DOA IBU

DOA IBU
SEBUAH LUKISAN DIDALAM BATU GIOK.


__ADS_3

👭Bapak dan Anak bertemu.Tapi, mereka belum saling mengenal👭


♥♥Memasuki episode 23♥♥


Baru saja mobil Givano hendak beranjak, motor Amir tiba. Tidak lama kemudian Sachio muncul dengan mobil RANGE ROVER SPORT 3.0 HSE warna putih.


"langsung rumah sakit!" ucap Givano pada Amir setelah itu Givano langsung tancap gas.


setelah diberitahu Givano, Amir nyamperin Sachio.


"kita ikuti Givano, lansung rumah sakit!" cakap Amir pada Sachio.


Sachio dan Amir Sama sama penasaran, apa yang terjadi pada diri bosnya. Sampai dikeroyok begitu saja oleh anak buahnya pak Ruyung.


Tutttt tiiiiit tuttttt tiiiittt...


Telpon Givano berdering...


"Halo....Sachio!" sapa Givano sambil membawa mobilnya dengan kencang! Tapi tetap pokus.


"Pak Sam kamu bawa kerumah sakit mana?!" tanya Sachio.


"Ke Cijantung lebih dekat!" jawab Givano.


"Okey sip," Sachio langsung tancap gas menuju rumah sakit kesdam jaya cijantung.


Sebelum sampai kerumah sakit cijantung Sachio call ibunya.


"Halo ibu..., Hari ini aku agak terlambat kayaknya?" kata Sachio kepada ibunya.


"Kenapa nak...! Ceritaain ibu apa alasannya!" tanya Maura mulai gusar. Gagal dah makan bareng putranya.


"Tak ada Apa apa sih, aku hanya ikut mengawal bosku ke rumah sakit." jawab Sachio.


"Ya sudah.... Tak Apa apa, tapi Hati hati ya....?" pinta Maura pada putranya.


🔥🔥🔥


Sachio telah tiba lebih dulu dirumah sakit Cijantung disusul Amir dan Givano.


Baru saja Sachio memarkirkan mobilnya, muncul mobil Nisya bersama putra dan putrinya yaitu Tito dan Tina. Yang usianya kurang lebih hampir sama dengan Sachio, keluar dari mobilnya.


"Ayo bu....? Pak Sam ada di mobil itu!" tunjuk Sachio.


Sachio bersama sama ibu Nisya dan kedua putra putri pak Sam menuju ketempat mobil Givano yang sedang mengeluarkan pak Sam oleh petugas perawat rumah sakit.


Mereka semua mengawal pak Sam menuju keruang rawat darurat.


🔥🔥🔥


Pak Sam sudah berada dalam ruangan kamar dan sedang diperiksa oleh dokter, luka apa saja yang diderita. Tidak lama kemudia dokter keluar dari kamar bedah.


"pak bagaimana keadaan suami saya!" tanya bu Nisya pada dokter pria yang baru saja keluar dari kamar bedah.


"Ibu, istrinya?" tanya pak dokter muda gagah dan tampan.


"Iya pak! Saya istrinya." jawab bu Nisya.


"Tidak ada luka yang serius pada suami ibu, hanya lebam. Dan untung segera dibawa kerumah sakit. Sebab ada gumpalan darah yang membuat dia susah bernapas tetapi sudah bisa kami atasi. Insya Allah pasti sembuh." kata pak dokter.


Mereka semua lega mendengar pernyataan dokter. Tidak beberapa lama pak Sam dipindahkan keruang kamar pasien.


Pak Sam baru aja berbaring matanya tampak seperti mencari sesuatu.

__ADS_1


"Pak! cari apa?" tanya Nisya istrinya.


"Pak Adzriel dan Kawan kawannya kemana?" tanya pak Sam gelisah.


"Pak Adzriel siapa? Sih!" gerutu bu Nisya.


"Heh! Agar kamu tahu iya, kalau itu orang tak ada. Mungkin aku sudah mati!" tatap pak Sam tidak senang mendengar istrinya menggerutu.


"Ibu sih, kebiasaan!" tegur Tito yang juga tampak kecewa dengan cara ibunya.


"Mereka diluar pak!" kata Givano.


"Vano panggil mereka, dan perlakukan mereka dengan hormat dan santun. Melebihi dari sebagai mana kalian memperlakukan aku." pinta Pak Sam.


Tito dan Tina yang mendengar pernyataan bapaknya sampai berpikir betapa berharganya orang ini sampai bapaknya mengatakan agar dia diperlakukan melebihi dari dia.


"baik, pak!" jawab Givano, lalu beranjak keluar.


Tidak lama pak Adzriel masuk bersama Givano yang diikuti oleh pak Kimin dan Ramlan.


"Mari pak!" panggil pak Sam.


"Vano, tolong siapkan pak Adzriel dan Kawan kawannya kursi tempat duduk!" pinta pak Sam pada Givano.


Givano kembali keluar mencari kursi tempat duduk untuk pak Adzriel dan Kawan kawannya.


Betapa terkejutnya Amir yang membantu Givano membawa kursi masuk.


"pak Adzriel ... !" sapa Amir terkejut.


"Loh, kalian saling kenal?" tanya pak Sam.


"iya, pak! Beliaulah yang menolong saya dari kecelakaan tabrak lari motor." jawab pak Adzriel.


Pak Adzriel menceritakan pengalamannya pada bulan yang lalu ketika ditabrak motor dan ditolong oleh pak Faris Amir dan Silvia. Lalu kabur dari rumah sakit secara Diam diam.


"Kenapa pak Adzriel kabur?!" tanya pak Sam.


"Beliau beliau ini adalah Orang orang baik, yang memperlakukan saya dengan baik. Jadi saya sangat malu." tutur pak Adzriel malu.


pak Sam melihat raut wajah pak Adzriel yang tampak malu dan sedih. Pak Sam tidak tega melihatnya.


"Kamu selesaikan biaya perawatanku dan kuminta pak Adzriel dan dua temannya ikut kerumah ada hal penting yang akan kita bicarakan berkaitan dengan batu giok yang menjadi incaran pak Ruyung." kata pak Sam menyuruh Tito pergi membayar biaya perawatannya dan berharap pak Adzriel bersedia memenuhi permintaannya.


Pak Adzriel bersedia diajak ikut kerumah pak Sam dan dia penasaran untuk mendengar apa yang akan dibicarakan. Karena pak Sam menyebut nama pak Ruyung.


Setelah menyelesaikan biaya perawatan, pak Sam dan semua yang ada dirumah sakit. Diundang oleh pak Sam kecuali Sachio, yang minta ijin pulang karena telah janji untuk menemaninya ibunya makan malam nanti.


"Baiklah kuminta kalian berkumpul karena ada sebuah wasiat yang sedang kujalankan." ucap Pak Sam kepada semua yang ada.


Kemudian mulailah pak Sam menceritakan batu giok yang menjadi incaran pak Ruyung hingga sekarang.


"ceritanya begini!...


Flash back.


Dua puluh tahun yang lalu Orang orang berdatangan dari berbagai daerah bahkan ada yang datang dari negeri sakura jepang. Dia adalah Houtaro, Houtaro datang bersama anak dan isterinya berwisata.


Ketika Sampai disikumana Hautaro melintas disebuah gubuk. Dan melihat Rangrang bertarung. Hautoro sebagai pendatang tentu tidak mau ikut campur.


Hiyaaat...hat...hat....


Eeiiit... eit.. eit...

__ADS_1


Rangrang diserang dari tiga arah. Tetapi, Rangrang luput dari serangan dari tiga orang tersebut. Tak beberapa lama datang seorang Laki laki membantu Rangrang.


"Dasar iblis enyah kalian dari sini!" geram Laki laki tersebut menyerang dan membabatkan pedangnya.


aghk...


seorang terluka oleh sambaran Laki laki tersebut. Dua temannya mundur dan menyelamatkan ketuanya.


"Ingat Sambara kamu telah melukaiku suatu hari nanti aku pasti membalas." ucap Ruyung kesakitan. Lalu mereka bertiga menyingkir dari tempat itu.


Hautaropun keluar dari persembunyiannya nyamperin Datuk Rangrang dan putranya Sambara.


"Selamat pagi? pak!" sapa Hautaro.


"pagi!" sapa balik Datuk Rangrang.


"maaf saya tadi tidak sengaja melewati tempat ini dan melihat Datuk dikeroyok." tutur Hautaro.


"Pria itu bernama Ruyung ingin meminta batu giok saya tapi saya tidak bersedia memberikannya." tutur Datuk Rangrang pada Hautaro sambil memperlihatkannya pada Hautaro.


Sebuah batuk giok hijau sebesar bola, memiliki lubang sebesar lima centimeter. Didalamnya terdapat sebuah lukisan putri cantik, yang dilindungi oleh adiknya.


Dibalik lukisan itu, terdapat sepasang nama. Siapakah nama itu? nama itu hanya bisa dibaca, kalau sudah bisa diambil dari dalam batu itu.


Hautaro terkejut dan kagum dengan batu giok tersebut. Hautaro meneliti batu tersebut.


"Batu ini bukan sembarang batu!" ucap Hautaro.


"Batu ini diberikan oleh pelancong dari china bernama Xiong Dan. Lalu Dia melukis seorang wanita cantik yang dilindungi oleh adiknya kemudian dimasukan kedalam batu tersebut dengan kekuatan gaib. menurut Xiong Dan, batu ini hanya bisa dibuka oleh laki laki yang ada dalam lukisan ini dan sangat bermamfaat bagi orang banyak." tutur Rangrang sama Hautaro.


"bukan hanya mendatangkan mamfaat untuk orang banyak melainkan bisa membuat orang menjadi kaya yang memilikinya." ucap Hautaro.


Ternyata perbincangan Hautaro didengar oleh Ruyung yang belum pergi dari tempat itu dan membuat Ruyung makin nekad untuk memiliki batu tersebut.


Sejak saat itu Hari hari pak Ruyung mencari kesempatan untuk memiliki batu giok itu. Dia mengintai Datuk Rangrang lengah dan menunggu waktu yang baik untuk merebut batu giok tersebut.


Pada suatu hari Sambara mengunjungi putra Sulungnya di wayngapa untuk menjemput Cucu Laki lakinya yang berusia kurang lebih dua tahun. Pada saat itulah pak Ruyung membawa puluhan orang mengepung gubuk kediaman Rangrang dan menghabisi semua keluarga Rangrang. Tak ada satupun yang tersisa.


Sambara yang mendengar berita tewasnya seluruh keluarganya kabur membawa cucunya melanglang buana keberbagai daerah untuk menyelamatkan batu giok tersebut bersama cucu Laki lakinya.


Beberapa tahun kemudian pak Sampurna yang datang merantau ke Jakarta secara tidak sengaja berjumpa dengan Sambara diwarteg sedang makan.


"bu! Nasi sepiring berapa?" tanya pak Sam.


"lima ribu tapi tidak dengan minum!" jawab pemilik warteg.


"Uang saya cuman dua ribu, boleh ya bu. Saya sangat lapar sekali dari kemarin belum makan." minta pak Sam memelas.


"bu, kasih saja nanti saya yang bayar." ucap pak Sambara sambil minum karena tenggorokan kepedesan.


"terimakasih pak semoga Allah membalas kebaikan bapak!" ucap pak Sam senang memandang pak Sambara.


pada saat pak Sambara mau menjawab ucapan pak Sam, pak Sambara terbelalak kaget.


"Sam!"


"Ya Alloh kau Sambara..."


keduanya gembira sekali bisa bertemu.


💘💘💘💘💘


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2