Duniaku

Duniaku
90


__ADS_3

"selamat datang didunia kami" ucap ke 4perempuan itu kompak


"kaliannnn?!!!!!" ucap danur dan rekannya kaget, mereka tidak pernah percaya bahwa ke4perempuan itu bisa bebas dari kapal pesiar itu, dan mengerikanya para perempuan sudah membawa senjata masing²


"kalian bermainlah dengan mereka" ucap diki kepada 4perempuan itu,setelah berkata itu diki keluar untuk menghubungi dedynya


"hallo ded" ucap diki ketika telfon nya telah diangkat oleh ayahnya


"hallo son"


jawab adam dengan suara has orang terpaksa banggun dari tidurnya ,bahkan matanya masih memejam dengan sempurna.


"apakah aku boleh membunuh paman?!" tanya diki yang membuat adam setengah sadar itu langsung membuka matanya dengan sempurna

__ADS_1


"dedy tidak mengizinkan kamu jadi pembunuh dan pendendam nak" ucap adam yang masih kaget dengan pertanyaan anaknya


"emmmm oky, bisakah dedy buatkan aku surat izin,,,, aku tidak bisa masuk kampus,aku masih harus menemani tuan muda" diki sangat menghormati keputusan dedynya,walau sebenarnya dia tidak suka dengan keputusan dedynya,,,, tapi,dia tetap harus menuruti ucapan dedynya.


"sebenarnya kamu ada dimana sekarang?"


"masih didunia yang sama dengan dedy, dedy tidak perlu khawatir.... byby dedy love you" ucap diki yang mengakhiri panggilannya


"hemmmm jadi seperti ini dapat ungkapan cinta dari anak sendi? 😳 sangat manis" ucap adam yang senang mendengarkan kata² terakhir diki


bagaimana tidak mengganjal saat melihat ledakan itu, dia mencoba mencari Beliz yang ternyata sudah tidak ada disana,apalagi melihat ledakan itu... seharusnya ledakan itu juga berasal dari kemiliteran, tapi kemiliteran dari mana? kenapa dia juga tidak menyadarinya jika ada militer lain yang ada dikapal pesiar itu


"bom tadi terlihat dari jendral tretan... tapi,aku tidak menemukan 1pasukan pun dari jendral tretan... apakah pak tua itu ceroboh lagi? sampai² bom kemiliteran nya digunakan oleh sembarangan orang?pasti bukan itu... Pak tua itu tidak mungkin seceroboh itu,,,, alasannya pasti pasukan mistiriyus yang menggunakan nya ,jadi siapa yang di incar oleh pasukan mistiriyus ini?" ucap diego sambil mengingat² tamu undangan dikapal pesiar

__ADS_1


"1mafia dari negara X dan CEO Danur?" ucap seseoran yang langsung bisa dia ketahui siapa pemilik suara tersebut walaupun tidak melihat wajahnya.


"ayah mertua... ini jam4 pagi,,, kenapa anda kesini?" tanya diego sambil membalikkan badan menghadap briyan


"aku adalah guru mu... jadi bebas mau mengunjungimu atau tidak" jawab briyan sambil duduk di ranjang diego, diego hanya tersenyum mendengar ucapan briyan.. briyan bukan hanya gurunya, tapi juga seneornya sekaligus idolanya


"kenapa anda menebak mafia dari negara X dan CEO gila itu?" tanya diego sambil memincingkan matanya penuh penasaran


"bukankah ini sangat terlihat jelas?" bales briyan yang selalu membuat diego tidak bisa untuk tidak kagum dengan kemampuan briyan yang sangat luar biasa ini.


"jadi... anda tau bahwa ini kelakuan putri anda sendiri?" tanya diego yang selalu sefrekuansi dengan briyan jika sudah membahas kasus seperti ini.


"awalnya.... aku ragu jika ini semua dilakukan oleh putriku dan beberapa rekannya, tapi setelah meneliti lebih teliti ini, semua nya dilakukan oleh putriku sendiri.... tapi, aku masih tidak tau kenapa dia mengincar mafia dari negara X itu dan CEO danur" ucap briyan yang ingat dengan ucapan remon yang masuk keperekam suara yang sengaja dia tinggalkan di penthouse , diego semakin memeras otaknya untuk mengetahui tujuan beliz dan siapa sebenarnya beliz ini.

__ADS_1


"Jangan ...jangan.....


__ADS_2