
Dolangga terus berlatih ilmu bela diri. Anak sekecil ini cukup cerdas, tidak seperti gurunya yang perlu puluhan tahun baru matang ilmu beladirinya. Sedangkan Kakaknya yang sudah berada di Jakarta sudah menjadi kebanggaan beberapa Orang orang dekatnya. Maura ibunya Sachio sampai tidak mau pergi dari dekatnya.
"Sekarang kamu pergi mandi, kita Jalan jalan di Mall mall terdekat. Lihat lihat kota Jakarta ya!" Suruh Maura seraya mencium kening Sarinah.
Betapa bahagia rasa hati Sarinah diterima oleh ibu Sachio Laki laki pertama tempatnya jatuh hati. Sampai dia tidak bisa berkata Apa apa.
"Saya kekamar mandi bu?"
Sarinah berdiri memberi hormat pada Maura macam orang jepang saja.
"Ayolah sayang..."
Dalam hati tak Henti hentinya Maura memuji ibu dan anak yang begitu hormat dan santun serta tutur bahasa yang teramat manis.
"Sarinah! ingat usai mandi jangan pakai Lulur nanti ibu kabur!"
Sachio kedipkan mata hanya menggoda saja. Sarinah mencibir Sachio tatkala memiliki kesempatan tak ada yang melihat.
Semalam Sarinah tidak bisa tidur terbayang sitambatan hati dengan ketakutan yang luar biasa sekiranya keluarga Sachio tidak merestui hubungan mereka.
Sekarang taman hati Sarinah tumbuh bermekaran ribuan Bung bunga indah beraneka warna dengan harum seharum cintanya.
Diayunkan kakinya tanpa rintangan mulus melenggang semulus ibu Sachio yang menerimanya dengan penuh kasih sayang.
"Sachio! Kamu jangan kecewakan ibu Zaripah dan Sarinah dalam mencari pak Adzriel ya!" tatap Maura sangat serius.
"Saya akan lakukan segala cara. Tapi tentu cara terbaik untuk menemui pak Adzriel." jawab Sachio.
"Kalau ketemu pak Adzriel kamu langsung pinang Sarinah!"
"Terimakasih atas restu ibu." jawab Sachio berseri seri.
Melihat bu Zaripah yang masih tampak Malu malu Maura berusaha mengajak Zaripah terus ngobrol sebagaimana dua ibu yang akan jadi besan.
--------------------'xxxxxxx'---------------------
Ezra mencari kediaman pak Sampurna. Dia bertanya keberbagai tempat dan bertanya pada setiap orang yang dijumpainya sampai dia menemukan seseorang yang mengenal dan tahu kediaman pak Sampurna.
"Inikan fotonya pak Sampurna pak!" jawab seorang siswa Laki laki salah satu sma di Jakarta timur.
"Adik tahu kediaman pak Sampurna!" tanya Ezra dengan tenang jangan sampai siswa tersebut curiga.
"Tahu pak!" jawab siswa itu polos karena tidak mengerti apa maksud orang yang menanyakan alamat pak Sam.
__ADS_1
Lalu siswa tersebut membuat denah tempat tinggalnya pak Sam dan diberikan kepada Ezra.
Pak Ezra tanpa mengucapkan terimakasih langsung pergi naik mobil. Siswa yang tadinya tidak curiga akhirnya jadi curiga. Siswa tersebut langsung menghubungi temannya yang tinggal didekat rumahnya pak Sampurna.
Pak Sampurna yang mendapat impormasi ada orang jahat sedang menuju kediamannya langsung menghubungi pak Adzriel. Sedang Tito minta tolong sama Teman temannya dan Anak anak muda disekitaran tetangganya.
Pak Adzriel yang mendapat kabar dari pak Sam tentang rumahnya yang akan didatangi Orang orang jahat segera ngebut membawa laju motor punya orang yang baru saja selesai disevis.
Pak kimin dan pak Ramlan komat kamit berdoa semoga Orang orang jahat yang datang menyerbu rumah pak Sam dijaga dan dilindungi. Tampak Givano muncul berboncengan dengan Rista datang nyamperin bengkel pak Adzriel.
"Salamu'alakum pak Kimin!" sapa Givano kepada pak Kimin yang tampak seperti orang ketakutan.
"wa alaikumsalam!" jawab pak Kimin masih tampak tidak tenang.
"Pak Kimin kenapa? Seperti orang kurang enak badan." tanya Givano.
"Bukan kurang enak badan Vano. Tapi, meriang karena memikirkan pak Adzriel yang pergi berantem sendirian melawan Orang orang jahat dirumahnya pak Sam." timbal pak Ramlan.
"Kapan pak Adzriel pergi!"
"barusan!" timbal Ramlan.
Givano langsung star motornya melaju dengan kecepatan tinggi.
Pak Sam memperhatikan Orang orang yang menerobos masuk melompati pagar rumahnya. Tak ada satupun yang pak Sam kenal. Namun dia yakin kalau Orang orang ini adalah suruhan pak Ruyung.
Ketika Ezra akan merusak pintu pak Sam yang tertutup Rapat puluhan warga datang mengepung dan melemparinya batu.
Ezra tidak jadi menerobos memasuki rumah pak Sam. Dia keluar mencoba menghalau Anak anak muda yang melemparinya batu. Ezra dikeroyok puluhan warga kampung, terjadi perkelahian seperti tawuran dimana warga semakin banyak mengepung dan menyerangnya.
Pak Adzriel telah tiba dan melihat lima orang preman sedang dikeroyok warga. Pak Sam turun dan membukakan pak Adzriel pintu gerbang sementara pak Omar security yang dilumpuhkan oleh Ezra dan Kawan kawannya ditolonng oleh Tito.
"Pak! Semua Baik baik saja tidak ada yang terluka?!" tanya pak Adzriel cemas
"Mereka belum sempat menyerang kami mereka keburu diserbu warga!" jawab pak Sam tampak sok juga.
pak Sam dan keluarga disertai pak Adzriel mereka semua mengarah kepada serbuan warga yang sedang menyerang Ezra dan Kawan kawan dari berbagai arah. Ezra dan keempat kawannya tetap melawan karena banyaknya warga merekapun tak luput dari lemparan batu hantaman balok kayu dan apa yang warga pegang.
Ezra dan Kawan berpikir bagaimana mereka bisa pergi dari kepungan warga. Dengan usaha keras mereka tetap melawan sampai mereka bisa mencapai mobil mereka.
"Ayo semua naik!" perintah Ezra pada Kawan kawannya.
"Jangan kasih mereka lolos! hancurkan mobilnya!" teriak salah seorang warga yang bernama Rizky.
__ADS_1
"Wan, menyingkir nanti kamu ditabrak!" teriak Elon memperingati Wawan.
Braaaak....
plaaaak....
warga menghantam kaca mobil Ezra dan Kawan kawan yang kabur membawa mobilnya ngebut serta badan mobil Ezra rusak tak karuan
Ezra dan Kawan kawannya berhasil kabur dari kepungan warga.
Elon Wawan dan Rizky datang nyamperin Tito dan bapaknya.
"Kalian Baik baik saja?!" tanya Elon pada Tito.
"Alhamdulillah kami semua Baik baik. Terimakasih atas bantuan kalian!" ucap Tito pada Elon Wawan dan Rizky.
"Untung saja kamu cepat hubungi saya, jadi saya tidak terlambat datang!" bilang Wawan.
"Jadi kamu minta bantuan mereka?!" tanya pak Sam memandang Tito.
"Ya, pak!" jawab Tito.
Pak Sam tampak bersukur atas kesigapan Tito yang kepikiran minta bantuan warga dan Kawan kawannya.
"Warga bisa berdatangan sebanyak ini bagaimana?!" tanya pak Sam.
"Saya pak! Teriak teriak minta bantuan warga!" jawab Elon.
"Wah, hebat kalian dan saya ucapkan terimakasih sebanyak banyaknya." kata pak Sam pada Elon Wawan dan Rizky.
Tidak beberapa lama Givano muncul berboncengan dengan pacarnya Rista.
"pak! Bapak tak Apa apa semua?" tanya Givano datang dengan cemas.
"Siapa yang kasih tahu kamu kami akan diserang penjahat!" tanya pak Sam.
"Kebetulan aku sedang kebengkel pak Adzriel, dan dikasih tahu pak Kimin dan pak Ramlan." jawab Givano.
Di jalan masih ramai orang ngumpul pada bicara keributan tadi. Sayang keributan udah usai Givano datang karena kejebak macet. Sedang pak Adzriel sempat melihat bagaimana kelima penjahat itu digebukan warga.
💘💘💘💘💘
BERSAMBUNG
__ADS_1