Duniaku

Duniaku
73


__ADS_3

"separing dulu,kalo aku kalah aku akan pakai jaket yang bener" ucap beliz yang membuat satria kaget ,dia aja gak pernah berani separing dengan diego, nah ni cewek minta ditabok deh kayaknya biar dia sadar,


"0k" jawab diego yang menarik beliz kelapangan depan, diego merasa Beliz sedang menahan amarahnya,,,,tapi dia tidak tau ,penyebab apa beliz bisa mencarinya hanya untuk melampiaskan amarahnya, beliz menaruh jaketnya disofa sebelum ditarik diego kelapangan depan


"duhhhhhh cepat ke lapangan depan!!!!! letnan mau berantem ama ceweknya sendiri" ucap satria yang menelfon kantor umum, setelah mengatakan itu satria ikut melihat beliz dan diego yang sedang memposisikan dirinya dengan baik,beliz mengikat rambutnya yang panjang ala ekor kuda dan itu memperlihatkan lehernya yang jenjang.


"bel... kau yang memulainya" ucap diego yang tambah gak suka melihat beliz memperlihatkan lehernya itu, apalagi teman²nya yang sudah mengumpul seperti menonton perjunjukkan itu.


Di separing ini Beliz benar² melampiaskan semua amarahnya ,dia tidak ingin terbebani dengan hal seperti ini


"gilaaaaaa.... pacar letnan keren bgt, cocok ama letnan" ucap salah satu teman satria yang tadi mengangkat telfon satria


"ya.... cewek yang cocok dengan tipekal letnan" lanjut teman yang lainnya


"ngomong² siapa nama pacar letnan?"

__ADS_1


"beliz"


"wow nama yang sama dengan penyanyi favoritku"


perbincangan itu terhenti ketika vincen kesana hendak menjenguk anaknya untuk memberi kabar kepada diego, tapi seribu sayang sepertinya kabar itu tak berarti lagi ketika dia melihat diego sedang adu separing dengan sosok beliz yang menampilkan wujud aslinya, sampai akhirnya vincen memutuskan untuk melihat saja


"kalu tidak pernah latihan lagi bel?" tanya diego yang hampir menjatuhkan beliz


"ya, aku belum kembali aktif dengan kegiatanku seperti semula dan kamu lebih tinggi dari yang kemaren " jawab beliz disela² bertarung nya


"kau benar... tinggiku hampir 190 ,apa aku masuk kekateria pria idamanmu?"


"selamat kamu masuk ke katera itu" ucap beliz yang memang sudah tidak sanggup untuk melawan balik diego


"aku ingin lebih beliz" jawab diego yang belum melepaskan beliz, dan itu terlihat intim bagi teman² diego yang melihat nya

__ADS_1


*cekrek" vincen memotret mereka ber2 , vincen akan mengirimkan itu kepada briyan nanti malam, kalo briyan tau sekarang dia pasti akan memisahkan ke2nya.


"jadi apa yang kamu harapkan?"


bales beliz yang dibawah diego, tanganke2 beliz berada digenggaman diego dan kaki beliz dikunci oleh kaki diego, ini sangat sempurna membuat semua orang salah faham, jika mereka tidak tau kejadian yang sebenarnya.


"kamu harus menolak perjodohan yang disiapkan oleh momy dan dedymu, dan kamu boleh menerima perjodohan itu kalo cowoknya adalah aku... jika bukan aku, kamu wajib menolak" ucap diego sambil tersenyum senang karena beliz menganggukkan ucapan nya


"itu berlaku olehmu diego" saut beliz yang membuat diego melepaskan beliz, mereka separing cukup lama 1½ jam


diego memberi kode kesatria untuk mengambilkan jaket beliz, setelah jaket beliz ditanganya dia melemparkan jaket itu kearah beliz yang masih santai duduk direrumputtan, dia masih tidak percaya dia benar² kalah dari diego,setelah separing itu selesai mereka yang mengerumi lapangan depan bubar, sekarang hanya ada beliz dan diego


"berdiri" ajak diogo yang mengajak Beliz untuk tidak duduk terlalu lama direremputan


"mari duduk dibawah pohon itu" ajak beliz yang disetujui oleh diego

__ADS_1


"kamu duluan, aku mau ambil bekalku dulu" ucap beliz yang lari kearah mobilnya


"dasar bocah bandel gak menepati janji" gumam diego yang melihat beliz tidak memakai jaketnya dengan benar, jaket itu masih dipasang beliz di pinggulnya... diego mendudukkan dirinya dibawah pohon yang rindang itu sesuai permintaan beliz.


__ADS_2