
*caper bgt deh* batin mex yang tidak suka dengan ucapan boim
"ok, besok pagi kita akan melakukan sejujur jujurnya" ucap devan dengan semangat
"ded, sebenarnya aku mendengar dari beberapa rekanku, bahwa beliz punya sangkut paut dengan militer internasional, jadi wajar kalo beliz bisa mengancam nyawa keluarga kita....kita jelas bukan lawan beliz, beliz terlalu kuat buat kita yang hanya seekor semut dimatanya" ucap boim yang membuat semuanya kaget, mereka tidak menyangka bahwa beliz sehebat itu.
"dan orang yang menikah dengan vivian, dia adalah raja bisnis bukan cuma itu, temanku juga adalah penggemar suami vivian... namanya briyan samuel militer terkuat dinegara M pada masanya." lanjut boim, boim sebenarnya suka bermain di hotel untuk menemui rekannya yang kebetulan bekerja disana, dia suka belajar melalui temannya yang berasal dari negara A temannya ke negara M ikut istrinya yang tidak ingin meninggalkan negara M, teman boim adalah meneger dihotel alexsabetz, bagi boim dia Adalah teman yang bisa merubah nya untuk berfikir lebih baik.
"temanmu sangat baik, lanjutkan pertemanan kalian dan ayah akan mengajari kalian cara mengelola perusahaan dengan baik" begitulah devan, di akan berkata lembut kepada orang yang akan memberikan solusi kepadanya apalagi jika itu anak kesayangannya, dia akan semakim lembut.
Sedangkan dinegara X diki sedang merajuk dia tidak mau terdekatan dengan elisa disepajang jalan,sampai akhirnya elisa minta maaf kepada diki karena tidak membalas chat diki.
__ADS_1
"benar² kek bocil.... ngambek aja terus" ucap remon kepada diki yang gak mau ngomong dari tadi
"dia gak bisa ngomong,,, dia kan patung berjalan" ucap alan yang gak kalah pedas dari ucapan remon, elisa merasa tidak enak enak dengan teman²nya melihat tingkah diki yang gak mengucapkan sepatah kata pun
"alena... aku coba ajak ngobrol ama dia dulu ya" ucap elisa yang disetujui alena, alena melanjutkan permainan nya yang menurutnya sedang asik, alena mempar bola basket kering dengan kecepatan tangannya
"keluar bentar yuk" ajak elisa saat didekat diki
"nah.... ni pawangnya, kenapa gak dari tadi sihhhhhh" ucap remon ,remon cukup heran dengan diki.... kok bisa segitunya terhadap elisa? apa karena dia belum pernah merasakan cinta, dia emang sering pacaran,,,,,, tpi dia tidak cinta dengan pacarnya karena tidak ada cinta dalam kamusnya, dia bisa ilvil jika melakukan hal yang sama dengan diki.
"aku gak maksud mengabaikan pesan dari kamu, cuman ketika aku mau membalas pesan darimu alena sudah mengajakku buat pergi bareng²"ucap elisa jujur, diki belom ngasih respon apapun dia masih setia bungkam mulut,sampai akhirnya dia merasakan daging lembut menyentuh bibirnya.... diki tidak membuang kesempatan itu, dia menekan leher elisa agar lebih dalam dan lama ketika berciuman.
__ADS_1
*yesssss berhasil* batin diki, dia sudah menahan diri cukup lama untuk menyempurnakan ektingnya dan sekarang dia menuai dari ektingnya.
" jangan diulangi lagi" ucap diki yang menghentikan ciumannya sebelum melanjutkan nya lagi
"ck.... ternyata hanya modusnya diki" ucap remon dan alan bebarengan, mereka mengintip diki dan elisa yang sedang asik ciuman
"benar² bakat jadi artis" ucap remon yang merasa ikut jadi korban penipuan diki
"dia bisa jadi artis top saat ini" ucap alan yang salut dengan diki yang beehasil menipunya juga
"aktor bucin" ucap seseorang yang membuat remon dan alan menoleh kesumber suara bersamaan
__ADS_1
"kapan kamu disini?" tanya alan kepada alena yang ada dibelakangnya
"setelah merasa ditinggal sendirian" jawab alena yang tidak lepas menatap diki dan elisa