DOA IBU

DOA IBU
LAMARKAN AKU GADIS PILIHANKU.


__ADS_3

Faid dan Alfiana tidak membuang buang kesempatan untuk memoroti pak Jamal. Padahal pak Jamal adalah kakak kandungnya Faid. Tetapi, apapun yang diminta oleh Faid dan Alfiana demi untuk bisa mendapatkan Sarinah pak Jamal tidak takut dan bersedia membayar mereka.


"Baik, berapa yang kalian minta." tanya pak Jamal.


Faid dan Alfiana saling pandang begitu mendengar pernyataan pak Jamal.


"Begini kak, kami bukannya mau memeras kakak. Tapi, biar adil. Orang lain yang hanya mengirim foto saja kakak bayar dua M, apalagi kami yang kenal seluruh keluarga serta kediamannya. Masa, tidak dibayar." kata Faid kepada kakaknya.


"Tapi, mereka kan orang lain. Sedangkan aku kakakmu?!" sanggah pak Jamal.


"Meskipun begitu, kak. Kakak belum tahu dari mana dia memperoleh foto itu." timbal Faid.


"Bisa saja foto itu dia dapatkan dari media online seperti dari televisi..., hand phone atau media cetak." tambah Alfiana.


"Soal itu kalian jangan perdebatkan, karena itu salahku yang iseng mengatakan; siapa saja orang yang bisa memberikan dan menunjukan seorang gadis. Walaupun foto dan bisa menarik perhatianku dan aku mau menikahinya. Maka, akan kuberikan dia dua puluh M. Lalu viral dan sampai ketelinga orang yang bernama Sudaryo. Tapi, kukasih dia dua M." tutur pak Jamal.


"Sekarang bukan fotonya yang kutunjukan, akan kutunjukan kakak orang tuanya dan gadis yang kakak lihat di Mall dikediamannya." kata Faid.


"Oke, sekarang antar kakak dimana rumahnya!" pinta pak Jamal.


"Tidak bisa dong..., di transper dulu duitnya." tolak Faid.


"Baik, berapa yang kamu minta!" tatap pak Jamal kepada adiknya serius.


"Sebenarnya sih harus dua puluh M seperti yang kakak umumkan. tapi, tidak apa biar dua M." pinta Faid.


"Baik akan ku transper sekarang!" jawab pak Jamal.


"Tunggu dulu!" Alfiana menyetop pak Jamal yang mau mentransper uang kerekening Faid.


"Ada apa!" toleh pak Jamal.


"Bapak tidak bisa mentransper uang kerekening Faid, karena akulah yang lebih dulu tahu siapa Sarinah dan keluarganya." larang Alfiana.


...----------------...


Setelah berjumpa dengan Ayahnya Sarinah dan bu Zaripah minta tinggal dikediaman pak Adzriel.


"Kak, Sekarang saya dan ibu telah jumpa bapak!" kata Sarinah kepada Sachio.


"Iya, saya cukup senang dan terimakasih kepada Givano." jawab Sachio.


"Bukan itu maksud saya," tatap Sarinah.


Sachio memandang Sarinah, karena belum paham maksudnya.


"Kami langsung dari sekarang tinggal sama bapak!"

__ADS_1


"O...," Sachio mengangkat wajahnya mengangguk perlahan dengan mulut berbentuk bundar.


"Tidak Apa apa, dia bapakmu. maka, tentu kalian harus berkumpul bersama." jawab Sachio.


"Nanti saya bantu memindahkan Barang barangmu." timbal Givano.


Lalu Sachio dibantu oleh Givano memindahkan Barang barang milik Sarinah dan bu Zaripah.


Di tempat lain, dikediaman pak Ruyung tampak Shaugi sedang membahas Sarinah dengan bapaknya. Ibunya shaugi telah lama pergi meninggalkan mereka karena tidak sanggup menghadapi sifat keras pak Ruyung.


Dirumah besar dan mewah itu mereka hanya tinggal berdua. Shaugi tumbuh besar dibawah asuhan bapaknya yang berteramental keras. Tak ada yang berani melawan dan membantah keinginannya.


Pak Ruyung memiliki empat asisten rumah tangga dan beberapa algojo anak buahnya yang menjaga dan melindunginya.


"Pak! apa bapak tidak kepingin punya cucu." tanpa sengaja Shaugi melontarkan pertanyaan yang tidak diduga duga oleh pak Ruyung.


Pak Ruyumg yang dapat pertanyaan dari putranya tersentak kaget dan menatap Shaugi serius.


"Apa yang kamu bilang tadi...?" tanya pak Ruyung pura pura padahal dia tidak pikun atas pertanyaan putranya.


"Aellaaah, bapak..., bilang saja kepingin!" bukannya menjawab bapaknya malah meledein bapaknya.


"Enggak kalau kamu memang serius mau menikah, bapak akan adakan pesta besar besaran dan undang Orang orang hebat dan kaya." kata pak Ruyung memandang Shaugi.


"Kalau yang ini aku serius pak!" jawab Shaugi.


"Katakan sekarang, siapa gadis beruntung itu. Kita akan lamar secepatnya." jawab pak Ruyung penasaran.


"La, bapak kan tahu,? Siapa gadis yang gua suka!" kata Shaugi membuat bapaknya tambah penasaran.


"Kalau bapak tahu, bapak tidak akan tanya." pak Ruyung mulai lemah dan menyandarkan tubuhnya dishopa tempat duduknya. Dia pikir Shaugi hanya bercanda saja.


"Itu? lho pak! gadis yang di Mall, kalau dengan gadis itu aku mau menikah. tapi, gadis lain ogah." kata Shaugi.


"Kau serius?!"


"Serius pak!"


"Sekali lagi, kau serius kan..." pak Ruyung ingim memastikan kalau Shaugi serius atau tidak.


"Seriiius pak!!!"


Pak Ruyung sampai kaget mendengar jawaban Shaugi.


"Ezra...!" teriak pak Ruyung memanggil Ezra.


"Pak! Ezra lagi diluar pak! Saya panggilkan!" kata Arfah yang bergegas masuk memberi laporan. Karena lambat sedikit semua kena marah malah kena siksa.

__ADS_1


"Baik, panggilkan cepat!" suruh pak Ruyung. Semua harus bekerja cepat tidak boleh lemah apalagi malas.


Arfah segera pergi keluar dengan langkah cepat malahan sedikit berlari memanggil Ezra yang lagi nongkrong diluar dengan anak buah pak Ruyung yang lain.


"Ezra...," panggil Arfah sesampai dikuar.


"Ada apa? Engkau memanggilku Arfah!" sahut Ezra.


"Kamu kerjamu nongkrong melulu, dipanggil bos!" jawab Arfah sedikit kesal.


...----------------...


Faid memandang Alfiana yang mencegah pak Jamal mentransper uang ke nomor rekening Faid.


"Na, uang mau ditransper kamu cegah, kenapa?" pandang Faid tidak mengerti arah pikiran Alfiana.


"Tidak bisa dong..., seharusnya uang itu di transper ke rekeningku." timbal Alfiana, Sekarang Faid mengerti kalau Alfiana ternyata licik dan punya rencana tertentu karena tidak percaya pada dirinya.


"Begini, kak! Jangan transfer dulu uangmu ke nomor rekeningku ataupun nomor rekeningnya Alfiana." pinta Faid.


Faid akhirnya punya rencana busuk setelah tahu kalau Alfiana ternyata licik.


"Kok begitu!" tatap Alfiana kepada Faid.


"Kita berunding dulu ditempat lain kalau sudah clear baru kita hubungi kak Jamal untuk mentransfernya." kata Faid mengusulkan.


"Kita berunding kek atau apapun itu, tetap uang dua miliar itu harus di transper ke rekeningku." ucap Alfiana ngotot.


"iya..., tapi kita perlu ada janjian dulu, baru ditransfer kerekeningmu." jawab Faid.


"Okey, dimana kita berunding!" tanya Alfiana.


"Dihotel tempat kita sering janjian untuk ketemu." jawab Faid.


"Baiklah, sekarang kita pergi." pinta Alfiana deg degan juga karena akan mendapatkan uang dua miliar.


"Tunggu sebentar. Minta tip belanja untuk Senang senang." kata Faid tersenyum mengernyitkan alisnya kepada Alfiana. Lalu memutar tubuhnya kearah pak Jamal.


"Kak, kami berunding dulu kenomor rekening siapa uang itu ditransper!" kata Faid kepada pak Jamal.


"Baik, tidak usah Lama lama, aku tidak mau pak Ruyung duluan melamarkan putranya." pinta pak Jamal.


"Tapi, kami perlu dua ratus juta untuk belanja."


"Apa...? Dua ratus juta hanya untuk belanja doang?" mata pak Jamal terbelalak tak kuasa menolak permintaan adiknya demi untuk memperoleh gadis yang diimpi impikan.


💟💟💟💟💟

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2