DOA IBU

DOA IBU
BERTEMU AYAH.


__ADS_3

Disaat Sachio berjalan menuju mobil yang diiringi dibelakang mereka bu Zaripah dan Sarinah mobil Faid melintas dan tampak seorang gadis melihat kearah mereka.


"Stop stop stop!" pinta Alfiana yang duduk disamping Faid yang sedang membawa mobil dengan laju.


"Ada apa na," tanya Faid.


"Tadi sepertinya aku melihat Sachio, mundurin mobilnya." pinta Alfiana.


Faid memundurkan mobilnya dan


berhenti agak kebelakang sedikit biar tak terlihat.


"Itu kan Sachio, dua perempuan itu sama siapa ya?" tanya Faid.


Alfiana tidak pernah melihat wajah Sarinah yang asli. Jadi dua wanita yang dibelakang Sachio, Alfiana tidak mengenalnya.


"Faid, kita ikuti mereka kemana mereka dan kita cari tahu siapa mereka." kata Alfiana.


"Tapi, aku kan mau kerumah kak Jamal!" ucap Faid.


"Itu nanti! Setelah kita tahu siapa wanita yang bersama Sachio!" bentak Alfiana.


Faid akhirnya mengikuti kemauan Alfiana. Padahal, dia mau melihat kakaknya Jamal yang lagi viral sedang diberitakan sedang ribut dengan mantan mitranya dalam berbisnis yaitu pak Ruyung.


Sachio sudah keluar dari rumah Sarinah tanpa dia sadari ada mobil membuntutinya dari belakang. Pas didepan Mall graha Sachio berhenti. Tidak lama kemudian Givano berhenti didepannya dan turun nyamperin mobil Sachio.


"Mama dan Sarinah mana?" tanya Givano.


"Di belakang!" jawab Sachio.


Givano kepintu belakang sebelah kiri dan membuka pintunya.


"Salamualaikum bu...," ucap Givano menyalami bu Zaripah dan mencium tangannya.


"Wa alaikumussalam!" jawab Zaripah, dadanya berdebar debar. 'aku yakin kamu pasti putraku' kata Zaripah dalam hati. Karena setiap dia bertemu dadanya berdebar hebat. Begitu pula dengan Sarinah. 'kak Givano mirip sekali dengan adik Dolangga Jangan jangan dia Givano kakakku' katanya dalam hati.


'bu, kalau kamu tahu aku putramu pasti kamu memelukku'guman Givano dalam hati.


"Bu..., Sarinah! Bapak Adzriel yang kalian cari ini kan...," kata Givano menunjukan foto pak Adzriel di smart phonenya.


"Hah!"


Serempak bu Zaripah dan Sarinah terperanjat.


"Dari mana kamu tahu itu pak Adzriel!" tanya bu Zaripah penasaran.


"Tapi, benar kan..., ini pak Adzriel suami ibu." tanya Givano.


"Ya, benar itu bapakku!" jawab Sarinah.


Sachio yang mendengar dan melihat ekspresi wajah bu Zaripah dan Sarinah, segera turun dan mendekat.

__ADS_1


"Terimakasih Givano tadinya aku meragukanmu. Tetapi, sekarang semuanya sudah jelas. Ayolah kita segera kerumahnya pak Adzriel." kata Sachio.


"Ayo," Givano anggukan kepalanya dan segera menuju mobilnya.


Sebenarnya banyak hal yang mau ditanyakan Sachio. Tapi, bisa ditanyakan nanti, karena ada yang lebih penting.


...----------------...


"Itu kan Givano pacarnya Rista temanku!" ucap Alfiana.


"Itu artinya Sachio kenal Givano." kata Faid.


"Nanti aku cari tahu sama Rista seberapa dekat Givano dengan Sachio." ucap Alfiana.


"Supaya kamu bisa balik sama Sachio?!" tanya Faid.


"Jangan lebay kamu, tak mungkinlah aku selingkuhi kamu." jawab Alfiana.


"Lalu apa maksudmu cari tahu kedekatan Givano dengan Sachio."


"Agar aku bisa balas sakit hatiku atas apa yang dilakukan Sachio kepadaku."


"Memang apa yang dilakukan Sachio tethadapmu!"


Alfiana memandang Faid yang terus bertanya dan berpikir bagaimana caranya agar Faid bersedia membantunya membalas sakit hatinya yang sampai sekarang masih dirasakan.


"Agar kamu tahu, aku tidak dicampakan saja. Tetapi aku dibanting di hotel dan aku masih trauma kalau aku ingat kejadian itu." kata Alfiana penuh dendam.


Faid terkejut mendengar penuturan Alfiana.


Faid terus membuntuti Sachio sampai berhenti didepan sebuah bengkel yang kebetulan hari itu sangat ramai pelanggan.


Dua mobil berhenti didepan bengkel pak Adzriel. Pak Adzriel tidak menyadari dimobil Sachio ada istri dan putrinya.


Zaripah yang melihat suaminya tampak sehat dan Baik baik saja merasa bersukur. Beda halnya dengan Sarinah yang melihat bapaknya tak bisa mengendalikan dirinya.


"Itu bapak ma...," ucap Sarinah.


"Tunggu sebentar bapak sepertinya sedang banyak pelanggan." kata Sachio agar Sarinah bersabar.


Dada Zaripah kembali berdebar debar melihat Givano mendekati pak Adzriel suaminya.


"Salamualaikum pak!" sapa Givano menyalami pak Adzriel.


"Wa alaikumussalam, tunggu sebentar Van tangan bapak kotor!" jawab pak Adzriel bergegas mencuci tangannya.


Givano menyalami pak Adzriel dengan mencium tangannya.


"Kok mereka tampak akrab seperti sudah saling kenal!" kata bu Zaripah curiga kalau pak Adzriel suaminya sudah tahu Givano putranya.


"Aku juga sudah kenal pak Adzriel. Tapi, aku tidak tahu kalau pak Adzriel yang itu bapak." kata Sachio.

__ADS_1


Usai bersalaman Givano mengajak pak Adzriel masuk kedalam rumah.


"Pak, maaf aku mengganggu bapak!" kata Givano yang sudah mengetahui pak Adzriel bapaknya.


"Tidak Apa apa Van, aku juga senang kalau kamu datang jumpai bapak!"


"Aku mau bicara penting dengan bapak. Tapi, didalam ya, pak!"


"Boleh!" jawab pak Adzriel sambil melangkah kedalam yang diikuti oleh Givano.


Sesampai didalam Givano langsung memberitahu pak Adzriel kalau ada yang mau jumpa dengannya.


"Pak! Ada yang mau jumpa bapak! Tunggu sebentar ya, pak! Disini." kata Givano lalu keluar memberi kode kepada Sachio.


Sachio kemudian mengajak bu Zaripah dan Sarinah keluar.


"Yo' kita turun." ajak Sachio kepada bu Zaripah dan Sarinah.


Alfiana yang melihat Sachio bersama dua orang wanita sedang masuk menuju kedalam rumah segera turun yang diikuti Faid.


"Dari mana kita intip mereka agar kita bisa menguping pembicaraan mereka." bisik Alfiana kepada Faid.


"Mereka kelihatan sibuk bekerja kita bisa nguping dari sebelah sana!" tunjuk Faid kesamping kanan rumah.


Pak Adzriel terperanjat tidak percaya atas kehadiran istri dan puterinya. Bu Zaripah dan Sarinah serempak berlari memeluk pak Adzriel. Bu Zaripah dan Sarinah tak kuasa menahan keharuannya.


Sedangkan pak Adzriel mencari satu lagi putranya yang bungsu tampak tidak terlihat.


"Dolangga mana?" tanya pak Adzriel.


"Dia masih di Surabaya!" jawab Zaripah masih dengan suara terisak isak.


"Bagaimana ceritanya sampai Dolangga kau tinggalkan sendirian!" tanya pak Adzriel kelihatan resah.


"Sachio dan Sarinah sudah berusaha membujuknya agar ikut ke Jakarta mencarimu." ucap Zaripah ketakutan.


"Di Surabaya dia tinggal sama siapa!" tanya Pak Adzriel.


"Di Surabaya dia bersama Wie lan." jawab Sarinah.


"Lalu apa alasannya sampai dia tidak mau ikut ke Jakarta!"


"Dia ingin belajar bela diri." timbal Sachio.


"Karena didepan matanya seorang wanita bernama Alfiana mencekik kakaknya sampai pingsan!" lanjut Sachio.


Alfiana tidak percaya atas apa yang didengarnya. Ternyata wanita yang bersama Sachio adalah Sarinah. Faid yang mengetahui kalau wanita yang bersama Sachio adalah Sarinah memandang Alfiana,


"Kamu bilang yang bernama Sarinah itu rupanya buruk dan sangat menjijikan bagi siapa saja yang melihatnya, nyatanya dia Cantik!" ucap Faid.


"Aku yakin kalau wanita itu pasti siluman karena aku sendiri yang melihat wajah buruknya. Suer... aku tidak bohong." kata Alfiana serius..

__ADS_1


💟💟💟💟💟


BERSAMBUNG.


__ADS_2