
📨Hotel V No 45 kesini 📨
selesai mengerjakan tugas nicolles, beliz mengecek HP nya yang ternyata sudah ada yang memberi pesan kepadanya.
📨sekarang?📨
bales beliz yang gak suka basa basi
📨iya📨
"pinjam kunci motor?" ucap beliz kepada nicolles yang sedang menjadwal mata pelajaran untuk besok.
"buat?" tanya nicolles mulai was was...dia tidak akan membiarkan beliz pergi dari rumahny begitu saja, apalagi setelah tau bahwa mereka adalah saudara.... itu membuat nicolles semakin tidak membiarkan adik sepupunya pergi.
"mendatangi teman" jawab beliz yang semakin membuat nicolles ragu memberikan kunci motor nya
"emang punya teman disini?"
"bukan, tapi dia datang kesini"
"ni... tapi, ingat pulang jangan kemaleman " ucap nicolles yang pada akhirnya tetap memberikan kunci itu kepada beliz.
"ok... sebelum jam 21.00 aku pastikan pulang ..." ucap beliz yang mengambil kunci motor itu dan segera pergi.
__ADS_1
"kek...paman... aku mau pergi dulu" ucap beliz yang kebetulan melihat paman ,kakeknya, dan jecson yang sedang diruang tamu.
"kemana?" tanya tomy sambil meletakkan lembaran² kertas dimeja
"teman ku ada dinegara ini, aku ingin berkunjung sebentar" jawab beliz yang terus melangkah
"biar supir yang antar" ucap jecson yang memperhatikan kunci motor yang dipegang beliz, jecson tidak mungkin membiarkan beliz keluar tidak ada pengawasan sama sekali, apalagi menginggat beliz adalah adik perempuan nya yang harus dijaga dengan ketat, begitulah pemikiran jecson.
"tidak perlu, aku sangat hafal dengan setiap negara... kamu tidak perlu khawatir aku kesasar" ucap beliz santai
"pergilah" ucap tomy yang sebenarnya sesikit khawatir dengan kepergian beliz
tapi,menginggat kemampuan beladiri beliz yang sangat bagus dia bisa tenang membiarkan beliz pergi sendirian.
"dia punya ilmu beladiri yang baik, bahkan aku bukan tandingannya... jadi apa yang perlu dikhawatirkan?" jawaban tomy benar² membuat jecson dan tailer tidak percaya, beliz bisa sehebat itu... padahal mereka tau betul kemampuan tomy yang sangat hebat dibidang beladiri.
Sedangkan beliz terus mengendari motor nicolles yang dia penjam, sesampai di hotel V beliz segera mendatangi kamar no 45
"ting tong" beliz menekan bell kamar itu
ceklek
"kenapa lama sekali datangnya?" ucap diego yang membukakkan pintu kamar hotelnya, dia segera menarik beliz untuk masuk
__ADS_1
"jadi... kenapa kau memanggiku kesini?!" ucap beliz yang duduk disofa
"dia yang ingin bertemu bukan aku" ucap diego sambil menunjuk seseorang yang ada dibawah meja belajar
dengan cepat beliz menatap orang yang ada dibawah meja itu dengan seksama
"kak.... apa yang kau lakukan?!!!!" ucap beliz setelah menyadari jika orang yang ada dibawah meja adalah kakaknya el zain samuel, beliz menarik kakaknya agar keluar dari bawah meja.
"kamu marah ama kakak?" tanya el setelah duduk disamping beliz
"gak" jawab beliz singkat
"bohong!!!! pasti kamu marahkan ama kakak?" ucap el yang seperti bocah dimata beliz dan diego
"minum dulu bel..." ucap diego yang menaruh minuman didepan beliz
"makasih" jawab beliz yang mendapat anggukan dari diego
"kak... adek gak bohong, adek gak marah ama kakak" beliz mencoba lebih tenang untuk menjawab ucapan kakaknya
el dengan cepat memeluk adiknya, dia benar² lega setelah mendengar ucapan beliz tidak marah dengan dirinya, el benar² tidak tau lagi harus berbuat apa jika adiknya merah dengan dirinya, dia juga terpaksa melakukan hal² sperti anak kecil lakukan, agar beliz tidak memarahinya.
"gak usah lama² ucap diego yang memisahkan beliz dari dekapan el, diego merasa cemburu jika melihat beliz berdekatan dengan laki² lain walaupun itu saudaranya.
__ADS_1