Duniaku

Duniaku
79


__ADS_3

"Acara dah tengah jalan kok baru dateng?" tanya vivian lembut kepada beliz yang udah disamping nya


"maaf mom, adek susah baggunnya tadi" jawab beliz jujur, serlin tersenyum mendengar beliz mengatan yang tidak sesuai dugaannya


"ok... gak papa" jawab vivian santai,beda dengan briyan yang tidak suka dengan keberadaan diego yang mendekat kearah anak perempuan nya,dengan cepat briyan menarik tangan beliz untuk berdiri disampingnya


"ded... bentar lagi acara danca, dedy bisakah memilihkan pasangan yang pas buatku?" tanya beliz yang tersenyum melihat briyan yang begitu posisf terhadapnya,beliz tau bagaimana cara ayahnya menjaganya ini sangat menghangatkan hatinya.


"sama El\Al" jawab briyan tepat sesuai dugaannya


"El dan Al sibuk, biarkan saya saja yang jadi pendamping danca beliz" ucap diego yang membuat briyan mengerutkan jidatnya,dengan perlahan diego sampai didepan briyan dan yang lain,vincen yang masih disana merasa bangga dengan keberanian anaknya.


" ok" jawab beliz yang mendapat plototan dari briyan


"jangan melotot kepada anakku beliz masih muda, biarkan saja dia memilih sendiri pasangan nya" ucap vivian yang membuat diego merasa ada kesempatan untuk berdanca dengan beliz.

__ADS_1


"mom... biarkan aku berdanca dengan dedy dulu" ucap beliz yang menarik tangan dedynya untuk berdanca, beliz tidak ingin membuang kesempatan emas ini...sudah cukup dia bersabar untuk hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, sekarang adalah waktunya untuk merasakan kasih sayang yang dibanggun dengan kebersamaannya.


*dasar macan kecilku yang nakal...lihatlah pembalasanku nanti* gumam diego yang melihat beliz sedang berdanca dengan briyan, diego tau kenapa beliz memilih berdanca dengan dedy nya dan dia memaklumi itu


"kau kalah dengan dedy ku" ucap el yang tiba² sudah disamping diego


"bukankah itu hal wajar? cinta pertama seorang perempuan itu adalah ayahnya,,,, wajar kalo calon suaminya harus mengalah untuk hal ini" jawab diego penuh percaya diri


"ck... ngomong² bagaimana persiapan penyerbuan dikapal?"


" jujur aku akan lebih merasa tenang kalo beliz bersama mu ,tapi bukan sekarang..... tunggulah dia sampai umur 21th minimal" ucap el dengan senyum lebarnya.


"itu sama sekali bukan masalah, asal beliz juga mau, jika pun beliz tidak mau...aku akan memaksanya"ucap diego penuh percaya diri


" semangat " ucap el yang langsung pergi meninggalkan diego yang masih menatap beliz dan briyan.

__ADS_1


* bukan masalah besar jika harus bersabar menunggu beliz sampai berusia 21 th, yang aku takutkan dia sudah mencintai orang lain yang bukan diriku, aku takut melihat dia bermesraan dengan orang lain, aku tidak ingin semua itu terjadi, bisakah dia memberi hatinya kepadaku saja? agar aku bisa lega ketika aku berjauhan dari nya?* batin diego yang tau bahwa dihati beliz belum ada dirinya.


"ded... kapan aku boleh berpacaran seperti teman²ku?" tanya beliz disela dancanya dengan briyan, beliz sengaja membahas itu agar tau seberapa besar briyan menjaganya.


"kalo al dan el sudah menikah, kamu baru boleh pacaran" jawab briyan yang membuat beliz tersenyum, pasalnya al dan el saja belum punya pacar jadi bisa dipastikan mereka tidak akqn menikah ditahun ini, entah kalo tahun besok.


" gimana kalo sampai kak al dab kak el punya pacar saja?' tawar beliz yang tidak disetujui oleh briyan.


"apa kamu begitu inginnya punya pacar?" tanya briyan yang sudah kesal dengan pertanyaan beliz yang dari tadi seputar pacaran muluk.


"entah, tapi setelah merasakan ciuman itu... adek fikir itu ada baiknya untuk pacaran" ucap beliz yang diselingi senyum menggodanya


"adek... dedy gak suka,kalo adek pacaran dulu" ucap briyan yang membuat beliz tidak bisa untuk tidak tertawa


"hahahaha.... gak kok ded, adek tadi cuma isengin dedy aja" jawab jujur beliz yang gak sadar senyum dia membuat kaum adam tak bisa untuk tidak candu dengan senyumnya itu

__ADS_1


__ADS_2