DOA IBU

DOA IBU
HISTORI HIDUP


__ADS_3

Sachio merasa tidak tenang mendengar laporan asisten rumah untuk Sarinah dan bu Zaripah. Ada orang ngaku disuruh merenovasi rumah, berita aneh yang tidak menyenangkan bagi Sachio.


Sachio berusaha untuk menutupinya. Mudah mudahan saja bu Zaripah tidak membicarakan orang aneh yang barusan datang.


"Salamu'alaikum..."


Sachio berusaha menutupi kejadian yang baru didengar.


"wa alaikumussalam..."


Dari dalam terdengar bu Zaripah menjawab salam Sachio.


Zaripah terkejut melihar seorang wanita yang cantik dan anggun berdiri tersenyum disamping Sachio. Zaripah menyambut wanita itu dengan sopan dan Santun.


"Mari, bu..." Zaripah mempersilahkan maura dengan tangannya sambil membungkukkan badan layaknya menyambut tamu agung.


"Terima kasih!"


Maura melangkah masuk diikuti Sachio. Tanpa menunggu untuk dipersilahkan duduk, Maura dan Sachio langsung duduk.


"Saya Maura ibu kandungnya Sachio!"


Maura memperkenalkan diri dengan penuh akrab memancarkan karisma seorang ibu yang sangat mendukung keinginan putranya.


"terimakasih ibu Maura berkesempatan menemui kami. Ee..., hihihi...maaf sampai lupa memperkenalkan diri."


Zaripah merasa malu, lupa memperkenalkan diri saking senangnya mendapat kunjungan dari ibu kandung kekasih putrinya.


"Tidak Apa apa sudah dikasih tahu oleh Sachio nama kalian dan saya merasa lega sekali rasanya."


"sama bu Maura!" timbal Zaripah.


Maura menceritakan kisah hidupnya yang telah lama berpisah dengan bapaknya Sachio dan hidup seorang diri tanpa Sachio karena Sachio ikut bapaknya sejak kecil.


Zaripah merasa iba dengan penuturan Maura yang lebih parah kisah hidupnya, diceraikan oleh suaminya dan dipisahkan dengan putra semata wayang dan sudah dewasa baru bisa bersama suatu kisah hidup yang amat menyedihkan.


Begitu pula dengan Zaripah, menceritakan kisah hidupnya yang terpisah dengan putra Sulungnya dan suaminya. Sudah dua tahun tidak ada kabar berita karena pergi mencari putra sulungnya yang hilang dibawa kabur kakeknya, karena tragedi pembantaian keluarganya oleh seorang penjahat bernama Ruyung yang hingga sekarang tidak akan pernah terlupakan.


Sarinah yang masih tertidur mendengar Samar samar ibunya Bincang bincang dengan wanita lain diluar. Ada tamu, guman Sarinah dalam hati.


Haryani muncul dari dapur menyuguhkan minuman dan Kue.

__ADS_1


"Sarinah tak ada kelihatan!" tanya Maura disaat Haryani menyuguhkan minuman dan kue diatas meja.


"Masih dikamar! Entar saya panggil! Saripah...! Sachio dan Ibunya cari kamu!"


Saripah yang mendengar nama Sachio dan Ibunya disebut oleh mamanya langsung terperanjat dan berlari keluar sampai lupa mengikat rambutnya.


Maura terpana dan terkesimak melihat gadis cantik Buru buru berlari keluar memberi salam dan disambut oleh Maura dengan merangkulnya dengan erat.


Maura berdiri terpesona menatap gadis cantik didepannya. dirabanya pipi Sarinah yang putih bersinar, bening bak pantulan air yang terkena sinar matahari. dibelainya rambut hitam yang memanjang bergelombang lurus kebawah seperti gelombang air laut yang tertiup angin.


Seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Sachio! benarkah ini Sarinah!" tatap Maura dari atas kebawah dan dari bawah keatas tanpa berkedip.


"Apa ibu tidak mimpi Sachio!" seru Maura pada putranya.


"Mungkin ibu mimpi!" gurau Sachio sangat senang melihat ibunya begitu takjub tanpa berkedip melihat kemolekan Sarinah padahal Sarinah baru bangun dari tidurnya.


"Pantas saja Sachio tidak mau pulang ke Jakarta dan semua Laki laki pasti akan melakukan hal yang sama seperti kamu." ucap Maura takjub.


"Melakukan apa bu...!" gurau Sachio.


"Tak mau pulanglah...!" Sindir Maura.


Maura tidak Henti hentinya berkata dalam hatinya pantas saja putranya tidak mau pulang ke Jakarta. Dan Maura yakin semua Laki laki akan terhipnotis dengan kecantikan Sarinah. Dan wajar saja kalau Alfiana mengatakan Sachio kena pelet, jangankan Laki laki, dia saja ibunya Sachio langsung kena pelet kecantikan Sarinah.


--------------------'xxxxxxx'---------------------


Kita beralih ketempat seorang Laki laki yang usianya menginjak empat puluhan tahun. Tapi, masih bujangan sedang berbicara serius dengan seorang pria bernama Sudaryo supir agen travel perjalanan yang mengantar Sachio Sarinah dan bu Zaripah kebandara juanda Surabaya.


"Kirim foto perempuan itu, kalau memang betul dia beda dengan perempuan lain akan kuberikan lima m."


"Kuyakin bos pasti suka dan jaminan apa yang bisa kamu buktikan agar aku yakin kamu berani membayarku."


"Baik, Kirim fotonya. Kalau aku suka aku akan langsung terbang hari ini juga ketemuan dengan kamu."


"Okey, akan kukirim!"


Sudaryo langsung mengirim foto yang diambil oleh Sudaryo secara Diam diam tanpa maksud pikiran Apa apa selain sebagai Kenangan dan bukti kepada orang kalau siburuk rupa inilah wajah aslinya.


Pak Jamal adalah orang kaya baru yang menghalalkan segala cara untuk menambahkan pundi pundi hartanya. Sudah berapa Orang dibuat sengsara karena dirampas tanah dan rumahnya.

__ADS_1


Sekarang dia membutuhkan Seorang istri yang cantik yang beda dan jarang dimiliki oleh Wanita lain. wanita yang mendukung usahanya. Keinginannya untuk memiliki istri memang sejak dahulu. Namun, karena keserakahannya dalam memburu harta kekayaan menjadikannya menjadi lupa.


Begitu foto yang dikirim oleh Sudaryo sampai di smart phonenya pak Jamal sulit untuk mempercayai wanita secantik ini. Diapun menghubungi Sudaryo kembali.


"Sudaryo, Jangan kamu Coba coba menipuku. Mana mungkin kamu bisa memperoleh foto gadis secantik ini." tuduh pak Jamal langsung sangat curiga.


"Saya akan buktikan dengan menunjuk tempat tinggalnya sejak kecil hingga dia menjadi gadis secantik ini!" jawab Sudaryo.


"Aku akan ke Surabaya untuk cari tahu tapi kalau kamu Coba coba menipuku kamu akan menerima resikonya." ancam pak Jamal.


---------------------'xxxxxxx'----------------------


Dikediaman Wie lan dan Boncel Dolangga sudah memasuki jurus olah kanu ragan yang memasuki tahap Awal setelah ilmu dasar sudah dikusai dengan sempurna. Dengan cepat dia sudah bisa membaca dan menulis.


Buku ilmu bela diri yang dimiliki oleh Wie lan mulai dipelajari baik gambar dan tulisannya banyak sekali yang sulit dimengerti. Tetapi, wie lan menjelaskannya dengan jelas dan sempurna.


Dolangga sekarang sedang mempelajari Jurus elang menyambar mangsa.


aeeeit... huut.. huup hiyaat....


Dolangga berdiri diatas sebuah pohon siap menyambar mangsanya dibawah.


Dua tangannya kiri dan kanan dibentang menyerupai elang sedang siap menyerang memburu mangsanya


huuus... ciuuu... weees...


hiyaaaat.....


Dolangga melakukannya dengan sempurna. seekor ikan ekor merah sebesar anak baru bisa berdiri berada dalam genggaman tangan kanannya menggelepar gelepar diudara dibawa melayang mendarat ditepi pantai tidak jauh dari keduamannya.


Wie lan dan Boncel bertepuk tangan atas keberhasilannya.


pluk... pluk... pluk!


"Hebat kamu Dolangga telah berhasil mengusai ilmu jurus elang menyambar mangsa dan itu baru jurus awal yang pertama, belum memasuki juru kelanjutannya." puji Wie lan bangga.


Itupun masih mempelajari buku milik Wie lan belum lagi ilmu sikat yang dimiliki Boncel.


Wie lan dan Boncel sangat senang memiliki murid cerdas seperti Dolangga.


💘💘💘💘💘

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2