DOA IBU

DOA IBU
FOTO AYAH DAN IBU.


__ADS_3

Selesai mandi Givano langsung masuk kekamarnya memegang kotak yang diambil di kampungnya bi Rianah. Dia memandang kotak itu dan mengelus elusnya. Sebentar sebentar ditaruh kotak itu diamping tempat tidurnya Sebentar sebentar dia ambil lagi.


Setelah lama berpikir dia mengambil keputusan. Kalau kotak itu tidak dibuka sekarang manusia tidak tahu kejadian kebelakangnya walau satu menitpun apa lagi satu jam dua jam hingga esoknya, Kalau ada sesuatu terjadi dan kotak itu hilang maka dia tidak bisa memaafkan dirinya.


Akhirnya dengan debaran jantung yang semakin gila didalam tubuhnya Givano membuka kotak itu yang terlihat pertama kali adalah foto kakeknya yang berdiri sendiri didepan rumahnya yang ditempati sekarang ini.


Lalu dengan perlahan tangan bergetar hebat menggeser foto kakeknya dan terlihat dua pasang suami istri yang tampan dan Cantik dan ditengah tengahnya seorang Laki laki kecil yang berusia sekitar dua tahun.


Wanita ini mirip dengan wajah Sarinah pacarnya Sachio sahabatnya yang meminta tolong kepadanya untuk mencari Bapaknya yang bernama Adzriel, wanita ini pasti bu Zaripah diwaktu dia masih muda.


Sedangkan Laki laki tampan yang disebelah kanan anak kecil yang mirip dirinya wajahnya sama dengan pak Adzriel yang sekarang rumahnya di dekat lapangan bola gonseng cijantung pasar rebo.


Air mata Givano mengalir deras setelah mengetahui kedua orang tuanya. Dan difoto yang dilihat pasti dirinya karena Sarinah dan Dolangga belum lahir waktu itu. Tinggal adiknya sibungsu belum dilihat.


Menurut cerita ibunya 'Dolangga tidak mau diajak ke Jakarta karena belajar ilmu bela diri untuk membela ibu dan kakaknya yang sering dihina dan dilecehkan orang. 'kasihan kau bu dan Sarinah adikku sampai Dolangga yang masih kecil rela berpisah demi cita cita, karena keluarganya sering dihina dan dilecehkan orang'oh, ya Allah...kasihan mereka rintih Givano dalam hati.


Givano tidak melihat foto yang lain, hanya foto kakeknya Sambara dan foto kedua orang tuanya saja dilihat lalu diletakkan lagi dan disimpan Baik baik. Givano menata jam di hpnya sudah jam dua lebih, diapun lalu tidur.


...----------------...


Adzan subuh menggema membangunkan Givano. Dia berlari kekamar mandi. Tidak lama kemudian dia berlari kekamarnya dan keluar lagi dengan kopiah sarung dan baju koko bergegas menuju masjid untuk menunaikan Sholat berjemaah.


Smart phonenya berdering, Givano merogoh kantong bajunya dan merijek mati hpnya. 'Tidak tahu nama orang lagi sholat gerutu Givano mematikan hpnya.


Usai sholat berjamaah Givano menghubungi Sachio.


"Say, maaf hpku kurijek soalnya lagi sholat di masjid!" kata Givano biar Sachio tidak salah paham


"Sorry, Van! sengaja aku telpon kamu agar kamu bangun sholat berjamaah!" timbal Sachio.


"O, terimakasih kalau gitu!"


"Tunggu dulu, Van!"


"Ada apa Say,"


"Kapan kita mulai bareng cari keberadaan bapaknya Sarinah!"


"Tidak usah kita cari!"


Sachio terkejut mendengar pernyataan Givano.


"Apa? maksudmu tidak usah kita cari, apa kamu tidak mau membantu, gitu?" tanya Sachio.

__ADS_1


"Tidak usah kita cari, aku sudah tahu keberadaan bapaknya." jawab Givano.


"Van! Aku ini serius, tidak bercanda!" seru Sachio terdengar kesel.


"Ya .. aku seriuslah Sachio .. masa aku bercanda .. !" jawab Givano Sungguh sungguh.


"Van! gimana kamu bisa ngomong seperti itu .. !"


Sachio dibuat kebingungan oleh Givano. Masa dia tahu bapaknya Sarinah pikirnya kebingungan.


"Pokoknya gini Say, kamu ajak Sarinah dan bu Zaripah kita Sama sama kerumah bapaknya Sarinah. Tunggu aku didepan Mall graha." kata Givano.


"Kapan!" tanya Sachio


"Sekarang! Begitu kamu lihat mobilku ikuti aku dari belakang." jawab Givano.


"Endak .. ! Apa ini benaran apa bercanda!" Sachio Benar benar tidak percaya apa yang didengar.


"Ya, Allah .. ! Masa aku bercanda. Dalam hal seperti ini tidak boleh bercanda Say .. !" kata Givano.


"Oke, oke kalau begitu aku kerumah Sarinah sekarang!" ucap Sachio memegang kepalanya masih tidak percaya dan kebingungan.


Beribu ribu pertanyaan berkecamuk dalam hati Sachio. Aneh! Dia tahu keberadaan bapak Sarinah! Kalau si Givano memang betul tahu siapa bapaknya Sarinah dan tahu keberadaan bapaknya Sarinah berarti Givano bukan orang sembarangan ungkap Sachio dalam hati.


Berarti Givano bisa dikatakan memiliki ilmu peramal kata Sachio dalam hati dan saya harus Hati hati berteman dengan dia. karena dia pasti berteman dengan orang halus ucapnya lagi sambil badannya merinding.


...----------------...


Sachio pernah mencoba membawa mobil diatas kecepatan diatas seratus duapuluh kilometer perjam malah sampai mencapai seratus delapan puluh kilometer perjam waktu kuliah di Amerika.


beberapa menit kemudian dia sudah memasuki halaman rumah Sarinah.


"Assalamualaikum .. " ucap Sachio dari luar melihat pintu rumah Sarinah tertutup rapat.


"wa alaikumussalam .. " jawab bu Zaripah setelah mengintip dari lubang kecil yang sengaja dibuat agar mengetahui siapa yang datang.


"E .. Sachio mari mari masuk!" jawab bu Zaripah menyambut tangan Sachio yang menyalaminya.


"Sarinah..., Sachio datang!" panggil bu Zaripah.


"Kelihatan hari ini kamu tampak tegang ada apa?" tanya Zaripah.


"Hari ini aku dibuat bingung oleh Givano." ucap Sachio.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan Givano!" tanya bu Zaripah Gelisah karena Sachio menyebut Givano.


"Kemarin aku minta tolong dia untuk bantuin cari keberadaan bapak!" tutur Sachio.


"Terus." tatap bu Zaripah penasaran apa yang membuat Sachio bingung.


"Barusan aku minta dia hari kita Bareng bareng mencari keberadaan bapak!"


"Apa? jawabnya." tanya bu Zaripah.


"Dia jawab tidak usah cari!"


"Apa? Alasannya dia tidak mau mencari bareng kamu!"


"Dia bilang dia sudah tahu keberadaan bapak!"


"Hah!"


Bu Zaripah terperanjat mendengar ucapan Sachio. Matanya langsung melebar.


"Kalau dia tahu keberadaan bapak kenapa kita tidak kesana?!" ucap bu Zaripah dengan suara bergetar.


"Makanya kita mau diajak kesana!" jawab Sachio.


Sarinah yang dari tadi berdiri memperhatikan Sachio dan mamanya berbicara tampak seperti kegirangan mendengar percakapan mereka.


"Sekarang ibu Siap siap, kita mau pergi menemui bapak!" pinta Sachio.


Tanpa pikir panjang bu Zaripah langsung bergegas kedalam. Sementara Sarinah masih berdiri memandang Sachio.


"Givano sudah tahu keberadaan bapak!" tatap Sarinah dengan ekspresi sedih sudah lama pingin jumpa bapaknya. Sarinah sangat menyayangi bapaknya Sampai sampai dia langsung pucat ketika mendengar Givano tahu keberadaan bapaknya.


"Ayo sayang..., kamu juga Siap siap!" ucap Sachio.


"Ya, kak!" jawab Sarinah juga segera pergi kekamarnya.


Ibu dan anak ini keluar tanpa mick up. Tetapi kecantikan wajah mereka bisa mengalahkan kecantikan gadis yang menggunakan mick up.


"Heit, pada kemana? Tidak ngajak ngajak!" Haryani langsung mencegat mereka yang hendak pergi.


"Bibi dirumah aja, Kami mau pergi jumpa bapaknya Sarinah!" jawab Sachio.


"Waduh, bapaknya non Sarinah sudah ketemu." ucap Haryani tak sadar sampai bertepuk tangan kegirangan.

__ADS_1


💟💟💟💟💟


BERSAMBUNG.


__ADS_2