Duniaku

Duniaku
76


__ADS_3

Sesampai beliz dimasion dia masuk dengan menenteng kotak bekalnya


"dek, kakak gak suka kalo kamu bohong" ucap el yang tau kalo beliz tidak ke penthouse nya, el menelfon alan untuk menanyakan keberadaan adiknya, yang katanya beliz tidak ada di penthouse


"maaf,tadi adik separing dengan diego buat melepaskan kemarahan adek" ucap beliz yang tidak bisa berbohong lebih lama,apalagi kepada orang yang sudah dia anggap dekat dengannya.


"sini, kakak mau bicara ber2 aja dengan adek" ucap al yang tiba² menarik tangan beliz , el yang melihat itu ngikut aja... dia gak peduli nanti kalo diomelin oleh al,,,, lagian dia belum selesai ngobrol dengan adiknya


"el jangan ikut kedalam dong" ucap al yang melihat el mengikutinya,tpi el tetap menerobos masuk kamar al


"ok....tpi kamu dilarang ngomel" ucap al yang akhirnya memperbolehkan el masuk kekamar nya.


"dek.... ini apa? '"ucap al yang memperlihatkan foto beliz ketika dikunci oleh diego dan itu benar² membuat salah Faham orang yang hanya melihat gambarnya saja seperti al dan el


" adek bisa jelasin ok" ucap beliz yang menjelaskan dari awal sampai terakhir... dia juga menceritakan ketika diego diam² mencuri ciuman nya,tpi dia tidak menceritakan ciuman panjangnya.


"al.... segera bilang ke dedy, aku gak mau tau.... diego harus bertanggung jawab" ucap el yang membuat al binggung


"el ....? kamu taukan dedy dan yang lainnya sedang menyiapkan resepsi pernikahan, gak mungkinkan aku bilang kaya gini ke dedy?!" ucap al yang menolak ucapan el secara halus.

__ADS_1


"ok... jadi kenapa adek mencari diego?"


"karena adek tidak pernah menemukan lawan yang lebih kuat dari pada adek selain diego dan melawan lebih kuat adalah hal yang menantang bagi adek"


jawab beliz jujur


"ok... jawaban adik bisa diterima" ucap el yang sudah mulai tenang


Sedangkan vincen setelah mengirim salah satu foto itu ke al, dia mengeirimkan foto itu dan yang lainnya ke briyan


📨selamat datang calon besan


"sayang telfonin beliz dong,udah dirumah belum" ucap briyan kepada vivian yang segera menelfon beliz


"ada apa mom?" tanya beliz yang mengangkat telfon vivian


"boleh ngomong sama el bentar?" tanya vivian kepada beliz yang kemudian memberikan HP nya kepada el


"ada apa mom?" tanya el yang mengangkat telfon dari vivian

__ADS_1


"jagain adek ya, dedy kamu kayaknya udah mau ngamuk" ucap vivian lirih sambil ngelirik briyan yang masih memasang wajah masamnya.


"ok mom" ucap el yang segera mematikan telfon nya


"gimana Sayang?" tanya briyan yang udah penasaran


"ada dirumah,.... sama el juga emmmm ada apa yank?"


tanya vivian mulai kefo


"nanti aja kalo dah sampai di masion" ucap briyan yang kembali melanjutkan kegiatannya.


"ded... lihat tuh kakek dan nenek, udah tua masih aja romantis gak kaya dedy dan momy yang sukanya sibuk kerja muluk" ucap sasa yang gak tau aja bagaimana mereka biasanya kalo gak ada sasa


"dedy dan momy kalo gak romantis kamu gak bakal lahir" ucap ozil yang langsung dapat tabokkan dari serin.


"jangan nambahi virus deh" ucap serin yang kemudian melanjutkan ngobrol nya sama raisa


"hhhhh makan tuh tabokan momy" ucap sasa yang kemudian lari sebelum kena jitak ozil

__ADS_1


__ADS_2