentar Apa apa lagi. Sementara Lisa menikmati jus anggur yang dibuatkan mamanya.
"Paling paling tanya kabar kak Sachio." ucap Lisa usia menikmati jusnya.
"katanya dia sudah boking tiket...! Tapi sudah hampir Sore belum tampak!" kata Komala heran.
Faris hanya bisa menarik napas dan dalam hati semoga putra satu satunya tetap dalam keadaan sehat.
__ADS_1
πππππ
BERSAMBUNG.