
"kenapa baru pulang?! " ucap seseorang ketika beliz sedang masuk ke pintu utama, beliz tidak kaget dengan keberadaan orang yang akan mempergokinya ,beliz sudah menduga ini akan terjadi jika dia terlambat.
"maaf" ucap beliz yang terus melangkah... tanpa perduli dengan tatapan jecson yang semakin tajam menatap setiap langkah beliz
"saya harap kamu tidak mengulanginya lagi" ucap jecson sambil melangkah pergi, itu sedikit membuat beliz tersenyum...
beliz fikir orang seperti jecson sangat layak menjadi teman bisnis, walau beliz hanya bebicara dengan jecson sedikit,tapi dia bisa menganalisis seperti apa sifat jecson menurut beliz.
"saya tidak bisa janji" jawab beliz yang membuat jecson mendekati beliz dengan cepat,dia segera menghalangi langkah beliz.
__ADS_1
"mungkin saya akan pindah kehotel mulai besok" lanjut beliz sambil tersenyum kepada jecson ,semakin jecson diam.... itu semakin membuat beliz yakin bahwa kakak sepupunya adalah mitra bisnis yang sangat cocok dengan dirinya.
"saya tidak berhak memaksa keinginan kamu,tapi tolong anggap kami krluarga kamu dengan selayaknya" ucap jecson yang sedikit membuat beliz semakin tertarik untuk mrnggoda kakak sepupunya, walau mereka ber2 baru saling kenal.... tapi mereka bisa saling mengerti sifat lawan bicara mereka.
"tentu... tidurlah kak, aku juga akan segera tidur" ucap beliz sambil menepuk bahu kakak sepupu nya itu dan kembali melangkah untuk tidur.
"huffff.... jadi begini perasaan cemas ketika mempunyai adik perempuan... hemmm lucu juga" batin jecson sambil tersenyum menatap kepergian beliz.
"sayang... " ucapnya sambil menaruh secangkir kofi di samping meja kerja briyan.
__ADS_1
"hay... kok belum tidur?" ucap briyan yang reflek ketika mendengar suara sang istri ,dia pun mulai menghentikan pekerjaannya dan menatap sang istri penuh sayang.
"sayang... bisakah besok kita menyusul beliz?" ucap vivian, sebenarnya briyan sudah memberi tau keseluruhan tentang tomy setelah mendapatkan data² tentang tomy yang dikirim beliz kepadanya, awalnya dia tidak tega mengatakn hal tersebut, tapi dia mereasa akan semakin bersalah jika tidak memberi tau vivian saat itu juga, jadi briyan memutuskan memberi tau keseluruhan tentang tomy kepada vivian.
"maaf, sepertinya tidak bisa,beliz tidak mengizinkan hal ini... biarkan dia menyelesaikan urusannya terlebih dahulu, setelah semua selesai... baru kita kesana oke?"vivian jelas semakin tidak setuju dengan ucapan suaminya, tapi mau bagaimana pun dia harus meng iya kan ucapan suaminya, tapi entah ketika suaminya berangkat kerja besok, mungkin dia akan pergi ke negara B sendiri.
" emmm oke" ucap vivian yang kemudian memilih kembali kekamarnya, Sedangkan briyan segera menghubungi adam sang asistennya
"aku tidak akan ke perusahaan selama 3hari, kamu wakililah untuk setiap pertemuan dengan klayen, setiap rapat aku akan melakukan rapat online" ucap briyan yang segera mematikan hp nya,
__ADS_1
Sedangkan adam baru saja mengangkat telfon dari bosnya... belum sempat dia berkata sepatah pun panggilan itu sudah mati.
"hufffff..... ternyata beginilah kejamnya dunia" umpat adam yang kemudian membuat catatan kecil di buku kecil yang sering dia bawa, catatan itu adalah berisi jadwal briyan dan beberapa tugasnya, dia menulis itu agar tidak lupa... walau ingagtanya bagus, tapi dia tidak pernah menyepelekkan hal kecil apapun palagi itu bersangkutan dengan pekerjaannya, setelah selesai mencatatnya dia kembali tidur disamping istrinya.