
Sarinah masih bengong berdiri mematung melihat Barang barang yang dibeli bu Maura ternyata Barang barang itu dibeli untuknya. Barang barang itu berupa gaun impor dari cina jepang dan korea serta dari timur tengah. Sungguh itu gaun mahal pilihannya sendiri.
"Bu.... Itu barang terlalu mahal untuk Sarinah!" ucap Sarinah merasa sungkan untuk menerimanya. Ini Betul betul membingungkan Sarinah, mau ditolak sayang sudah dibeli dan diterima merasa dirinya terlalu murahan untuk menerima pemberian orang lain.
"Kalau Sarinah menolaknya ibu kecewa!" ancam Maura menggeleng gelengkan ibu jarinya dihadapan Sarinah.
"Baiklah! Sarinah terima. Tapi ibu harus janji, lain kali kalau ibu mau belikan aku sesuatu harus bilang dulu." kata Sarinah menerima Barang pemberian ibu Maura.
Ibu Maura sangat gembira melihat Sarinah menerima pemberiannya. Dia langsung memeluk Sarinah.
"Ayo Haryani bawa Barang barang Sarinah kedalam kamarnya!" pinta bu Maura.
"Baik, nyonya!"
Bi Haryani kemudian mengangkat Barang Sarinah dimasukan kekamarnya.
Sachio yang menyaksikan perdebatan kecil antara Sarinah dan ibunya Maura tampak gembira.
"Bu Zaripah...! Mohon maaf rasanya Sarinah belum puas diajak Jalan jalan lihat kota Jakarta!"
"O..., Aku paham maksudmu! Mau ngajak Jalan jalan Sarinah berdua denganmu! Gitu kan?" potong Maura, memotong ucapan putranya.
"Akh! Ibu, tahu aja!" jawab Sachio tersrnyum malu
"Boleh! boleh.... Iyakan bu Zaripah?" Kata Maura yang bisa merasakan dua insan yang dilanda asmara ini udah tidak sabar untuk saling mengungkan perasaannya berdua.
Ibu Zaripah hanya bisa anggukan kepala. Karena dilihat putrinya juga seperti kasmaran pingin berdua dengan Sachio.
"Silahkan. Tapi, Hati hati ya...?"
Zaripah mempersilahkan Sachio membawa Sarinah Jalan jalan. Sarinah memandang mamanya untuk memastikan mamanya apakah dia Betul betul memberi ijin.
Zaripah mengedipkan matanya pertanda dia tak perlu khawatir. Sebab kalau kedipan itu disertai dengan senyuman pertanda mamanya mengijinkan.
Akan tetapi kalau tidak disertai dengan senyuman berarti mamanya tidak mengijinkan. Maka Sarinah akan mencari alasan untuk menolak apabila mamanya tidak mengijinkan.
Hari ini mamanya mengijinkan, Sarinahpun keluar bersama Sachio.
...----------------...
Di kapolsek cijantung tampak pak Ruyung yang dikawal oleh anak buahnya keluar bersama Shaugi. Tidak beberapa lama pak Jamal menyusul keluar bersama Fado dan Nabil.
Dua orang yang berseteru memperebutkan Sarinah di Mall Graha cijantung telah dikeluarkan setelah bersedia mengganti rugi semua kerusakan yang telah mereka perbuat dan disuruh menandatangi perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.
"Dasar! Tidak tahu malu shaugi itu. Aha mampuslah muka kau itu!" ucap pak Jamal masih kesal.
__ADS_1
"Bos! Kita belum isi perut bos, perut udah mau diisi bos!" kata Fado pada pak Jamal yang masih Ngomel ngomel.
"Usai isi perut kita cari lagi calon pacar bos!" timbal Nabil.
"Baiklah! Ayo kita cari tempat makan!" pinta pak Jamal masih terbayang bayang wajah Sarinah.
Sedangkan pak Ruyung yang sudah menjempat Shaugi juga tidak terima putranya babak belur. Dalam hati dia akan membalas perbuatan pak Jamal terhadap putranya.
"Bisa bisanya wajahmu bonyok sama sibangkotan itu." kata pak Ruyung kesal kepada shaugi putranya bisa dikalahkan oleh orang yang jauh lebih tua dari putranya.
"Saya ditipu pak!" timbal Shaugi.
"Ditipu bagaimana?!" tanya pak Ruyung.
"Ketika saya tonjok pipinya dia protes pak!" timbal Shaugi.
" Lho, kok bisa orang berkelahi protes!" tanya pak Ruyung belum mengerti.
"Katanya?! Kalau berkelahi itu ada aturannya. Tidak boleh sembarang pukul!" tutur Shaugi menceritakan bapaknya.
"Aku bilang mana ada aturan berkelahi. Dia bilang ada, lihat orang tinju enggak boleh nendang katanya pak Jamal." lanjut Shaugi menceritakan bapaknya.
Pak Ruyung Geleng gelengkan kepala menatap putranya.
"Lha, lu.... Bibir lu bonyok kenapa tidak protes!" mata pak Ruyung mendelik menoleh kebelakang menatap tajam putranya.
"contoh dengan menghantam bibir lu!"
"Iya, pak!"
Semua anak buah pak Ruyung tertawa mendengar penuturan Shaugi.
"Awas si Jamal tunggu pembalasan gue!" ucap pak Ruyung kesal.
"Ezra masuk ke cafe itu kita makan disana!" pinta pak Ruyung menyuruh Ezra menuju cafe yang ditunjuk oleh tangannya.
Pak Ruyung beserta anak buahnya istirahat sebentar untuk makan siang. Sementara pak Jamal yang masih terbayang bayang wajah Sarinah tak Henti hentinya ngomel menuduh Shaugi mengganggu pacarnya padahal kenal saja belum.
"Pak! itu ada cafe kita makan disana saja ya?" bilang Fado sambil tangannya menunjuk kearah kiri jalan.
"Iya, boleh!" jawab pak Jamal.
Fado memarkirkan mobilnya dipintu utara sedangkan pak Ruyung mobilnya terparkir disebelah selatan. Untuk sementara mereka belum tahu kalau mereka makan di cafe yang sama.
...----------------...
__ADS_1
Sachio sudah tidak tahan lagi pingin berduaan dengan Sarinah demikian pula halnya dengan Sarinah. Sachio mengarahkan mobilnya ke pantai indah kapuk. Terlihat Sachio akan menuju jalan garden house kamal muara penjaringan. Ini berarti Sachio mengajak Sarinah Jalan jalan di Taman Wisata Alam Mangrove.
Benar saja tidak lama kemudian mobil Sachio sudah berada didepan pintu masuk.
"Kamu tunggu sebentar ya sayang...!" pinta Sachio sebelum turun dari mobilnya untuk memesan penginapan dan membayar tiket masuk.
"Iya!" Ucap Sarinah memandang Sachio dengan wajahnya berseri seri. Sachio berhenti sebentar menatap Sarinah. wajah Sarinah tampak berbinar binar bahagia.
"Ayolah!" Sarinah menyuruh Sachio keluar dengan mengayunkan tangannya.
"Turun dari mobil tutup wajahmu ya?!" tatap Sachio.
"Kenapa?"
"Takut! semua orang jadi tergila gila!" jawab Sachio tertawa kecil sambil turun membayar tiket dan memesan penginapan dan membayar lain lain seperti sewa parkir mobil.
Usai membayar tiket Sachio langsung menuju tempat parkir.
"Kita kekantin dulu! kamu lapar tidak!" tanya Sachio.
"Sama kamu aku tidak pernah lapar bawaannya kenyang melulu!" goda Sarinah.
"Ah, kamu bisa aja!" kata Sachio meraih pundak Sarinah merangkulnya berjalan menuju kantin.
Sesampai dikantin Sachio dan Sarinah makan apa adanya, mereka memesan yang mereka suka. Mereka makan dengan lahap. Ternyata tanpa mereka sadari mereka sangat lapar, terutama Sarinah setelah kejadian di mall graha cijantung yang Tiba tiba dua laki laki yang belum dikenal berkelahi memperebutkannya.
Barulah mereka mencari penginapannya setelah mengisi perut mereka.
"Kamu tahu tidak, sejak masuk jalan penjaringan. aku sudah tidak tahan, aku sangat lapar....Sekali!" kata Sachio.
"Inikan Jakarta! aku belum kenal ini jalan apa? Ini daeran mana? yang penting aku juga sudah lapar! Entah dari jalan apa, aku tidak tahu!" timbal Sarinah.
Setelah Sama sama kenyang mereka mulai Bincang bincang setelah menahan lapar.
"Kenapa kamu tidak berheti aja cari tempat makan di jalan!" tanya Sarinah.
"Takut! Nanti ada orang gila memperebutkan kamu lagi!" jawab Sachio.
"Disini tidak ada orang gila?!" gurau Sarinah.
"Ada!"
"mana?" tatap Sarinah.
"Ini?!" tunjuk Sachio kearah dirinya.
__ADS_1
💟💟💟💟💟
BERSAMBUNG.