
π΄π΄π΄π΄Pertarunganπ΄π΄π΄π΄π΄
πβ₯memasuki episode 22β₯π
π₯π₯dalam kisah Doa Ibu.π₯π₯
Sachio langsung istirahat di rumah Maura ibu kandungnya usai mengantar Sarinah dan Ibunya Zaripah ketempat tinggalnya sementara selama dia di Jakarta dalam mencari keberadaan Suaminya yang telah menghilang selama lebih dar satu tahun.
Sementara kita menunggu Sachio istirahat. Kita lihat pertarungan Adzriel menghadapi anak buahnya Ruyung.
Setelah memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi pak Adzriel. Ruyung pergi begitu saja meninggalkan anak buahnya bertarung.
"Kawan! sebaiknya Susul bosmu itu, sampaikan Salamku kepadanya. Suatu hari Nanti aku akan menuntut balas kematian seluruh almarhum keluargaku yang dibantai di Sikumana dua puluh tahun yang lalu." pinta Adzriel menyampaikan pesan kepada anak buahnya pak Ruyung.
Anak buahnya pak Ruyung terus menyerang Adzriel dari segala arah walau tahu mereka sudah bonyok kena pukulan dan tendangan pak Adzriel.
Karena nampaknya Anak buah pak Ruyung tidak mau menyerah dan terus berusaha mendesak pak Adzriel. Dan pak Adzriel takut lengah dan bisa patal akibatnya, akhirnya dia tidak mau Main main dan,
paaaghk...
duuughk...
beberapa hantaman dan tendangan menghempaskan anak buah pak Ruyung sampai mereka tidak mampu lagi untuk melawan.
"hentikan...! hentikan!" teriak pak Sampurna membentak anak buah pak Ruyung yang terus mendesak pak Adzriel walau keadaan mereka sudah babak belur.
"kalian semua mau mati ya...? Dasar goblok! Mau mati matian bela pengecut yang tak punya malu!" teriak pak Sam mencaci maki anak buah pak Ruyung.
Akhirnya anak buah pak Ruyung menyerah dan tidak meneruskan serangannya lagi.
"sekarang pergi kalian! Pergi goblok..." bentak pak Sam mengusir Semua anak buah pak Ruyung.
Semua anak buah pak Ruyung babak belur dan terluka. Mereka pergi dengan tubuh terluka sedangkan pak Ruyung sudah pergi terlebih dulu ketika pertarungan sedang berlangsung. Itulah yang membuat pak Sam muak dan benci melihat tipu muslihat pak Ruyung yang menyuruh anak buahnya bertarung sementara dia pergi begitu saja.
Usai pertarungan pak Adzriel langsung diberi pujian oleh pak Kimin dan Ramlan. mereka berdua berlari nyamperin pak Adzriel.
"ternyata kau pandai bela diri pak Adzriel!" kata pak Kumin gembira sambil memegang tangan dan memeriksa tubuh pak Adzriel.
"kamu tidak apa apa kan?" ucap pak Kimin memeriksa tubuhnya pak Adzriel.
"Dulu dulu kamu diam aja dihina dicaci maki malah sampai dipukul sama orang!" timbal pak Ramlan.
pak Adzriel hanya diam tersenyum tak menjawab ucapan pak Kimin dan pak Ramlan.
Sedangkan pak Sampurna diam menunggu kegembiraan pak Kimin dan pak Ramlan yang tiada henti hentinya memuji pak Adzriel.
"saya ucapkan terimakasih banyak karena telah menyelamatkan nyawaku!" ucap pak Sam dengan rasa hormat.
"eh, pak! itu sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menolong." jawab pak Adzriel sangat santun.
__ADS_1
"usiamu sudah tidak muda lagi. Tapi, kau tetap santun dan rendah diri...kenalkan saya pak Sampurna biasa dipanggil pak Sam!" ucap pak Sam memuji pak Adzriel sambil memperkenalkan diri.
"saya Adzriel dan ini pak Kimin dan yang ini pak Ramlan" jawab pak Adzriel memperkenalkan diri juga sekalian memperkenalkan kedua temannya.
"kerja kalian bertiga sebagai bersih jalanan ya?" tanya pak Sam.
"iya...ini pekerjaan kami bertiga!" jawab pak Adzriel.
Pak Sampurna terdiam sejenak menahan rasa nyeri di lambungnya dan batuk batuk.
"pak! sebaiknya bapak saya antar kerumah sakit!" tawar pak Adzriel.
"kalian Ada yang bisa bawa mobil...huk... huk...!" tanya pak Sam.
pak Adzriel dan kedua kawannya saling tatap.
"maaf pak! kami tak ada yang bisa bawa mobil...?" jawab pak Adzriel iba pada pak Sam.
"kalau gitu aku telpon orang kantor..." pinta pak Sam sambil menghubungi Givano.
pak Adzriel tidak tega melihat pak Sam yang lagi sakit menelpon ditempat seperti ini.
"pak istirahat disana...ayo!" pinta pak Adzriel tunjuk halte bus tempat penumpang tunggu bus yang kebetulan lagi sepi.
pak Sam dipapah berjalan oleh pak Adzriel dan dua kawannya. sesampai dihalte bus dia duduk dan menelpon pekerjanya.
"ya pak...!"
"tolong datang jemput saya di condet, baru saja saya dikeroyok oleh anak buahnya pak Ruyung." ucap pak Sam menyuruh Givano menjemputnya.
"apa? bapak dikeroyok? oke pak beritahu keberadaan bapak saya segera kesana!"
Lalu tidak tunggu lama lama Givano pergi ketempat pak Sam dengan segera membawa mobilnya sambil menghubungi Sachio dan Amir agar juga tahu pak Sam bos mereka baru saja dikeroyok oleh anak buahnya pak Ruyung.
π₯π₯π₯π₯π₯
Sachio yang baru bangun dan masih dikamar mandi segera menerima telpon dari Givano.
"halo Vano...! Aku masih di kamar mandi, nanti saja aku telpon kamu...," pinta Sachio sambil menyanyikan lagu when you're gone dari Avril Lavigne.
"baca chat dariku pak Sam baru saja dikeroyok anak buah pak Ruyung!" hanya itu yang disampaikan Givano lalu hpnya dirijek.
"ah! pak Sam dikeroyok? halo...! halo... waduh dimatikan lagi hpnya..."
Sachio mempercepat mandinya.
keluar dari kamar mandi...Sachio membaca Chat Givano. udah itu dia berlari menuju kamar biliknya.
Maura yang tampak bahagia hari ini, berubah mimik wajahnya melihat putranya yang terburu buru.
__ADS_1
"Ada apa? nak...!" tanya Maura mulai gelisah.
"bu! Aku kecondet lihat pak Sam baru saja dikeroyok!"
"Sam siapa? nak...!"
"pak Sam ceo saya, bu...!"
"lalu bagaimana dengan masakan yang ibu telah siapkan?"
Sachio berdiri sejenak melihat Ibunya yang kelihatan murung.
"bu...aku pergi lihat sebentar saja! Setelah itu aku kembali lagi kesini? Biarkan masakan ibu seperti ini! Karena aku akan makan semua... sama ibu...iyaah...bu!" pinta Sachio.
Maura yang melihat tatapan putranya yang memelas akhirnya merasa lega.
"ya, udah...! Pergilah ibu tunggu!" suruh Maura tersenyum.
Hati Maura merasa berbunga bunga hari ini. Putra yang terpisah dengannya selama puluhan tahun kini lebih mengutamakannya dari pada bapaknya.
Masa kecil Sachio adalah Masa Kecil mimpi buruk bagi Maura dalam kehidupannya sehari hari. Karena Sachio harus terpisah darinya. Dia harus merelakan putra kesayangannya direbut darinya.
Sachio dirawat dan dibesarkan oleh Faris dan isterinya Komala. bisa dibayangkan betapa hancurnya hati Maura saat itu.
Penderitaan puluhan tahun kini telah direndam oleh sejuknya kehadiran Sachio. Tangis itu telah berlalu dan digantikan dengan senyum ceria kehadiran putra tercinta. terimakasih ya Allah...puji sukur Maura dalam hati.
"bu...Sachio jalan!" pinta Sachio penuh hormat pada ibunya.
"Hati hati ya nak...!" pesan Maura melambaikan tangannya dengan bunga bunga indah bersemayam didadanya.
π₯π₯π₯π₯π₯
Givano langsung berhenti didepan pak Sam.
"pak! ayo segera kita kerumah sakit!" ucap Givano.
Baru saja tangan Givano hendak meraih tubuh pak Sam Givano terkejut melihat pak Adzriel yang menahan tubuh pak Sam.
"pak Adzriel? pak Adzriel kan...!" tunjuk Givano terkejut.
"Givano! Dialah yang menyelamatkan nyawa bapak dari pengeroyokan anak buah pak Ruyung!" ucap pak Sam menceritakan Givano.
"terimakasih pak! telah menyelamatkan nyawa bos saya!" ucap Givano sambil menyalami dan mencium tangan pak Adzriel.
Aku seperti mencium tangan bapakku sendiri ucap Givano dalam hati. Begitu pula dengan pak Adzriel dia berguman dalam hati, tanganku seperti dicium oleh anakku sendiri.
πππππ
BERSAMBUNG.
__ADS_1