DOA IBU

DOA IBU
JURUS KUCING


__ADS_3

Perkelahian seru terus berlanjut dan memeras pikiran agar dapat mematahkan serangan dari kedua belah pihak. Fado berrpikir keras bagaimana cara menyerang berakal seperti bos. Diapun mencoba mengelabui Ezra dengan membuka Zurus aneh.


"Jurus apa itu!" tanya Ezra mengernyitkan alisnya melihat tingkah Fado menggerakkan kedua tangannya seperti menggiring sesuatu.


"Ini namanya jurus kucing sedang memainkan kain!" jawab Fado sambil memperlihatkan mulut menyerupai mulut kucing.


"Tumben saya lihat jurus seperti itu!" tanya Ezra


"Ini adalah jurus karya insting saya untuk mengelabuimu...!" ucap Fado sambil melihat dibelakang Ezra.


"Lha..., itu gadis yang kita cari?!" ucap Fado menghentikan jurusnya melihat dibelakang Ezra.


Ezra menoleh kebelakang dan disaat itu Fado menyerang Ezra,


Eeiyaaat.....


Bughk....


plakkk...


Tangan kanan Fado langsung menghantam tengkuk leher Ezra dan mengayunkan tangan kirinya kerahang Ezra


Ughk....


Aahk...


Ezra terjerembab tertipu oleh Fado"


"Hahaha..., udah kubilang jurus insting saya untuk mengelabuimu, kamu tidak paham pula, dasar bodoh...!" ejek Fado kegirangan.


Shaugi yang sedang berhadapan dengan Nabil meminta menunda perkelahian. Setelah melihat Akal akalan Fado terhadap Ezra.


"Tunggu dulu disini sebentar ya, Nanti kita lanjutkan jangan kemana mana." pinta Shaugi kepada Nabil.


"Iya udah, tak Apa apa. lagian aku udah capai." jawab Nabil senang karena bisa istirahat ngambil napas.


Ini adalah petkelahian aneh yang jarang kita temukan. Ketika sedang berkelahi lawan bisa minta kepada lawannya menunggu sebentar dan direspon senang oleh lawannya.


Shaugi langsung nyamperin Fado yang tertawa girang dapat menipu Ezra. Diam diam dari belakang langsung menghajar Fado.


Eeiyaaaat...


Bruuughk....


Kepala Fado dihantam dari belakang oleh Shaugi dan Fado langsung ambruk ketanah. Nabil yang melihat Fado diserang dari belakang tertawa terbahak bahak melihat kawannya dihantam hingga terjerembab pingsan.


Usai menyerang Fado Shaugi kembali menghadapi Nabil.


"Ayo kita lanjutkan pertarungan kita!" kata Shaugi.


"Ayo" timbal Nabil meladeni.


Orang orang yang melihat perkelahian tertawa sakit perut melihat empat orang yang sedang berkelahi.

__ADS_1


"Ini kelahi betulan apa setingan sinetron," ujar salah seorang yang ikut menyaksikan perkelahian


"Kelahi betulan...? Disini kan tak ada kamera tak ada sutradara." jawab yang disebelahnya


"Kok kelahi biarkan kawannya dihajar!" sahut yang bertanya tadi.


"Tahu, Sama sama gila kali!" jawab yang disebelahnya.


Tidak beberapa lama patroli polisi datang mengamankan mereka berempat dan dibawa kekantor polisi.


...----------------...


Sementara itu Sachio mendengar berita dan Viral kemana mana tentang perseteruan dua bos besar di Jakarta timur. Dua bos besar ini sebenarnya mitra dalam mengerjakan bisnis mereka dan pecah Gara gara merebut seorang gadis Cantik yang kini sedang diburu oleh wartawan.


Yang membuat Sachio tidak nyaman adalah tersiar berita pernah terjadi perkelaian di sebuah Mall antara pengusaha kaya yang bernama Jamal loyana dengan Shaugi putra pak Ruyung mitra kerjanya pak Jamal memperebutan gadis cantik.


Sachio yang diberi tugas untuk bertemu customer telah menyelesaikan tugasnya dan minta ijin pada pak Sampurna owner perusahaan tempatnya bekerja dengan alasan ada hal penting yang mau diselesaikan.


"Pak! minta ijin ada urusan penting dirumah!" lapor Sachio minta ijin cuti hari.


"O, ya..., tak Apa apa. Tadi Customer sudah beres..., kan!" kata pak Sam.


"Sudah, pak!" jawab Sachio.


"Kalau begitu silahkan kamu boleh pulang!" kata pak Sam mengijinkan Sachio.


Sachio segera beranjak pergi meninggalkan perusahaan menuju rumahnya. Sesampai dirumah Sachio mandi dan mengganti bajunya. Belum beberapa menit duduk di shopa adiknya Lisa muncul dari luar,


"Ijin ada urusan penting!" jawab Sachio.


"Kakak tahu tidak, kemarin bapaknya Alfiana datang Marah marah dan bertengkar hebat dengan papa!" lapor Lisa.


"Alfiana itu gadis yang tidak benar, maunya menang sendiri, mulai sekarang jangan berteman dengan dia!" ucap Sachio sambil menghubungi Givano.


"Aduh, hpnya tidak nyambung!"


"Telpon siapa? Kak,"


"Teman. Tapi, tidak nyambung," ucap Sachio.


Tidak beberapa kemudian muncul pak Faris dan Komala dari luar langsung duduk di shopa.


"Rupa rupanya kakakmu pulang dari Surabaya ada yang dirahasiakan." kata pak Faris Tiba tiba menyindir Sachio.


"Rahasia apa pap," tanya Lisa tatap bapaknya.


"Tanya aja sama kakakmu," lirik pak Faris kearah Sachio.


"Rahasia apa sih, Kak!" toleh Lisa kearah Sachio.


"Tau, Papa...," timbal Sachio tampak acuh.


"Udah..., terus terang aja sama Papa." desak pak Faris.

__ADS_1


"Apa yang saya rahasiakan Pap,"


"Okey, kalau kamu tidak mau terus terang!" kata pak Faris.


"Sekarang lagi viral tentang keributan antara Shaugi putra pak Ruyung dengan pak Jamal di Mall yang berantam Gara gara seorang gadis dan gadis itu di Mall tersebut belanja dengan ibumu." tutur pak Faris.


Sachio tersentak kaget mendengar penuturan bapaknya. Wajahnya yang tadi cuek berubah menjadi pucat.


"Semua security di Mall itu mengenal Papa," sambung pak Faris.


"Dan sekarang Orang orang pak Ruyung dan Orang orang pak Jamal ditahan dikantor polisi karena berantem mencari keberadaan gadis yang bersama kamu dan ibumu itu."


Sachio menjadi tak tenang dan gelisah dengan menyebarnya berita ini dengan cepat.


"Dan Alfiana menyebarkan fitnah kalau gadis itu adalah gadis siluman yang bernama Sarinah." kata pak Faris lagi.


"Mana ada siluman jaman sekarang, pak!" tepis Sachio.


Belum usai pak Faris bercerita kepada Sachio terdengar suara orang banyak didepan rumahnya.


"Ada apa Pak, diluar Ramai ramai!" tanya Lisa.


Lisa segera berdiri dan melihat keluar,


"Diluar pagar rumah banyak wartawan pak!" ucap Lisa.


"Nah, benar kan dugaanku. Mereka pasti mencari berita!" kata pak Faris.


"Sekarang kamu tidak usah keluar dulu, diluar banyak wartawan, biar aku yang bicara!" kata pak Faris lalu keluar nyamperin para wartawan yang berkerumun diluar pagar rumahnya.


...----------------...


Usai sholat Ashar Givano kembali ke Jakarta bersama Rianah. Semenjak kotak itu diterima, Hatinya tak pernah tenang sampai sekarang..


Ketika Sampai dirumah Givano tetap memegang erat kotak itu dan disimpan ditempat yang aman. Ingin rasanya dia melihat kotak itu. Tapi, dadanya tak henti berdebar debar sehingga ketakutannya menghalangi niatnya untuk melihat kotak itu.


"Udah kamu lihat isi kotak itu!" tanya Rianah ketika dia hendak pergi mandi.


"Belum, bi!"


"Kenapa?"


"Entahlah, bi kok saya jadi takut!" jawab Givano.


"Ya, sudah pergi mandi nanti kamu lihat apa isinya." kata Rianah.


Givano melangkah kekamar mandi sambil berdoa semoga kotak itu memberi petunjuk siapa orang tuanya. Dia berhayal semoga kedua orang tuanya masih hidup dan bisa kumpul sebagaimana orang lain.


Bila kedua orang tuaku masih hidup berarti aku hidup tidak sebatang kara dan dia yakin kalau kedua orang tuanya masih hidup maka pasti dia punya adik.


💟💟💟💟💟


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2