
"kak... kamu kenal dengan orang tadi?" tanya beliz sambil menatap punggung pemuda tsb.
"dia..." ucap nicolles sambil menunjuk punggung rekan kampusnya
"bukankah orang itu yang kamu cari" lanjut nicolles yang membuat beliz tersenyum, dia fikir misi dia kekampus tidak diketahui nicolles... ternyata dugaannya salah besar, nicolles sudah tau dari awal
*jika nicolles saja tau tujuanku berarti semua orang rumah juga sudah tau* batin beliz dalam hati
" dia perempuan " ucap beliz yang membuat nicolles kaget,
"bagian mananya yang menunjukkan bahwa dia perempuan?" tanya nicolles sedikit berbisik, dia tidak mau ucapannya didengar oleh orang² disekitarnya
"tinggi badan dia hanya 163cm, bentuk tubuhnya jg kecil seperti perempuan,begitu juga dengan wajahnya emmm... dan suaranya, jelas dia memaksakan untuk terlihat seperti cowok,,,,padahal itu masih kentara kalo dia perempuan,,,, "
__ADS_1
beliz bukan asal menebak saja, dia sudah meneliti semua data tarjetnya,apalagi setelah melihat tarjetnya ,dia semakin yakin dengan apa yang dia baca kemaren.
"haha.. Wajar kamu bisa langsung tau bahwa dia perempuan, bukankah kamu juga menyamar seperti dia sebelumnya,tapi tinggi badanmu 180cm,dan suaramu sangat khas.... sulit untuk membedakan kamu laki² atau perempuan....tapi, setelah kamu menyatakan diri bahwa kamu perempuan... kami semua baru mempercayainya,"
ucap nicolles yang mengatakan hal yang jujur, walau sebenarnya dia masih sulit untuk percaya, bahwa beliz yang ditonton dilayar hp adalah seorang perempuan.
"hemmm... apa kamu tidak penasaran, kenapa dia harus pura_pura menjadi seorang pria?,dia tidak mungkin tidak punya alasankan???" ucap beliz yang membuat nicolles semakin perasaan dengan kepribadian temannya itu.
beliz mencoba diam sejenak untuk memikirkan sesuatu, dia selalu merasa ada yang mengganjal dengan teman kakaknya itu, sebenarnya beliz punya banyak cara untuk mengetauhi , kenapa teman kakaknya menyamar menjadi seorang pria, hanya saja beliz ingin menggunakan cara yang sedang ada diotaknya tidak mau yang lain.
Sesampainya dikelas,beliz kembali bertemu dengan arens, sosok yang dia cari.
*tidak perlu buru buru... memberi waktu adalah hasil terbaik*
__ADS_1
batin beliz sambil memainkan HP nya, dia jelas tau apa yang harus dia perbuat, hanya saja dia tidak ingin salah melangkah...
harus ada waktu untuk berfikir agar tidak salah sasaran.
Beda dengan keadaan perusahaan anderson yang tiba tiba saham turun dengan cepat semuanya dibuat kelimpunagan tailer, jecson, dan tomy semuanya bergegas mensetabilkan saham perusahaan yang tiba tiba turun, tpi... mereka hanya dapat menghentikannya saja , tidak bisa mengembalikan denggan utuh seperti semula.
📨dek... janggan biarkan beliz melihat hp/ kabar tentang perusahaan anderson 📨 1pesan masuk ke HP nicolles, kebetulan beliclah yang sedang memegang hp nicolles, dia iseng saja memainkan gams yang ada dihp nicolles, sedangkan nicolles fokus ke dosennya.
"kak... aku mau keperusahaan kakek" ucap balic setelah melihat pesan dari jecson
"dek... dosennya baru dateng, dan kamu udah mau keluar?? nanti bakal ketahuan kalo kamu bukan anak kampus???" bisik nicolles yang binggung harus bagaimana, karena jika balic pergi dia juga akan pergi... dia tidak mungkin membiarkan beliz pulang sendirian.
"ommmm" ucap beliz yang berdiri membuat nicolles benggong gak percaya dengan apa yang beliz ucapkan, dosennya dipanggil om oleh baliz???? semua orang dikelas terkejut denggan ucapan beliz yang terlihat asal itu, tpi mereka juga tidak berani untuk memberi tahu beliz jika itu hal yang salah.
__ADS_1