Duniaku

Duniaku
93


__ADS_3

"ded...bisakah kamu tidak mengataknnya kepada momy?" ucap beliz penuh permintaan


"tentu... tapi dengan syarat kamu harus keluar dari tugas itu?"


permintaan briyan cukup sulit bagi beliz, pasalnya hanya kurang 1mafia saja yang belum terselesaikan...sedangkan ayahnya meminta hal yang sulit ini.


"ok... tapi, biarkan adek menangani tugas yang sudah terlanjur adek ambil? setelah itu adek tidak akan masuk kemiliteran lagi?" ucap beliz yang sedikit membuat briyan bimbang


"biarkan orang lain yang melakukan nya."


"tidak... ini tugas terakhir adek, biarkan adek yang menjalankannya ok?"


"kalo begitu dedy akan mengataknnya kepada momy"


"katakanlah... jika sampai momy sakit akibat syok mendengar ucapan dedy... itu semua tanggung jawab dedy" ucap beliz yang segera pergi dari hadapan dedynya


"kami pulang...." triak Al yang masuk ke masion dengan ceria


"jangan triak triak" ucap el yang tepat di samping al


"ck... menyebalkan" dengus al dengan sebal


"ded.." ucap el yang segera menyalami dedynya begiti juga dengan al

__ADS_1


"mom... dimana ded?" tanya al yang clingak clinguk mencari keberadaan vivian


"didapur" jawab briyan yang membuat al langsung menghampiri vivian, sedangkan el duduk disamping dedynya.


"ded... lihat" ucap el yang memperlihatkan hasil jepretan adik nya


briyan yang melihat itu, kembali naik darah atas ulah anak perempuannya


"adeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk"


triakkan briyan tepat sesui prediksi beliz yang sekarang sedang cengar cengir mendengar kemarahan dedynya.


"ded... jangan teiak²" ucap al dan vivian yang segera menghampiri briyan


"lihat mom" ucap el yang memberikan HP nya ke vivian


*WOW.... el ternyata ini ulahmu, bersiaplah didiamin adek seumur hidup* batin Al yang melihat aksi el yang membeberkan setatus beliz


vivian segera naik keatas untuk menghampiri beliz, langkah yang tidak terburu buru tapi terlihat pasti dan tatapan matanya yang siap menerkam siap saja.


"ded... emmm sepertinya momy bakal marahin adek" ucap al yang melihat kepergian vivian, itu cukup membuat semuanya terkejut melihat sisilain dari vivian yang biasanya lemah lembut


"ah... dedy merasa sesuatu yang tidak baik akan terjadi" ucap briyan sedikit deg deg gan

__ADS_1


beda dengan el yang sudah kringat dingin,dia akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan akan terjadi kepada adiknya


"hallo" ucap beliz yang menerima panggilan dari zoy


"tuan muda... markas kita dikepung" ucap zoy yang sebenarnya tidak enak mengatakan ini, apalagi dia tau beliz baru saja sampai dirumah,tapi dia tidak punya pilihan lain.


"aku akan kesana" ucap beliz yang segera mengambil peralatan yang dia butuhkan


"krekk" pintu terbuka tepat vivian didepan pintu kamar beliz.


"sudah adek hapus, tadi juga semua temen adik pivasi ,,, cuma kakak²yang bisa lihat setatus adek" ucap beliz yang langsung pergi dengan menenteng tasnya,beliz melewati al, el, dan briyan tanpa menatap mereka bertiga


"ded... momy gak mungkin mengusir adik kan?" tanya el dengan perasaan bersalah yang teramat


"entahlah... dedy juga tidak tau" jawab briyan yang menatap vivian turun menghampiri mereka


"apa kalian tidak khawatir dengan beliz?!" ucap vivian dengan expresi yang sulit diartikan.


"maksud momy?" tanya al yang segera menghampiri vivian


"tadi saat momy baru sampai didepan pintu kamar beliz, momy mendengar beliz menerima telfon....." ucap vivian yang yang menceritakan semuanya yang dia dengar sampai beliz keluar dari rumah.


"apaaaaaaaaaaaaaa?!!!!!!!!!"

__ADS_1


__ADS_2