DOA IBU

DOA IBU
POCONGKU KUPOTONG KALAU TIDAK MEMILIKIMU.


__ADS_3

Adzriel terperanjat dengan kedatangan istri dan putrinya. Tapi , lebih terperanjat lagi putra bungsunya ditinggal sendirian di Surabaya. Sedangkan Alfiana yang mendengar percakapan pertemuan antara bapak dengan istri dan anaknya juga terkejut tidak percaya kalau gadis cantik yang bersam Sachio itu adalah Sarinah siburuk rupa.


"Udahlah! Ayo kita pergi dari sini, nanti ketahuan lagi." ucap Faid mengajak Alfiana pergi dari samping rumah pak Adzriel.


Didalam pak Adzriel tampak sedih tak ada ekspresi kegembiraan diwajahnya karena memikirkan Dolangga. Sarinah menatap Wajah bapaknya juga dengan raut wajah sedih.


"Pak! Bapak tidak usah khawatir dengan tidak adanya Dolangga. Percayalah sama Wie lan, dia bisa menjaga Dolangga melebihi aku..., mama..., bahkan melebihi dari bapak sendiri. Karena aku sering bersama kakek Wie lan, bagaimana dia memperhatikan aku dan Dolangga." tutur Sarinah menatap bapaknya yang sedih.


Sarinah memeluk bapaknya dan tidur didada bapaknya setelah memberi sedikit pandangan kepada bapaknya.


Pak Adzriel tidak mau melihat istri dan putrinya sedih takut nantinya kepikiran diapun berusaha tegar dan memohon kepada Allah agar putra bungsunya selalu dalam lindungannya. Disamping itu, benar juga kata Sarinah bahwa Wie lan itu sangat baik dan perhatian kepada keluarganya.


"Bagaimana kalian bisa sampai ke Jakarta!" tanya pak Adzriel mulai tersenyum memeluk istri dan putrinya yang duduk dikiri kanannya.


Givano yang melihat bapaknya mulai tegar dan tersenyum merasa iri karena dia sendiri juga ingin sekali memeluk kedua orang tua dan adiknya. 'seandainya kalian tahu kalau aku adalah putra kalian dan kakakmu Sarinah pasti kalian semua akan memelukku juga, guman Givano dalam hati.


Lalu Sarinah menceritan pertemuannya saat dia hampir ditabrak dan ditolong ketika Zafar dan sugeng hendak memperkosanya hingga hubungan dekat mereka sekarang ini.


"Jadi Sachio, walau wajahmu buruk dia sudah suka sama kamu?!" tanya pak Adzriel memandang Sachio dan Sarinah.


"Bapak tanya saja sama kak Sachio." ucap Sarinah Malu malu.


"Entahlah! Aku juga tidak tahu pak! sejak pertemuan itu aku tidak bisa tidur memikirkannya!" timbal Sachio menceritakan pak Adzriel.


"Sampai aku Bela belain mencarinya dan dihadang dan dikeroyok oleh Zafar dan Kawan kawannya!" lanjut cerita Sachio.


"Untung ada polisi dan aku ajak kerumah!" Sambung cerita Zaripah.


"Begitu dia masuk aku keluar dengan wajah seperti ini dan aku kaget pak!" timbal Sarinah.


"Disitulah puncaknya pak! aku tambah jatuh cinta sama Sarinah!" lanjut Sachio menceritakan awal pertemuan mereka


"Hebat ceritanya." kata Givano kagum.


"Kalau kamu nak! belum punya pacar?!" tanya bu Zaripah iseng rasanya ingin sekali memeluk Givano. bu Zaripah sangat yakin Givano adalah putranya karena mereka mirip sekali.


"Ada, namanya Rista. Givano sering bawa dia kesini!" jawab pak Adzriel.


"iiyakah pak! Cantik...?!" tanya Zaripah senang mendengarnya.


...----------------...


Faid melanjutkan rencananya pergi kerumah kakaknya pak Jamal bersama Alfiana.

__ADS_1


"Katanya Sarinah buruk rupa wajahnya. Tapi, nyatanya cantik!" seru Faid ditengah perjalanan menuju rumah pak Jamal.


"Apa gunanyanya cantik! Tapi, siluman." timbal Alfiana ketus.


"Kamu yakin..., dia siluman." ujar Faid.


"Aku berani disambar geledek orang mataku sendiri yang lihat." sahut Alfiana.


"Begini, lupakan Sachio, buang Jauh jauh asumsimu itu. Mana ada siluman bisa jalan didepan orang banyak dan berbicara biasa aja layaknya manusia.


"Terserah kamu deh percaya atau tidak sama aku." jawab Alfiana dengan wajah kesel.


Kini mereka telah sampai dirumahnya pak Jamal. Tampak Fado dan Nabil dan beberapa orang ngumpul dirumahnya pak Jamal.


"Hai Fado, Nabil...! Kapan keluar dari kantor polisi?" sapa Faid keluar dari mobil bersamaan dengan Alfiana.


"Langsung hari itu juga, paling dinasehati doang." jawab Fado.


"Kak Jamal ada didalam?!" tanya Faid kepada Fado lagi.


"Ada didalam lagi kasmaran," jawab Fado.


"Oh, gitu ya! Aku masuk dulu. yo, Nabil!" Faid menganggukan kepalanya kearah Nabil.


Didalam didapati kakaknya lagi Muji muji Foto Sarinah di smart phone miliknya. Faid jalan perlahan pingin tahu foto yang di Puji puji. sedangkan Alfiana menunggu didekat pintu.


Faid sangat terkejut melihat foto yang di Puji puji kakaknya ternyata fotonya Sarinah.


"Aduh sayang....aku tak akan menikah dengan gadis lain selain dirimu. ini si pocong akan kupotong habis karena tak ada gunanya lagi kalau kamu tak menikah denganku." ucap pak Jamal lalu mencium foto Sarinah berkali kali.


Alfiana yang melihat dan mendengar ungkapan pak Jamal tak kuasa menahan tawanya.


Hem hem hem....


Alfiana menutup mulutnya tertawa biar tidak terdengar. Tapi, terdengar juga oleh pak Jamal.


"Heh! Kamu siapa!" tanya pak Jamal terkejut melihat ada wanita mentertawainya.


"Dia pacarku kak!" jawab Faid dibelakang pak Jamal.


"Aeh, kamu..., kenapa datang tidak terdengar suaranya." toleh pak Jamal kearah Faid terkejut.


"Kakak cinta banget ya, sama Sarinah!" tanya Faid.

__ADS_1


pak Jamal tersentak kaget mendengar perkataan Faid adiknya yang mengetahui nama Sarinah.


"Eh, kamu kenal Sarinah!" tatap pak Jamal terkejut.


"Saya bukan kenal Sarinah doang. Bapaknya, ibunya dan adiknyapun aku kenal!" jawab Faid.


Pak Jamal makin penasaran dan terkejut. Dia menatap Faid dengan serius.


"Kenapa kamu tidak bilang sama aku!" tatap pak Jamal.


"Aku kan tidak tahu wanita yang kakak cintai...," jawab Faid.


"Ayo suruh pacarmu duduk. Jangan berdiri disitu!" ucap pak Jamal melihat Alfiana yang masih berdiri didekat pintu.


Dalam hati Alfiana berkata ini orang tajir juga, lebih tajir dari pada Faid adiknya, gumannya melangkah dengan diatur seseksi mungkin.


"Malah aku lebih kenal Sarinah dari pada Faid." bilang Alfiana setelah melepaskan bokongnya di shopa yang diduduki.


"Iyakah!"


Pak Jamal tidak bisa menutupi kegembiraannya. Dia tidak perlu lagi suruh orang untuk mencari keberadaan Sarinah. Apalagi Alfiana dan Faid mengenal seluruh keluarga Sarinah.


"Kalian harus tunjukan dimana tempat tinggalnya Sarinah karena aku akan kesana melamarnya." ucap pak Jamal.


"Nanti saya tunjukkan kediamannya Sarinah. Tapi, beritahu kami dulu dari mana kakak kenal dengan Sarinah!" tanya Faid.


Pak Jamal menatap Faid dan Alfiana bergantian dia Betul betul serius kali ini.


"Kalian berdua dengar ya, Baik baik. Aku mengeluarkan uang dua miliar demi untuk bisa mendapatkan Sarinah!" ucap pak Jamal memandang Alfiana dan Faid tanpa berkedip sedikitpun.


"Kalau kalian tidak percaya lihat ini." tunjuk pak Jamal kepada Faid adiknya.


Melihat Bukti pengiriman uang, timbul niat busuk dihati Faid dan Alfiana untuk meraup harta pak Jamal yang sebanyak banyaknya.


"Kak kami bersedia menunjukkan kakak kediaman Sarinah dan keluarganya. Tetapi...,"


Fado terdiam menatap ekspresi wajah pak Jamal yang kelihatan Betul betul berharap dan tidak Main main.


"Tetapi apa Faid...," tanya pak Jamal penasaran.


"Orang lain saja kakak bayar, masa kami tidak!" jawab Faid.


💟💟💟💟💟

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2