
Kampung pak Sam belum sepi dari kerumunan orang. Malah masyarakat makin siap siaga, takut ada aerangan susulan.
Pak Sam Bagi bagi makanan dan minuman bagi warga yang masih kumpul. Mereka semua siaga dan masih merasa curiga ada serangan balik.
Pak Adzriel Givano dan Rista sibuk kesana kemari membagi bagikan makanan dan minuman kepada warga.
"Pak Adzriel..., Givano..., kalian boleh pulang! Biar nanti saya suruh warga yang lakukan itu!" pinta pak Sam agar mereka istirahat.
"Baik, pak Sam! Saya juga kepikiran pak Kimin dan pak Ramlan dirumah!" jawab pak Adzriel.
"Saya juga mau kerumahnya pak Adzriel." ucap Gavino.
"Iya, baiklah Hati hati di jalan ya?" peringat pak Sam sama pak Adzriel dan Gavino.
Pak Adzriel dan Gavino pergi meninggalkan kediaman pak Sampurna. Sudah tidak ada dikhawatirkan lagi pada diri pak Sam karena warga tampak antusias menjaga kampung tempat tinggal mereka.
Di kediaman Sarinah.
Maura ibunya Sachio masih kagum dengan kecantikan yang dimiliki Sarinah serta sangat mendukung sekali putranya. Rasanya mulai hari ini dia berpikir untuk masa depan putranya. Maura tak menyia nyiakan kesempatan untuk selalu dekat dengan Sarinah.
"Sarinah...! Hari ini ibu mau ajak kamu Jalan jalan." ajak Maura sambil kedipkan mata serta senyum yang manjakan ibu dengan calon mantunya.
"Jalan jalan?" tanya Sarinah.
"Iya?!" Maura anggukan kepala.
"Kemana, bu?!" tatap Sarinah yang membuat Maura makin gemes rasanya. Padahal Sarinah bukan gadis baru gede. Tapi, bawaannya pingin nyubit saking manisnya Sarinah dimata Maura.
"Ya..., yang Deket deket aja. Iya kan Sachio?" toleh Maura kearah Sachio yang dari tadi diam dan merhatiin ibunya.
Sachio hanya bisa tersenyum pada Ibunya.
"Ayo Siap siap kita jalan sekarang!" kata Maura.
"Mamaku juga?"
Sarinah berharap mamanya juga ikut. Sebab dia tidak percaya diri kalau kemana mana tanpa mamanya, apalagi Jalan jalan di Jakarta.
"Tentu dong.... Masa mamamu dibiarkan dirumah sendiri!"
Sarinah senang mendengar ibu Maura dan memandang Sachio.
"Jalan jalan sama ibu."
Sachio anggukan kepala setuju. Maura tambah kagum sama Sarinah. Belum suami istri saja dia minta pendapat Sachio.
Kita tinggalkan Sarinah yang sedang mempersiapkan diri Jalan jalan. Sekarang kita kekediamannya pak Jamal. Sejak mendapat kiriman foto dari Sudaryo Jamal tidak merasa tenang.
Pak Jamal tidak percaya sama Sudaryo atas foto yang dikirim. Tetapi dia penasaran dan tertarik sama gadis ini serta sangat memukau dirinya. Sekiranya gadis ini berada di Indonesia putri siapapun dia akan dipinangnya pikirnya dalam hati.
__ADS_1
"Fado! Bagaimana pendapatmu tentang gadis ini."
"Bos kalau gadis itu memang benar ada sudah dari dulu dipinang orang! Bos kan tahu orang Indinesia jangankan gadis secantik itu gadis seksi sikit aja udah kesambar."
Fado tidak percaya sama sekali dengan kiriman foto yang dikirim oleh Sudaryo. Apalagi orang ini belum dikenal. Berharap imabalan fantastis semua cara pasti akan dilakukan.
"Tidak ada salahnya kita cari tahu!" ucap pak Jamal tetap penasaran.
"Orang yang bernama Sudaryo itu akan mendapat bonus besaaar dariku." ungkapnya Betul betul menghayal.
Saking lamanya memperhatikan foto itu tak terasa perutnya minta diisi. Waduh! perutku merasa lapar gumannya dalam hati.
"Nabil mana?!"
"Diluar lagi gombalin cewek!"
"Panggil kita ke cafe!"
Kalau urusan cafe Fado langsung pergi tampak banyak tanya.
"Bos udah nunggu di mobil!"
"Uwah..., kalau urusan perut kamu cepet sekali. Disuruh yang lain macam kungkang!" ucap pak Jamal seraya berjalan yang dibuntuti oleh Fado.
Mereka bertiga pergi ke cafe. Saat saat lapar seperti ini sangat disukai oleh pak Jamal. Dia akan makan banyak dan puas serta kembali menghayalkan foto di smart phonenya.
Ditengah perjalanan pak Jamal menyuruh Nabil berhenti mendadak.
pak Jamal berteriak sehingga Nabil ngerem mendadak.
sreeeet....
Pak Jamal dan Fado tersungkur kedepan.
"Ada apa sih!" Nabil heran sama bosnya kayak kerasukan setan.
"Mundur kebelakang! Cepat...!"
Fado juga ikut terkejut melihat tingkah laku bosnya yang Tiba tiba berubah.
"Stop...!" teriak pak Jamal.
"Lihat gadis itu." tunjuk pak Jamal kearah Sarinah melangkah anggun diapit dua wanita setengah tua yakni Maura dan mamanya Zaripah.
Fado dab Nabil terpana dengan bibir menganga tidak percaya dengan gadis yang sangat anggun mempesona.
"Gadis itu mirip seperti foto yang dikirim ke smart phone bapak!" ucap Fado pelan suaranya sampai tak terdengar.
"Berarti benarkan, orang surabaya itu." timbal pak Jamal.
__ADS_1
Mereka bertiga Betul betul terpesona sampai Fado tidak menyadari ucapannya.
"Seandainya dia jadi istriku akan aku akan cintai dia sepenuh jiwaku."
"Eeenak aja!" tangan pak Jamal langsung menampar Fado
"Aduuuh!" Fado meringis kesakitan.
"Dia akan jadi istriku bukan istrimu!" pak Jamal melototi Fado.
"Iya, maaf!" Sambil memegang pipinya Fado merasakan tamparan pak Jamal bosnya.
Mobil Sarinah sudah bergerak.
"ikuti mereka!" perintah pak Jamal sama Nabil.
"Kita tak jadi ke cafe." tanya Fado.
"Kalau mau ke cafe turun dan pergi sendiri!" timbal pak Jamal kesel.
Fado diam tak berani bicara lagi. Rasa lapar yang dirasa pak Jamal hilang seketika.
Di Mall graha cijantung yang akan dituju Sarinah Jalan jalan tampak ramai. Banyak pengunjung berdatangan dengan berbagai tujuan.
Disebuah cafe dalam Mall tampak seorang pemuda menikmati minumannya sambil matanya melirik cari Gadis gadis cantik yang akan diajak kencan.
Diluar Mall Sachio sudah sampai dan memarkirkan mobilnya ditempat parkiran. Maura dan Zaripah mengawal Sarinah turun dari mobil menuju kedakam Mall.
"Sachio, yo'!" Maura tampak menengok Sachio yang berbicara serius dengan seseorang di smart phonenya.
"Ya, bu..., nanti aku nyusu!" jawab Sachio menyuruh ibunya masuk duluan kedalam Mall.
Mata Orang orang yang mereka lewati kontan langsung melihat Sarinah yang sedang berjalan. Laki perempuan tua muda pada memandang Sarinah.
Sampai didalam Herman tepuk pundak Shaugi pemuda yang dari tadi matanya melirik kesana kemari mencari gadis cantik yang akan diajak kencan.
Pada mulanya, Herman tak mau memberi tahu Shaugi karena dia sendiri seperti terpikat pada gadis cantik yang dilihatnya ini. Akan tetapi tak ada gunanya, sebab ketahuan Shaugi akan diembatnya juga kalau gadis itu cantik! Tak peduli milik temannya sendiri.
"Lihat dua gadis yang diapit Ibu ibu!" tunjuk Herman.
Mata Shaugi langsung melebar kagum. Baru kali dia melihat gadis yang sangat sempurna.
"Uwaaah.... Anggun! cantik dan mempesona!" guman Shaugi tidak sadar mulutnya berbicara sendiri.
Shaugi berdiri dan tanpa pikir panjang langsung nyamperin Sarinah yang berjalan terpesona melihat Benda benda yang terpajang dalam Mall.
Maura bukannya memperhatikan pajangan barang dalam Mall melainkan memperhatikan Sarinah yang terkagum kagum melihat semua suasana dalam Mall. Maklum baru kali ini Sarinah memasuki Mall walaupun sebelumnya di Surabaya dia hanya melintas dari jauh. Jangankan masuk mendekat saja dia tidak boleh apalagi masuk karena rupanya yang buruk.
💘💘💘💘💘
__ADS_1
BERSAMBUNG.