Duniaku

Duniaku
104


__ADS_3

"kamu seriyus sayang?!" ucap tailer kepada istrinya, pasalnya angel terus mendongeng tentang beliz yang datang dengan setatus keponakkannya.


"tentu saja benar" ucap angel dengan bangga


"ini sangat menggagumkan mari turun ,aku tidak sabar melihat keponakkanku" ucap tailer yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan beliz ,


"kau kenakan bajumu dengan benar dulu baru turun , bisa² beliz menganggap kamu om cabul jika melihat kamu yang masih pakai handuk saja" ucap angel yang memperinggatkan suaminya itu,


"gara² kamu nih... crita muluk, sampai² aku belum berpakaian" gerutu tailer yang belum sempat berganti pakean itu.


"tok... tok..." suara ketukkan pintu membuat angel menghampiri untuk membukanya


"mom...?" ucap angel setelah membukakkan pintu untuk mertuanya


"mari makan malam , beliz yang memasak semua makanan nya" ucap renata dengan semangat, dia dari tadi sudah tidak sabar menyantap makanan buatan beliz,,,


"benarkah beliz yang memasaknya?" ucap angel yang tidak percaya beliz bisa memasak, angel juga bisa memasak... tapi hanya beberapa hidangan saja.


"tentu ...apalagi dari awal aku melihat dia memasak... hemmm aroma sedap terus tercium itu membuatku tidak sabar untuk menyantapnya" ucap renata yang tidak akan berhenti cerita jika tidak segera dihentikan

__ADS_1


"ayo makan" ucap tailer yang sudah siap dengan pakeannya yang dikenakan


mereka bertiga pun segera turun untuk bergabung dimeja makan.


"akhirnya selesai" ucap nicolles yang menaruh hidangan buatan beliz


"kenapa kamu membuat banyak hidangan?" ucap setiv yang duduk disamping Beliz


"aku ingin" jawab beliz yang membuat setiv sedikit jengkel mendapatkan jawaban beliz yang sangat singkat itu.


"kami datang" ucap renata dengan semangat, dia tidak menyangka beliz bisa membuat banyak hidangan dalam waktu yang singkat


"kek... setelah makan, mari berbicara berdua" ucap beliz yang membuat tomy tersenyum,


"ok... mari bicarakan diruang kerjaku,sekarang mari makan" ucap tomy yang memulai menggambil semua makanan yang dia inginkan


Tailer awalnya ingin memperkenalkan diri sebagai pamannya, tapi karena sudah mulai makan, dia memilih setelah makan saja... apalagi melihat ke3 putranya yang sangat cepat makan, bukan cuma putranya tapi semuanya kecuali beliz mereka memakan hidangan seperti rebutan saja, itu membuat tailer penasaran dengan rasa makanan buatan beliz, setelah memasukkan makanan nya kemulut, itu luar biasa enaknya.,.. itu membuat nya ingin memakannya terus menerus.


beliz tidak perduli dengan keramaian meja makan yang sedang berebut makanan itu, setelah dia selesai makan, dia segera menelfon dedynya untuk menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"aku selesai" ucap beliz yang sudah selesai dengan makannya


semua yang diruang makan terlalu fokus kemakanan sampai tidak menggubrie ucapan beliz.


"hallo ded..." ucap beliz yang menelfon dedynya


"kenapa baru telfon?! " ucap briyan dengan suara khas tajamnya itu.


"maaf ded"


"hufff... bagaimana kabarmu?"


"baik ded... ded, aku menemukan ayah kandung momy" ucap beliz yang membuat briyan kaget


"apa maksudmu?!"


"devan alexsabetz bukan ayah kandung momy,aku akan kirimkan kepadamu kebenaran kelahiran momy" ucap Beliz yang segera mengirim vidio,beberap foto ,dan data kepada briyan


"ded... apa kamu kenal dengan salah satu keluarga dilmurat?" tanya beliz yang membuat briyan tau... kemana arah pembicaraan mereka.

__ADS_1


"tidak kenal... tapi pernah bertemu, dek.... bisakah kamu serahkan pembunuhan nenekmu kepada dedy?dedy tidak ingin kamu hidup hanya untuk balas dendam saja" briyan sangat tau, apa kemauan anak perempuan nya itu, dia juga pernah merasakan hidup dengan dendam yang begitu besar, tapi dia juga binggung harus bagaimana... dan akhirnya dia memilih menghapus dendam itu.


"tidak..."


__ADS_2