Duniaku

Duniaku
52


__ADS_3

"Al.... itu beneran tuan muda beliz?" tanya raisa yang masih menatap kepergian el dan beliz


" iya, dia itu adikku... cakepkan" jawab al dengan bangga menyombongkan nya


"itu anak dedy dan momy" lanjut al yang hanya mendapat anggukan dari raisa


"duhhhhh makin betah nih disini ,kalo ada tuan muda beliz" ucap raisa semangat


"gak....kamu hanya boleh disini sampai resepsi selesai, bahaya kalo kamu disini terus.... bisa ternodai nanti adekku"


"enak aja.... aku tuh anak baik baik... kalo nanti tuan muda tergoda ama aku, ya mungkin itu takdir kita untuk bersama" ucap raisa yang bikin vivian dan briyan tertawa... mereka benar² gak menyangka tampang beliz ketika jadi cowok sangat kuat menarik perhatian kaum hawa


"sayang kekamar aja yuk" ajak briyan yang disetujui vivian


"al jangan lupa tugasnya" briyan mencoba menginggat kan kepada al lagi


"ok ded" jawab al santai, dia kemudian beralih menatap raisa lagi


"aku kasih tau ya, tipe orang yang disukai adek ku, ¹. harus pintar memasak,²lebih tinggi dari adek ³ harus pandai berbisnis ⁴ setia " ucap al yang dimana.... semua itu tidak ada pada raisa


"karena... beliz jago memasak ,tentu saja pasanganya juga harus pandai memasak" lanjut al sambil meraih HP nya, dia memperlihatkan vidio beliz yang sedang memasak, vidio itu dia ambil ketika beliz memasak di rumah diego,


"cakep bgt" ucap raisa, yang kagum dengan vidio itu


"dah" ucap al yang memasukkan HP nya ke saku dan pergi ke kamarnya,itu sukses membuat raisa kaget, baru asik² nonton malah dah ilang yang ditonton


"al brengsek.... itu tadi belum selesaiiiiiiiiii" triak raisa sebal ,dia belum puas melihat vidionya


"alllllllllllll..... kirim vidionya" lanjut raisa yang ikut masuk ke kamar tamu yang biasa dia tempati


Sedangkan el dan beliz sedang asik bercengkraman


"oh ya dek... kata dedy disuruh mampir ke kantor militer bentar buat ngambil berkas" ucap el yang membelokkan mobilnya menuju tempatnya bekerja

__ADS_1


"ok" jawab beliz yang mengetik sesuatu ke alan


"kak... kenapa adek gak boleh beri tau identitas adek yang sebenarnya.?" tanya beliz sambil menoleh ke el


"boleh kok, tpi untuk 1th ini jangan"


"kenapa harus nunggu 1th?"


"kalo itu.... kamu minta aja jawaban ama dedy, kakak gak tau" jawab el yang sesekali mengusap kepala beliz


"0k"


"turun yuk,dah sampai" ucap el yang mengajak Beliz turun


"adek boleh ikut?"


"boleh... kan gak masuk sampai area pelatihan,"


"0k"


"oh kamu el... kenapa kesini?" tanya satria yang kebetulan bertugas berjaga dikantor depan


"bilangin ama letnan diego, dedy minta berkas berkas RSM tahun ini, dan bilang juga cukup berkasny aja... orangnya kagak usah" ucap el yang dianggukkan satria, satria segera menelfon kantor pusat dan menyampaikan apa yang diucapkan el


"eh.... siapa dia el?" tanya satria yang melihat beliz sedang duduk santai sambila main HP


"adikku, namanya beliz" ucap el yang membuat beliz menoleh kesatria


"kanalin beliz" ucap beliz yang mengulirkan tangannya ke satria, satria yang hendak menjabat tangan beliz sudah didahului oleh tangan keker


"diego" ucap diego yang menjabat tangan beliz, beliz pun tersenyu miring melhat diego yang menjabat tangannya


"kenapa kamu kesini?" tanya el dengan pandangan malas

__ADS_1


"kenapa aku gak boleh kesini?" balas diego yang duduk didepan beliz(tangan keduanya dah lepas yaow)


"berkasnya?" tanya el... dia takut kalo kena semprot dedynya, kalo diego bertemu beliz


"nih" jawab diego yang menyerahkan berkas itu


dering Hp beliz membuat beliz segera mengangkat panggilan, belum sempat beliz ilang _hallo


udah disrobot dulu ama pemanggil


"Aku udah menepati janjiku, jadi segera masuk pesawat dan datang ke negara x sekarajg juga" ucap bastian yang terdengar nyaring


"ok,siapkan hotel atau tinggal dimasion mu?" jawab beliz santai, sedangkan diego yang dengar udah nahan emosi yang tiba tiba hadir


"hotel aja, bisa repot kalo dimasion"


"ok" jawab beliz yang menghentikan panggilan


"ayo kak" ajak beliz yang berdiri


"mau kemana?" tanya diego dengan tatapan tajam


*duhhhhh bos serem amet, kek qda aura hitam mwncekam gini*batin satria


"negara x" jawab el santui


"ngapain?" tanya diego lagi


"menurut kamu ngapain?" bales tanya beliz yang menatap aneh ke arah diego


"dek ke mobil dulu" suruh el yang ingin mengerjai atasannya, diego ingin mencegah Beliz, tpi ditahan oleh el, setelah el memastikan beliz sudah aman masuk ke mobil, el membisikkan sesuatu ke diego


" dia akan bertemu dengan calon yang disiapkan momy" ucap el yang bergegas lari, sedangkan diego hanya mematung ditempatnya, dia ingin menghentikan beliz, tpi dia juga sadar.... beliz bukan pacarnya, apalagi tatapan aneh beliz tadi membuat diego lemes

__ADS_1


__ADS_2