
Sarinah tampak menikmati suasana didalam mall. Dia sangat kagum melihat berbagai pajangan yang dipajang oleh Masing masing toko. Maura sepertinya baru menyadari kalau Sarinah tidak pernah masuk mall. Banyak hal tentang kehidupan Sarinah dan keluarganya yang belum diketahui oleh Maura.
Dalam hati aku akan cari tahu latar belakang kehidupan ibu dan anak ini. Gumannya dalam hati. Maura merasa iba melihat ibu dan anak ini yang tampak sangat merendahkan diri.
Sarinah tertegun pada sebuah fashion shop. Didalam toko busana tersebut terdapat sebuah pakaian muslim yang sangat anggun yang dikenakan oleh sebuah boneka. Dan juga tak Henti hentinya dia berdecak kagum pada busana china dan korea termasuk busana jepang.
Sesekali dia menunjuk pada mamanya beberapa pakaian asli produk Indonesia.
"Ma...? Disini pakaiannya Mahal mahal ya ma...!" bisik Sarinah perlahan takut sekali didengar ibu Maura. Akan tetapi Maura sudah tahu semua selera Sarinah.
Zaripah nampak terkejut melihat Ibu Maura menyuruh pelayan toko mengambil semua pakaian yang dikagumi Sarinah.
"Bu, mau borong pakaian buat siapa?" tanya Zaripah.
"Ini semua buat seseorang dirumah! Minta tolong dong..., Sarinah bantuin pilihkan!" pinta ibu Maura.
Ibu Maura berbisik bisik dengan pelayan toko.
"bu? Kira kira semua pakaian ini pas tidak sama tubuh putri saya." tanya Maura.
"putri ibu yang mana?" tanya pelayan toko.
"Yang itu...!" tunjuk Maura pada Sarinah.
Pelayan toko melihat lihat pakaian yang diborong Maura.
"Semua cocok bu dan putri ibu pinter sekali memilih!" ucap pelayan toko.
"bu, ini suprise! Jangan Bilang bilang ya?" bisik Maura.
pelayan toko anggukan kepala mengerti. Alasan ibu Maura tepat sekali Suprise. Yang namanya Suprise harus rahasia.
"Ibu..., cocok tidak pilihah saya!" tanya Sarinah.
"Cocok! Ya bu ya!" Maura kedipkan matanya.
"Cocok non, semuanya Bagus bagus!" timbal pelayan toko tersebut.
"Mudah mudahan cocok dengan orang yang ibu belikan." ucap Sarinah.
"Kalau Sarinah mau ayo pilih!" tawar Maura.
"Tidak usah bu! pakaian dirumah cukup!" tolak Sarinah.
"Berapa semua bu." tanya Maura.
"semuanya tujuh stel sembilan belas juta!"
Sarinah dan ibu Zaripah terperanjat mendengar harga tujuh stel baju sembilan belas juta. Sedangkan Maura Biasa biasa saja dengan senang hati membayar dengan kartu kredit miliknya.
__ADS_1
Baru saja Maura akan membayar pakaian yang dipesan Tiba tiba dia dikejutkan oleh seorang pria yang tidak dikenal menahan ibu Maura.
"Bu..., biar saya yang bayar semua pakaian yang dipesan!" tahan Shaugi yang dari tadi memperhatikan dan mengikuti Sarinah.
"Siapa kamu?" mata Maura merah melototi Shaugi.
"Kenalkan saya Shaugi!" Shaugi ulurkan tangan memperkenalkan diri.
"Lancang sekali kamu...! Heh, jaga mulut dan tindakanmu. Kamu pikir aku tidak bisa bayar!" dada Maura sesak melihat pria didepannya ini.
Melihat Maura diganggu, Zaripah tidak tinggal diam.
"Heh! pak! Sopan sikit sama orang tua!" bentak Zaripah menghadang Shaugi yang hendak menghalangi Maura melakukan pembayaran.
"Hey! Pembantu tolong minggir tak akan ada yang berani menghalangi keinginanku jika aku menghendaki sesuatu yang kuinginkan termasuk menginginkan gadis cantik seperti ini." ungkap Shaugi menarik Sarinah.
pak Jamal yang melihat tangan Sarinah disambar oleh Shaugi juga tersentak kaget.
"Waduh! Calon istriku mau direbut!" ucap pak Jamal kaget dan berlari mengejar Shaugi.
"Auuuh...!" teriak Sarinah terkejut. Saking terkejutnya sampai dia tidak sadar meludahi Shaugi.
"Pueeeh....!"
Muka Shaugi basah oleh air liur Sarinah. Shaugi yang diludahi Sarinah juga terkejut. Tangannya yang memegang tangan Sarinah terlepas tanpa dia sadari juga dan kesempatan itu dipergunakan oleh Sarinah untuk lari menjauh dari Shaugi.
Disaat shaugi menyadari tangannya yang memegang tangan Sarinah terlepas segera mau mengejar lagi Sarinah. Tapi dihadang oleh pak Jamal.
"Eheh e hehehe...." Shaugi terpingkal pingkal tertawa mengetawain pak Jamal yang mengaku ngaku calon istri.
Pertengkaran antara Shaugi dan pak Jamal dijadikan kesempatan oleh Sarinah Zaripah dan ibu Maura melarikan diri.
"Hey tua bangka yang tak Laku laku, udah urus saja perusahaanmu. Jangan mikirin istri! Sudah terlambat!" ejek Shaugi.
"Enak aja kau menghina aku tua bangka. Begini begini juga aku butuh istri!" bentak pak Jamal.
"Ini orang dikasih tau susah amat minggir!" Shaugi menyepak badan pak Jamal yang menghalangi dirinya. Pak Jamal yang disepak oleh Shaugi segera menangkap tangannya Shaugi dan hendak memelintarnya. Tapi, terlambak keburu Shaugi menarik tangannya. pergumulan segera terjadi.
"Awas kau tua bangka kulaporin kamu sama bapakku!" ucap Shaugi sambil bergumul gulat dengan pak Jamal.
Hyaaat...
Shaugi mencoba mencekik pak Jamal. Tapi, pak Jamal berhasil mencegah kedua tangan Shaugi dengan segera menangkap tangan Shaugi.
Suasana mall tempat Maura belanja tadi jadi hancur berantakan oleh perkelahian antara Shaugi dengan pak Jamal. Sekarang kedua duanya berhadapan dengan memasang jurus.
"Jurus apa itu!" tanya pak Jamal ketika Shaugi membuka jurusnya.
"Ini namanya jurus ular kobra khusus untuk orang yang mau menghancurkan cintaku." ucap Shaugi memamerkan jurusnya.
__ADS_1
"Aha..., kalau jurus itu, ini mengalahkannya!" timbal pak Jamal membentangkan dua tangannya dengan kaki kanan diangkat sedikit dan kaki kiri dilekukan sedikit.
"Jurus apa itu!" tanya Shaugi.
"Ini namanya jurus elang menyambar kobra untuk dimakan." jawab pak Jamal. pak Jamal langsung menerjang Shaugi
Eiyaaat...hut...hut.
pak Jamal mematuk matukkan tangan bukan kepada Shaugi. Tetapi hanya kedekat tubuh Shaugi yang kosong.
Mereka terus Mutar mutar memainkan jurus.
"Emangnya kamu mau makan aku?" tanya Shaugi.
"Buat apa? Makan kamu puih!" pak Jamal meludah jijik.
"Itu jurusmu!" ejek Shaugi
"Ini nama jurusnya bloon!" timbal pak Jamal maju mundur maju mundur kayak orang main gobak sodor.
Giliran Shaugi mengancam pak Jamal dengan sebuah serangan yang tidak Main main. Mampus kau Jamal
Hiyaaaaat....plak....!
Satu tonjokakan mengenai pipi sebelah kiri pak Jamal.
Aduoooh....
"Curang kamu sogok, eh sogi. Tidak boleh tonjok pipi!" protes pak Jamal.
"Emang berantem ada aturannya!" tanya Shaugi bingung sambil kancak pinggang
"Ada..., lihat orang tinju nggak boleh nendang!" jawab pak Jamal marah.
"Lha kita kan belum buat aturannya?" tanya Shaugi napasnya mulai ngos ngosan.
"Sekarang kita buat aturannya!" pinta pak Jamal sambil menahan sakit pipinya.
"Apapun aturannya demi sicantik saya ladeni kamu!" tantang Shaugi.
"Ayo aturannya seperti apa!" tanya Shaugi sambil memainkan jurus kakinya sebelah maju mundur macam tarian salah satu toko online.
"Tidak boleh tonjok pipi. Tapi hantam mulut dan hidung contohnya seperti ini." kata pak Jamal memberi contoh kepada Shaugi.
"Mari, berdiri disini. Ini contoh kamu tidak boleh menangkis!: kata pak Jamal menyuruh Shaugi berdiri.
Lalu pak Jamal menghantam hidung Shaugi sekeras kerasnya sampai dia terpental kebelakang dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
💘💘💘💘💘
__ADS_1
BERSAMBUNG.