
"tuan muda...apa anda yakin nanti ke negara X" tanya elisa yang pagi pagi sudah sampai di masion beliz
"ya... " jawab beliz sambil membolak balikkan jadwal yang dibuat elisa
"berapa hari kita disana?" tanya elisa yang sebenarnya agak binggung dengan kepribadian beliz, elisa fikir beliz akan menolak tawaran mengisi acara ultah dinegara X, siapa yang menyangka beliz menerima itu
"2" jawab beliz yang kemudian menelvon seseorang
"aku minta bayaran lebih dan siapkan pesawat pribadi buat kami, jam 10.00 jika pesawatmu belum sampai dibandara bersiaplah aku hancurkan bianismu" ucapan beliz membuat elisa kaget,
*tuan mudaaaaaaaa.... kalo anda bilang seperti itu, itu akan merusak citra anda dan tidak akan ada yang menggundang kita nantinya* batin elisa yang ingin bertriak agar tuan mudanya lembut dengan pembuat acara tersebut.
"alexxxxxxx kenapa kau selalu kejaaaaammmmmm, bisakah kamu bersikap lembut kepadaku" ucap bastian yang menerima panggilan dari beliz
" panggil aku beliz" ucap beliz datar
"ok ok.. tuan muda beliz yang terhormat, tolong jangan terlalu kejam terhadap temanmu ini"
" jam 10.00 jika pesawat pribadimu belum datang, bersiaplah" lanjut beliz yang mematikan panggilannya
"aaaaaaaaaaaaa sialllllll benar² si bocah menyebalkannnnnnnn , seharusnya aku tidak memilih dia... " umpat bastian yang langsung menelfon salah satu pilotnya, dia menyuruh untuk tenbang ke negara A menjemput beliz dan krunya
"telfon diki, mau ikut ke negara X tidak?" ucap beliz yang menyuruh elisa , beliz tau pasti diki belum bisa menerima keputusan beliz yang mendadak ,tpi beliz juga tidak mau anak asisten ayahnya dicemooh gara² jadi supir nya
__ADS_1
"hallo" elisa yang memanggil diki dia memang sengaja mengeraskan volume agar beliz juga ikut bisa mendengar
"kenapa? kangen? hemmm "
*diki siaaaaaallllllllll tau gini gak ku kerasin volume nya..... kamfret bener ni orang, jatuh sudah martabat yang sudah kubuat* batin elisa setelah mendengar suara diki
" tuan muda akan ke negara X, jika mau ikut ...." ucap elisa yang langsung disaut oleh diki
" tuan muda mengajakku?!" ucap diki dengan keras, itu sangat mengganggu beliz yang sedang membaca laporan yang diberikan elisa
"berikan padaku?" ucap beliz , dengan hati hati elisa menyerahkan HP nya
"jam 09.30 sampai di masion dedy, kalo belum sampai jangan harap bisa ikut" ucap beliz yang langsung memutuskan panggilan
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa elisa kamfretttttttttt kenapa gak bilang kalo ada tuan muda!!!!!!!!" triak diki yang kaget mendengar suara beliz, dia malu kalo ucapannya didengar oleh beliz
"brakkkkkk" pintu kamar diki dibukak dengan kasar oleh adam dan vista
" ada apa nak?!" ucap keduanya yang kemudian memutar tubuh diki ,berharap tidak ada yang terluka di tubuh diki
" ded.... mom.... berhenti, diki mual nih" ucap diki yang diputar² orang tuanya
" kenapa triak²?" tanya adam
__ADS_1
"hehehehe gak apa apa... oh ya, aku akan ke negara x bersama tuan muda" ucap diki dengan semangat
"tidak boleh" ucap vista yang membuat diki mematung
" biarkan diki pergi sayang " ucap adam lembut, dia tau kenapa vista tidak memperbolehkan anaknya pergi ke negara X
Hp diki berdering, dengan lemas diki mengangkat panggilan itu tanpa melihat nama yang tertera
" berikan kepad ayahmu" suara beliz mengambil alih kesadaran diki, dengan cepat diki memberikan HP nya kepada ayahnya
" katakan kepada istrimu, ini misi diki untuk mencari tau kebeneran itu, aku dan yang lain akan membantu diki... aku pastikan pulang membawa hasil bagus untuk kalian, itu tidak memakan waktu banyak.,. cuma 2hari" ucap beliz tenang tpi terkesan tajam ditelinga adam
" baik, " jawaban dari adam langsung membuat beliz memutus panggilan
"dedy izinkan,segera bersiap ini sudah jam 09.00" ucap adam yang kemudian mengajak vista keluar, dia akan menenangkan vista terlebih dulu
"pasti tuan muda sudah tau sesuatu,,,, " gumam diki yang segera bersiap
📨berapa hari dinegara x?📨
diki mengerim pesan kepada elisa, dia takut kalo telfon yang ngangkat tuan mudanya
📨2hari📨
__ADS_1
melihat pesan itu, diki menyiapkan pakean yang cukup untuk 2hari disana