
vivian yang ada dikamar, cukup terkejut melihat beliz yang meminta sesuatu yang menurutnya ini tidak pantas,tpi setelah membaca pesan dari suaminya, dia hanya menuruti kemauan beliz... mungkin ini juga kebaikan beliz
"jadi menurutmu bagaimana?" tanya vivian setelah menonton itu dengan beliz sampai selesai
"ok, setidaknya aku tau ... walau sedikit mengganggu mataku" jawab beliz dengan jujur, dia sebenarnya juga agak malu melihat adegan seperti itu, tpi jika dia tidak tau... itu akan sangat memalukan baginya, jadi lebih baik tau dari pada tidak tau sama sekali,setidaknya bisa diambil positifnya
"aku keluar dulu mom..." lanjut beliz yang segera keluar dia ingin menemui kakak kembarnya tanpa ada dedynya, tpi seribu sayang dedynya sedang diantara ke2 kakaknya, dia harus mencari akal untuk mengusir dedynya tanpa dicurigai dedynya
"ded.... kata momy mau buat dedek sekarang, kalo nanti malam momy dah gak mau" ucap beliz saat menuruni tangga, tentu saja itu masih terlalu gila untuk diucapkan secara langsung, tpi beliz tidak punya pilihan lain.
"beneran?" tanya briyan sedikit gak yakin dengan perkataan beliz, beliz menarik ke2 tangan kakaknya untuk berdiri
"hem em... habis nonoton kek gitu, katanya jadi pingin.... " jawab beliz yang menarik kakaknya untuk ke kamar al
"ok... kalo kamu ketahuan bohong siap aja dapat hukuman dari dedy"
gleg
__ADS_1
beliz meminum air liyurnya sendiri, dia merasa hukuman dari dedy lebih menakutkan dari pada hukuman yang diberikan kakeknya
" tentu saja aku tak bohong, cuman dedy taulah karakter mom yang pemalu... nanti coba dedy tanya ke mom, kalo mom bilang gak... berarti mom baru malu dan sebenarnya adalah iya"ucap beliz yang langsung masuk kamarnya al dan menguncinya, sebenarnya dia ingin bertanya lebih tentang apa yang dia tonton kepada kakaknya, dia masih sedikit binggung... dan beliz tidak ingin mendapatkan kemarahan dedynya hanya karena pertanyaan itu, makanya dia harus berbohong agar dedynya tidak tau.
" jadi sebenarnya, adek ngapain ngajak kakak kesini?" tanya el yang udah duduk disamping beliz, begitu juga dengan al yang baru saja mengunci pintu kamarnya kemudian ikut disamping beliz
"pertama kakak harus janji menjawab semua pertanyaan adek, tanpa di tutupi sama sekali, anggap aja ini ilmu" ucap beliz yang bisa ditebak kemana pertanyaan yang akan mereka bicarakan
"ok... butuh praktek gak?" tanya al yang lamgsung dapet jitakkan dari el
"boleh dipraktekin kok, asal kakak prakteknya sama anjingnya tetangga tuh" ucap beliz yang membuat el tersenyum, itu pendapat yang bagus
"gak ah, kakak masih normal dek" ucap al sambil mengkerucutkan bibirnya dia sebel dengan jawaban beliz, masak dia harus melakukan kek gitu ama anjing.... bisa dianggap orang gila dia nanti
"jadi intinya adek belum paham bgt, tentang vidio itu " tanya el sambil mengelus puncak kepala beliz, beliz menganggukkan kepalanya... el mengambil HP nya dia mulai mencari cari vidio biologi tentang pembuahan sel telur, el menerangkan secara biologi dan menggabungkan dengan vidio yang ditonton beliz disana beliz lebih cepat menagkap semua keterangan itu, sedangkan al hanya manggut manggut saja mendengar penjelasan el
*mama dan papa dulu pasti pilih kasih, otak mama dan papa diberikan ke el doang, sedangkan aku gak dikasih... malu dong gak bisa nerangin kek gini ke adek, dasar mama papa pilih kasih* gumam al yang menatap El dengan pandangan julid
__ADS_1
"gimana... dah paham lom?" tanya el dengan lembut dan tenang,
"faham, makasih kak el muah" ucap beliz yang mencium pipi kanan el
"baggggggg" al melempari el dengan bantal
"apasih al?" tanya el yang tidak siap dapat lemparan dari al
"dek.... kok kamu cium al doang, kakak gak dicium sekalin..." ucal al yang mendapat ciuman di pipi kirinya tpi sebelum bibir beliz menempel di pipi kiri al, el menutup bibir beliz dengan tangannya
" jangan dicium dek, sebelum dia praktek sama anjing" ucap el yang membuat beliz tertawa, dia senang mendapatkan kakak yang perhatian ke padanya,
*ini terasa hangat, dihatiku* batin beliz yang merebahkan dirinya dikasur,,, dia cukup mengantuk sekarang dia tidak peduli dengan pertempuran kakak²nya
" I love you kakak" ucap beliz yang membuat sikembar berhenti dari bertempurnya , mereka ikut merebahkan diri mereka disamping beliz
" I love you too adik kakak" ucap ke2nya yang mencium pipi adiknya, setelah itu mereka ikut memejamkan mata mereka,,,, mereka ber2 benar² merasa bahwa beliz adalah anugrah terbaik dikeluarga ini.
__ADS_1