Duniaku

Duniaku
95


__ADS_3

vivian merenungkan setiap tindakan yang terjadi pagi ini, ini cukup membuat hati nya tercubit kala mengetahui tentang putrinya yang tidak bisa lepas dari perusahaan


"jadi... kalian benar² tidak tau keberadaan beliz saat ini?" tanya vivian yang hanya mendapat gelengan dari vian dan hans


"kami hanya pekerja yang di dalam perusahaan saja, kami tidak pernah mengetahui kehidupan pribadi tuan muda , jika kami mengetahui itu... bukankah itu terkesan tidak sopan?" ucap hans yang memiliki lidah tajam


*benar² cocok sebagi asisten tuan muda... lidah tajam, tatapan mata yang meyakinkan dan cerdas untuk melawan lawan* batin vian yang melihat hans


"Benarkah kalian tidak tau keberadaan beliz?!" suara kalem dengan kesan dingin membuat semuanya menoleh kearah sumber suara tersebut


"jika kami tau keberadaan tuan muda ,kami sudah dari tadi berangkat keperusahaan bersama" jawab hans sambil menatap diego yang baru saja datang, diego membalas tatapan hans dengan pandangan menyelidiki


"bisakah kalian hentikan tatapan cinta kalian itu?" ucap al yang dari awal memlerhatikan hans dan diogo


"ck.... ini bukan tatapan cinta" sangkal hans dengan sebal , bagaimana tidak sebal.... dia pria normal yang tidak akan memberikan tatapan cinta kepada sesama jenis.. itu akan terasa menjijikan

__ADS_1


📨ded... perusahaan untuk sementara waktu adik titkpkan ke dedy📨


briyan terkejut ketika mendapat pesan dari beliz, leptopnya kembali menunjukkan tata letak keberadaan beliz, briyan menyerahkan HP nya kelda el, briyan kembali fokus keleptobnya, dia tidak ingin kehilangan jejak untuk ke 2 kalinya 📨dedy tidak sanggup jika harus mengurus perusahaanmu,,,, maka segers kembali dan kerjakan pekerjaanmu sendiri📨


bales el yang mencoba mengontrol setiap gejolak hatinya


📨kalo begitu biarkan momy saja yang mengurusnya, adik ingin berlibur by by dedy📨


el yang membaca pesan beliz semakin sedih, karena disana dia tidak menemukan pesan untuknya,el fikir perbuatanya sudah tidak bisa dimaafkan kembali


📨kamu dimana?📨


"bagaimana?" tanya al yang langsung merebut HP dari tangan kembarannya


Diego dan briyan sedang fokus mencari keberadaan beliz yang belum mendalat petunjum yang jelas,semuanya sedang dilanda kekacauan didalam hati dan fikiran mereka.

__ADS_1


"BRRRRRRRRAAAAAAAAKKKKkKKk" pintu utama didobrak seseorang dengan keras membuat semuanya menoleh ke sumber suara


"hans ....vian" triak remon yang terpaksa mendrobrak pintu utama yang dijaga oleh anak buah diego


" waktunya gak banyak.... cepat ikut aku" ucap remon yang membuat hans dan vian yang mengikuti remon


"jangan bertindak gegabah!" ucap seseorang yang datang dengan banyak nya anak buah yang menggunakan pakean serba hitam


"kalian tetap dirumah... biar aku yang membantu beliz" ucap ozil yang baru saja datang, sebenarnya dia ingin langsung pergi ke markas beliz, tapi dia harua memastikan keluarganya terlebih dahulu,sebelum dia benar² berangkat ke markas beliz.


"bawa aku" ucap diego yang menarik ozil untuk segera keluar


ozil memberi kode ke beberapa anak buahnya untuk menjaga keluarganya


"ded... al, el, mom... kalian harus dirumah, ini pesan dari beliz... tolong hormati pesannya" ucap ozil sebelum benar² keluar dari masion samuel.

__ADS_1


Briyan, al,dan el jelas tidak mau jika harus berdiam diri dirumah,,,, tapi mereka juga harus menghormati pesan beliz, itu sangat menyakitkan bagi mereka.


Sedangkan di markas beliz, benar² sedang kacau,,,,, pertumpahan darah,sudah tidak bisa mereka hindari


__ADS_2