
beliz membaca berita tentang dirinya yang sudah beredar dimana mana, dia hanya membaca.... kemudian menyusun rencanya biar lebih sempurna
"tuan muda.... banyak orang yang sedang mencari rumah anda" ucap diki yang fokus menyetir,,,,
"tenang itu bisa diatur, kita putar balik, dedy menyuruh q kerumah paman adam,,, aku kirim lokasinya" ucap beliz yang mendapat pesan dari briyan untuk membawa diki ke rumah adam, briyan juga mengirim lokasi rumah adam
" tuan, kenapa anda disuruh ke rumah tuan adam?" tanya diki yang sedikit penasaran
"entah,,,, dedy gak bilang apapun" jawab beliz yang kembali mengotak HP nya, dia ingat dengan diego yang berhasil membuka vidio itu, beliz sengaja memasukkan hanya ⅔ virus buatanya, karen ketika dia mwngecek ulang, dedynya tidak membiarkan itu terjadi... beliz senag mendapat perhatian yang dilakukan briyan secara diam² ,,,, itu membuat beliz tambah semangat untuk membuat ulah, agar diperhatikan dedy nya dengan cara yang sama
*orang tua punya cara yang beda untuk memberi perhatian kepada anaknya... mengngagumkan* gumam beliz yang membandingkan cara momy dan dedynya memperlihatkan anaknya... momynya terkesan feminim penuh kelembutan dan dedy.... ini sangat unik, dia akan meledak ledak ketika tau anak gadisnya deket/ dideketin sama laki²
"tuan muda... sudah sampai" ucap diki yang hendek membukakan pintu untuk tuan mudanya,tpi itu dicegah oleh beliz... beliz membuaka pintunya sendiri
__ADS_1
"asisten dedy kaya juga, tpi kenapa asistenku gak sekaya asisten dedy?" ucap beliz yang memperlihatkan setiap sudut di masion adam
" tuan muda harus tau, hans juga kaya, cuma dia aja yang gak mau beli rumah" ucap diki sesekali tertawa mendengar ucapan beliz yang terlihat apa adanya
" kau benar.... dia terlalu pelit pada dirinya sendiri " ucap beliz yang disetujui oleh diki
"selamat datang ucap para maid yang menyambut kedatangan beliz dan diki
" bel.... sini" ucap briyan yang ditemani vivian diruang tamu disitu juga ada adam dan istrinya yang sedang asik ngobrol, beliz segera menghampiri mereka bersama diki yang selalu bersamanya
" nak... tolong dibaca" ucap istri adam yang menyerahkan amplop putih ke arah diki, diki mengkerutkan dahinya dia melirik ke beliz untuk meminta pendapat, tpi yang dilirik malah cuwek bebek bakar udah gak bakal dikasih pendapat
" maaf kalo ini surat agar sayq tidak bekerja dengan tuan muda, saya tidak akan menerimanya" ucap diki yang mebuat adam dan istrinya tersenyum
__ADS_1
" bukan,,,, bukalah dulu" ucap adam , diki mau gak mau membuka surat itu dan membacanya dia ingin menagis marah, sedih, tersenyum semuanya terlihat jelas diraut abstrak diki
"kamu dilarang mengambil keputusan apapun sebelum mendengarkan penjelasan" ucap beliz yang terkesan cuwek dan dingin,,,tpi,itu ampuh untuk diki yang menurutnya
" jelaskan" ucap diki dengan mata penuh emosi yang tertahan
"ketika kamu berusia 1th kamu diculik, kami mencari kamu kemanapun tidak pernah ketemu, sampai saat dirumah tuan briyan kita bertemu dan ruan muda mengatan kita mirip, disitulah saya mencari data² tentang kamu, " ucap adam yang di hentikan diki
"siapa yang memisahkan kita? " peetanyaan diki membuat istri adam diam... dia takut salah ngomong
"kakakku ," ucap vista istri adam sambil menundukkan kepalanya
" maaf kami pulang dulu, " ucap beliz yang menarik ke2 ortunya untuk pergi, beliz pikir ini urusan keluarga mereka dan tidak ada sangkut pautnya dengan mereka
__ADS_1
"maaf tuan, merepotkan waktu anda" ucap adam yang mengantarkan briyan dan anak istrinya keluar
" tidal apa² aku juga pernah diposisimu" ucap briyan yang hendak masuk kemobil