DOA IBU

DOA IBU
CINTA DALAM KENIKMATAN HAKIKI.


__ADS_3

gays mohon maaf dalam episode ini ada cerita khusus untuk orang dewasa. Tapi sudah diatur dan terletak di bagian akhir.


...----Mohon di maklum----...


Sachio dan Sarinah sudah menemui penginapan yang dipesan.


"Ini tempatnya." kata Sachio membuka penginapan yang dipesan.


"Kenapa ada dipan tempat tidur ya? Kak!" bilang Sarinah tampak kagum.


"Namanya penginapan pasti punya tempat tidur!" jawab Sachio.


"Kren!" ucap Sarinah sambil membuka jendela. Terlihat pemandangan seperti alami sungguh menakjubkan sekali bagi Sarinah.


Sarinah sangat menikmati keindahan Taman Wisata Alam Mangrove. Sarinah melangkah keluar tanpa sadar kalau dia melangkah sendirian. Dia melangkahi jalanan yang banyak terbuat dari papan.


Sarinah terus berjalan sambil bicara sendiri menunjuk setiap yang dia kagumi. ketika sampai dijalanan tanah yang lapang Sarinah baru sadar kalau selama ini dia bicara sendirian.


Betapa terkejutnya Sarinah ketika menoleh kebelakang. Ternyata dia jalan sendirian dan bicara sendirian tanpa ditemani Sachio.


Sarinah Cepat cepat kembali ketempat penginapan tempat mereka menginap. Sesampai di penginapan ditemuinya Sachio sudah tertidur pulas.


Kasihan mungkin dia kecapean pikir Sarinah dalam hati.


...----------------...


Pak Ruyung dan Orang orangnya sudah selesai makan begitu pula dengan pak Jamal.


Shaugi yang sejak tadi tidak bisa makan karena mulut dan giginya masih sakit, tampak murung.


"Hey, kenapa makananmu tidak kamu makan?" tegur pak Ruyung menatap putranya.


"Aku tak bisa makan pak! gigiku masih terasa sakit!" timbal Shaugi tampak tidak bergairah.


"Kurang ajar sibangkotan itu, tunggu pembalasanku!" ucap pak Ruyung geram menahan kemarahannya yang meluap luap. Bisanya dia mengatakan pak Jamal bangkotan padahal dia sendiri udah ujur bau tanah dan Pak Jamal masih muda belum beristeri walau umurnya sudah diatas kepala empat.


Disaat pak Ruyung berdiri disebelah selatan hendak beranjak keluar usai makan disaat itu pula pak Jamal berdiri. mereka bertatapan.


Pak Ruyung menatap pak Jamal dengan mata melotot penuh dendam tak senyum sedikitpun sedangkan pak Jamal menatap pak Ruyung dengan tersenyum seolah olah mengejek.


"Ayo kita keluar!" ucap pak Jamal merintahkan Fado dan Nabil yang masih duduk santai.


Pak Jamal keluar dari kafe dibuntuti Fado dan Nabil. pak Ruyung yang sudah melihat pak Jamal keluar Cepat cepat memerintahkan anak buahnya.


"Kalian semua cepat keluar si berondong itu ternyata disini." kata pak Ruyung bergegas keluar

__ADS_1


"Hah! Si berondong?" ujar Ezra bingung.


"Si brondong itu siapa? ya?!" tanya Herman.


"Tau, tumben dengar!" ungkap anak buah pak Ruyung yang lain.


"Waduuuh! Ayo cepat! Aku tahu sekarang, maksudnya bapakku Si Jamal jelek itu!" ungkap Shaugi berlari menyusul bapaknya.


Pak Jamal yang jalan santai tersentak melihat pak Ruyung sudah menunggunya diluar.


Pak Jamal memiliki akal segudang dengan tenang dia melangkah menuju pak Ruyung yang sudah menunggunya.


"Hm.... Mau apa kalian!" tanyak pak Jamal dengan tangan dipinggang.


"Uwah uwah uwah uwah...." pak Ruyung Geleng gelengkan kepala tersenyum geram.


"Shaugi! Mari!" panggil pak Ruyung.


"Ini, orang yang memukul mukamu dengan aturannya!" tanya pak Ruyung kepada putranya.


"Betul, pak! Akan kuhajar dia sekarang!" ucap Shaugi hendak menghajar pak Jamal.


pak Jamal orang yang memiliki banyak akal. Tak akan mudah dihajar begitu saja.


"Eit et et eit, tunggu dulu! Bukannya aku takut pada kalian semua. Tetapi, aku tidak mau melanggar apa yang telah aku tanda tangani dikantor polisi. Kalau mau ribut tidak disini, kita cari tempat yang lain, yang tidak mengganggu orang lain."


"Okey, siapa takut!" jawab pak Ruyung.


"Kalau berani ikuti aku, minggir!"


Pak Jamal mendorong tubuh pak Ruyung sampai jatuh lalu lewat pergi Naik kemobilnya


Bughk....


Aduuuh....


Pak Ruyung meringis kesakitan.


"Kurang ajar! Kamu Jamal!" tunjuk pak Ruyung kearah pak Jamal yang sudah naik mobil dan jalan meninggalkannya.


"Bapak, tidak Apa apa?!"


Kata anak buah pak Ruyung mengangkatnya Ramai ramai.


Begitu pak Ruyung berdiri mobil pak Jamal sudah di jalan raya.

__ADS_1


"Hey, jangan kabur! Kejar mereka....!" teriak pak Ruyung.


...----------------...


Sekarang kita menuju kediamannya pak Faris bapaknya Sachio yang didatang oleh pak Irfan bapaknya Alfiana. Mereka bertengkar Hebat. Saling tuding membela anak Masing masing.


"Kamu orang tua seharus bisa berbicara sopan terhadap putri saya." tunjuk pak Irfan kearah pak Faris.


"Kamu jangan main tunjuk! Kamu dan putrimulah yang tidak Sopan, buktinya kamu tidak punya etika datang kerumah saya." timbal pak Faris.


"Aku kesini tidak bertamu, aku kesini memberi pelajaran kepada kamu, agar kamu tidak berbicara seenaknya pada putri saya!" bentak pak Irfan.


"Cermin dirimu dulu baru ngecas orang, kami pikir dirimu benar?" timbal pak Faris lebih keras.


"Aku tidak terima anaku kau bilangin domba berbulu ayam! Keberatan aku kulapori kamu ke polisi!" ancam pak Irfan penuh emosi


"Anakmu yang tergila gila kepada putra saya dan memfitnah putra saya dengan menyebarkan gosip bahwa putra saya berpacaran dengan siluman dan saya juga akan laporkan putrimu kepolisi." pak Faris tak mau kalah dengan ancamannya.


Melihat keributan dirumahnya komala tak tinggal diam.


"Pak! kuminta tinggalkan rumah saya, kalau tidak kuteriakin rampok lu," ancam komala kepada pak Irfan.


Pak Irfan tambah terbakar dadanya matanya melotot penuh dendam. Dia memandang bu Komala seperti singa kelaparan, ingin ditelannya Mentah mentah.


Pak Irfanpun meninggalkan rumah Pak Faris dengan penuh dendam dan amarah.


...----------------...


Alfiana yang tidak terima dirinya disebut domba berbulu Ayam pergi meninggalkan rumahnya menuju sebuah hotel untuk mendinginkan hatinya. Dihotel itu telah menunggu Faid Laki laki yang pernah dijumpai disalah satu hotel disurabaya ketika liburan bersama Sachio.


Ketika mobilnya sampai dihotel dia disambut oleh Faid yang telah lebih dulu menunggu. Mereka langsung berjalan menuju kamar yang pesan.


Alfiana yang telah panas dingin dijalan, tidak menunda nunda waktu. baru saja melangkah masuk Alfiana langsung meng*lum bibir Faid.


Faid terperanjat melihat keganasan Alfiana, walau di hotel surabaya dulu telah dia ketahui bagaimana hebatnya permainan Alfiana.


Faid yang belum siap mau tidak mau harus meladeni serobotan Alfiana. Dimaikan lid*hnya Alfiana yang telah lebih dahulu menjulur kedalam mulut Faid.


Alfiana meringis kenikm*tan. Dua b*bir mereka menyatu saling memainkan l*dah.


Bagai orang kesurupan Alfiana tidak bisa mengendalikan h*wa n*psunya. Dirobeknya baju yang dikenakan Faid. Cepat cepat Faid membuka resleting cel*nanya.


Dua anak manusia berg*mul didalam hotel tanpa seh*lai kain yang menempel di tubuh mereka. Dua tangan Faid yang kekar mer*mas r*mas dua gundukan bukit milik Alfiana.


Alfiana tambah mengerang penuh ken*kmatan dia menggigil dengan mata terpejam melayang layang mengarungi kenikmatan yang hakiki.

__ADS_1


💟💟💟💟💟


BERSAMBUNG.


__ADS_2