Duniaku

Duniaku
82


__ADS_3

"dasar bocah nakal... kenapa dia tidak bisa lepas dari perusahaan?! dia masih 17th, harus nya dia duduk dibangku sekolah dan menikmati masa remaja nya saja, kenapa harus menyusahkan diri bekerja?! " ucap vivian yang semakin bersalah kepada beliz, menurutnya beliz bisa gila kerja gara² dia yabg tidak bisa menafkahi beliz pada masa itu, vivian tidak punya daya untuk melawan ayah dan saudara²nya... dia hanya bisa menyemangati beliz untuk bisa bertahan kerasnya hidup di keluarga alexsabetz pada masa itu.


"putri kita adalah orang yang hebat... kita tidak bisa mengekang dia,biarkan dia hidup sesuai keinginan nya, asal itu bentuk yang positif kita sebagai orang tuanya lebih baik mendukung nya... kita tetap awas beliz dengan cara kita...ok sayang" ucap briyan mencoba menengkan vivian


"hemmm ok" jawab vivian yang sebenarnya masih ragu untuk mengatakan_ok


Briyan jelas tidak akan tinggal diam apapun yang bersangkutan dengan anak²nya, apalagi jika menyangkut hidup anak²nya dia tidak akan bisa tinggal diam saja, untuk serlin dia sudah mempercayakan sepenuhnya kepada ozil , untuk sikembar dia tetap harus memantau perkembangan mereka di militer , dan yang terakhir sibontot yang sangat banyak akal...briyan ketika menghadapi beliz merasa sedang menghadapi dirinya sendiri... ini sangat sulit untuk menebak setiap perbuatan beliz.


"aku didepan...segera kesini" ucap beliz yang menelfon Hans yang segera keluar untuk menghampiri beliz .

__ADS_1


"tuan muda" ucap hans yang sudah didepan beliz


hans menatap pakean beliz, dia sedikit binggung dengan beliz yang biasa terlihat sangat berwibawa dengan aura yang menakutkan, kesan itu seolah telah hilang ketika melihat beliz memakai pakean seperti yang dia lihat sekarang


long jemper warna putih yang sampai ke lutut menutupi celana pendek yang dipakai ,menggerai rambut panjangnya yang begitu lurus jangan lupakan earphone yang dia gunakan...


*tuan muda terlihat seperti remaja yang butuh perlindungan... ah... dia seperti kelinci putih yang menggemaskan, untuk ukuran seorang gadis remaja tinggi badan tuan muda terlalu tinggi seandainya tingginya hanya 150cm itu akan terkesan sangat imut* batin hans yang masih menatap beliz,sampai beliz menepuk bahu hans agar tersadar dari lamunannya.


"tuan muda... apa anda tidak salah kostum?, " tanya hans hati hati

__ADS_1


" tidak... aku memang mengingginkan pakean seperti ini, bukankah... ini agar membedakan antara aku dan yang lain?" jawab beliz sambil berjalan masuk ke perusahaan


dia tidak peduli dengan pandangan orang² tentang pakeannya, pakean wanita pada umumnya sudah dia dambagan sejak dulu... jadi dia tidak akan menyiayiakan pakean seperti yang dia mau untuk saat ini.


ketika beliz dan hans sudah masuk dan naik dipodium kecil yang sengaja dibuat untuk menyambut kedatangan beliz semua karyawan menatap beliz dengan perasaan tidak percaya,,, seorang remaja perempuan adalah CEO mereka, yang membuat semakin tidak percaya CEO mereka adalah orang yang sedang gencar mereka bahas akhir akhir ini.


"pagi semua" ucap beliz dengan suara has dinginnya


"pagi...CEO" ucap mereka semua kompak,,, mereka sudah diberi tau oleh vian ,bahwa CEO mereka baru berusia 17th dan dia seorang perempuan,,, yang membuat mereka tidak percaya pada awalnya...tapi setelah melihat dengan mata mereka sendiri, mereka semua percaya, CEO termuda didunia yang pernah memegang perusahaan besar seperti perusahaan alexsabetz itulah CEO mereka, tuan muda yang sedang mencuri peehatian dunia melalui lagunya dan dikagetkan lagi bahwa dia seorang perempuan itu semakin membuat semua orang dibuat sock dengan beliz

__ADS_1


"maaf, saya menggunakan pakean seperti ini... tapi paken bebas seperti ini yang akan saya gunakan sehari²,,, dan kalian tidak boleh menirunya, kalian harus memakai pakean formal seperti ini, dan kenalkan nama saya beliz samuel CEO dan pemilik BDZ ,,, mohon kerja sama nya" ucap beliz yang tidak suka basa basi didepan orang banyak


__ADS_2