DOA IBU

DOA IBU
GADIS IMPIAN.


__ADS_3

Pak Ruyung melanjutkan perjalanannya mencari Orang orang kuat untuk direkrut jadi pengawalnya. Sekarang dia sedang memasuki kawasan senayan tanah abang tidak jauh dari stasiun televisi swasta dan salah satu Mall terbesar juga di Jakarta pusat. Dan mendapatkan orang asing asal perancis bernama Alexander.


Kemudian memperoleh karateka hebat asal Jepang bernama Reymozi didaerah tanjung duren grogol petamburan jakarta barat.


Pak Ruyung tidak takut menghabiskan uang banyak demi mencapai tujuan untuk mendapatkan seorang gadis yang di inginkan putranya. Apalagi sudah lama dia mendambakan seorang cucu.


Ketika dia melintas hendak pulang setelah mendapatkan tiga jagoan hebat dia mendapati seorang gadis berjalan sendirian yang tidak lain adalah Alfiana yang ditinggal pergi oleh Faid.


"Hai nak, mau kemana?" tegur pak Ruyung.


Alfiana terkejut saat menoleh dan mengenal orang yang menyapanya.


"Menunggu taksi mau pulang!" jawab Alfiana.


Pak Ruyung turun dari mobilnya menghampiri Alfiana.


"Mobil bapak penuh, kubantu tunggu mobil." ucap pak Ruyung tidak tega melihat seorang wanita sendirian.


Dalam hati Alfiana mengatakan mampus kamu Faid. Aku tidak perlu susah payah cari kediaman pak Ruyung.


"Pak! boleh tanya ya?" tanya Alfiana.


"Tanya apa?!" timbal pak Ruyung.


"Kudengar putra bapak menyukai seorang gadis!" kata Alfiana.


Pak Ruyung kaget mendengar pertanyaan perempuan lawan bicaranya.


"Dari mana kamu tahu?!" tatap pak Ruyung.


"Siapa yang tidak kenal bapak!" kata Alfiana meyakinkan pak Ruyung.


"Betul, putraku menyukai seorang gadis. Tapi, aku tidak pernah melihat gadis itu." kata pak Ruyung.


"Aku kenal dengan gadis yang disukai putra bapak!"


Pak Ruyung sangat senang mendengar penuturan Alfiana. Tapi, dia tidak mudah percaya begitu saja.


"Bisa saya percaya ucapanmu?" tanya pak Ruyung berharap perempuan didepannya ini Betul betul dipercaya ucapannya.


"Kenalkan aku dulu pak! namaku Alfiana." ucap Alfiana memperkenalkan diri.


"Ini adalah foto gadis yang bernama Sarinah gadis yang diinginkan putra bapak!" kata Alfiana sambil menunjukan Foto Sarinah.


Pak Ruyung sangat terkejut melihat foto yang diperlihatkan Alfiana. Pantas saja putraku tergila gila sama wanita ini guman pak Ruyung dalam hati.


"Apa ini bukan foto yang kamu dapatkan dimedia elektronik!" kata pak Ruyung tidak percaya.


"Loh, ini kan dilihat langsung oleh putra bapak di Mall!" jawab Alfiana meyakinkan pak Ruyung.


"Dan saya kenal gadis ini juga keluarga dan rumahnya." lanjut Alfiana.


"Kamu tahu rumahnya? Dan keluarganya?" tanya pak Ruyung.

__ADS_1


"Iya!" jawab Alfiana.


Pak Ruyung tambah gembira dan mulai yakin dengan perempuan yang mengaku bernama Alfiana ini.


...----------------...


Sarinah dan bu Zaripah sekarang sudah berkumpul dengan Ayahnya. Betapa sangat bahagianya Sarinah. Tapi, bu Zaripah dan pak Adzriel semalam tidak bisa tidur memikirkan Dolangga putra bungsunya.


Pak Adzriel tidak punya alasan untuk menyalahkan istrinya tentang Dolangga yang tidak dibawa ke Jakarta. karena bu Zaripah dan Sarinah serta Sachio sudah membujuk Dolangga ikut ke Jakarta. Tapi, Dolangga bersikeras menolak.


Siang hari menjelang sore ini pak Adzriel tetap beraktifitas. Setiap hari pelanggan berdatangan menservis motornya karena hasil kerja pak Adzriel yang dibantu oleh pak Kimin dan pak Ramlan sangat memuaskan para pelanggannya.


"Salamualaikum!" ucap seorang yang sangat dikenalnya.


"Wa alaikumsalam!" jawab pak Adzriel dengan tersenyum menyambut kedatangan Givano.


Bu Zaripah yang juga sangat mengenal suara Givano segera berlari keluar dan menyambut kedatangan Givano.


"Vano, mari kedalam!" kata bu Zaripah menyuruh Givano masuk.


Sekarang Givano sering datang mengunjungi pak Adzriel dan bu Zaripah. Karena Givano sudah tahu pak Adzriel dan bu Zaripah adalah orang tuanya. Sedang pak Adzriel dan bu Zaripah merasa yakin Givano adalah putranya. Tapi, dia tidak bisa membuktikan kalau Givano putranya.


"Katanya mau bawa Rista, tapi sampai sekarang Rista tidak diajak kesini." kata bu Zaripah menagih Givano.


"Iya, ma. Hari hari ini Rista sangat sibuk sekali." jawab Givano.


"Mama pingin sekali lo..., lihat Rista."


"Iya, kak. Sarinah juga."


Suara knalpot motor terdengar ribut sekali diluar. Givano ingin sekali membantu bapaknya, tapi dilarang oleh pak Adzriel, bu Zaripah dan Sarinah.


...----------------...


Pak Ruyung yang mendengar penuturan Alfiana segera menyuruh Ezra pergi kerumah.


"Kalian pulang saja duluan, nanti aku naik taksi sama Alfiana." kata pak Ruyung menyuruh Ezra pulang duluan.


"Baik, pak!" sahut Ezra lalu meninggalkan bosnya pergi.


Sachio yang belum pergi dan masih membuntuti Alfiana juga mendengar pembicaraan Alfiana dan pak Ruyung.


Sekarang Sachio sudah tahu Orang orang yang ingin melamar Sarinah dan ternyata dalangnya adalah Alfiana.


Tidak lama kemudian taksi lewat. Pak Ruyung dan Alfiana menyetop dan naik. Sachiopun juga pulang langsung meluncur menuju kediaman ibunya.


Sesampai dirumah Sachio disambut oleh ibunya Maura.


"Kamu kelihatan lelah dan pucat!" kata Maura yang melihat Sachio tampak kurang bersemangat.


"Istirahatlah dulu Ibu buatkan minum!" lanjut Maura lalu meninggalkan Sachio yang duduk lemas.


Tidak lama kemudian Maura datang membawa jahe hangat kesukaan Sachio.

__ADS_1


"minum nak,jahe hangatnya biar kamu segar kembali." kata ibunya.


Sachio meneguk jahe hangat yang dibuatkan Maura.


"Bu...,"


Maura menatap Sachio yang memanggilnya.


"Sarinah sekarang sudah bertemu Ayahnya!" ucap Sachio.


Maura terperangah mendengar Sachio dan merasa senang mendengar penuturan Sachio.


"Dimana Ayahnya sekarang?!" tanya Maura.


"Di pasar rebo, lapangan bola gonseng!"


"Alhamdulillah mereka ketemu." jawab Maura senang sekali.


"Sekarang Satinah dan bu Zaripah tinggal sama pak Adzriel bapaknya." kata Sachio menceritakan Maura ibunya.


"Kamu jadi enggak melamar Sarinah!" tanya Maura.


"Itulah yang mau kubicarakan sama ibu!" jawab Sachio.


"Ibu sih mendukung, terserah kamunya." ucap Maura.


"Sachio mau Secepatnya!" kata Sachio jujur kepada ibunya. Apalagi sekarang dia mendengar sendiri ada dua pria mau melamar Sarinah.


"Lalu sekarang kamu mau memberi tahu bapakmu!" tanya Maura.


Sachio menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu ayo kita bicarakan dengan bapakmu." ajak Maura.


Maura dan Sachio pergi menuju rumah bapaknya untuk membicarakan lamaran Sachio.


🌟🌟🌟


Pak Ruyung sekarang telah tiba di kediamannya. Alfiana terpana melihat kediaman pak Ruyung yang besar dan megah. Sesampai dirumah Shaugi sudah menunggunya berharap sudah dibawakan gadis impiannya.


"Pak! bukan gadis itu yang kumaksud." kata Shaugi langsung menolak Alfiana. Shaugi berpikir bapaknya akan menikahkanya dengan Alfiana.


"Kamu sampai setua ini masih saja goblok!" kata pak Ruyung menegur Shaugi.


"Sekarang tunjukan dia foto itu apakah gadis itu yang dia maksud." kata pak Ruyung menyuruh Alfiana menunjukan foto yang diperlihatkan kepadanya.


Lalu Alfiana menunjukan foto Sarinah kepada Shaugi.


"Iya, benar pak! gadis itu yang pernah saya jumpa di Mall waktu itu!" jawab Shaugi kegirangan.


"Baik, Sekarang saya percaya sama kamu. Tinggal kamu tunjukkan dimana kediaman gadis itu, saya akan pergi melamarnya." kata pak Ruyung.


💟💟💟💟💟

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2